
"Kai sepertinya tidak ada orang," ucap Lia.
"Tidak mungkin, tadi aku melihata da sekilas bayangan di dalam sana," kata Kai.
Kai kembali mengetuk pintu itu, dan benar saja ada seorang gadis yang membukakan pintu itu. "Permisi, bolehkah saya bertanya?" tanya Kai pada gadis itu.
"Ya silahkan kak tanya apa," ucap gadis itu.
"Apa masih jauh jalan keluar dari sini? kami mau keluar dari hutan ini." Jelas Kai.
Gadis berambut sebahu itu melihat ke arah Lia yang sedang duduk. Dia tersenyum pada Kai. "Kak, lebih baik kakak bermalam saja disini, besok pagi saya akan antar kakak keluar dari hutan ini." Gadis itu menawarkan Kai dan Lia untuk bermalam digubuknya.
Kai dan Lia saling tatap, mereka ragu. Tapi tidak ada pilihan lain, Kai tidak mau Lia harus bermalam diluar yang begitu dingin. Akhirnya mereka berdua menyetujui tawaran gadis itu.
"Baiklah," ucap Kai.
Mata Lia melotot karena Kai menyetujui permintaan gadis itu. Entah kenapa firasat Lia tidak enak, dia melihat seperti ada yang aneh pada gadis itu. Kai mendekati Lia dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam gubuk itu.
"Kai, mana bisa kamu menyetujui permintaan gadis itu tanpa bertanya dulu padaku?" Lia kesal karena Kai mengambil kesimpulan tanpa bertanya terlebih dahulu padanya.
"Lebih baik sekarang kamu masuk, kita hanya bisa bermalam di sini sekarang. Apa kamu mau tidur di dalam hutan? terus nanti kalau ada harimau muncul kamuau gimana? mau kamu jadi makanan dia," ucap Kai menakut-nakuti Lia.
"Eh, ya nggak bukan begitu," ucap Lia.
"Ya udah ayo masuk janga banyak berpikir." Kai membantu Lia masuk ke dalam gubuk itu.
"Mari kak," ucap gadis itu.
Meskipun hanya gubuk kecil, tapi saat masuk ke dalam, betapa indah dan rapi tatanan gubuk itu. "Kamu tinggal sendiri?" tanya Lia pada gadis itu.
"Tidak kak, saya tinggal bersama ibu saya. Oh iya perkenalkan nama saya Gita." Gita memperkenalkan dirinya pada Lia dan Kai.
"Aku Kai dan dia Lia temanku," ucap Kai.
Saat Kai mengatakan dia adalah teman Lia. Mata Lia langsung mengarah pada wajah yang sedang membopong tubuhnya itu. Bukannya tidak terima dikatakan teman, tapi hanya belum terbiasa saja buat Lia menjadi teman laki-laki yang pernah menjadi tambatan hatinya itu.
Kai melihat wanita paruh baya yang duduk di bangku sambil tersenyum melihat ke arah mereka berdiri saat ini. "Dia ...." belum Kai melanjutkan ucapannya, Gita sudah menjawab pertanyaan yang belum selesai itu.
__ADS_1
"Ibu saya," kata Gita.
"Oh," ucap Lia.
Kai dan Lia mengikuti Gita berjalan menuju wanita paruh baya itu. "Bu, mereka berdua sedang tersesat. Bolehkah mereka bermalam di sini? kasihan jika mereka harus tidur diluar." Gita meminta izin pada ibunya agar mau mengizinkan Lia dan Kai tinggal di rumah kecilnya itu.
"Kenapa tidak? antar mereka untuk beristirahat," ucap Ibu Gita.
Gita mengantar Lia dan Kai untuk beristirahat di dalama kamar. Karena memang ruma itu sangat kecil, jadi hanya tersisa satu kamar. Kai dan Lia canggung jika harus bermalam di dakam kamar bersama.
"Em ... Gita maaf ya, apa nggak ada kamar lagi?" tanya Kai pada Gita.
"Maaf kak, kami hanya punya beberapa kamar saja. Dan hanya kamar ini yang tersisa." jelas Gita.
"Oh, ya sudah terima kasih," kata Kai.
Gita kemudian pergi meninggalkan Lia dan Kai di dalam kamar itu. Sesaat Kai merasa sangat aneh pada kamar itu. Tapi dia menepis rasa curiganya itu, dia tidak mau berprasangka buruk pada gadis yang sudah mau membantunya itu.
Kai merebahkan Lia di atas ranjang. Lalu dia duduk di bangku yang ada di sebelah ranjang itu. Hening, tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka berdua.
"Beristirahatlah, agar besok bisa fresh," kata Kai.
Belum sempat Kai memejamkan matanya, tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar kamarnya. Kai bangun dan menghampiri pintu itu. Ia lalu membukanya, ternyata Gita membawa obat untuk Lia.
"Gita," ucap Kai.
"Kak ini ada obat untuk kaki teman kakak." Gita menyerahkan obat itu pada Kai dan langsung pergi.
"Terima kasih," ucap Kai.
Kai menutup pintunya kembali. Perasaan aneh itu muncul lagi saat Kai melihat obat yang di berikan Gita pada Lia. Bukannya memberikan obat itu pada Lia, tapi Kai malah membuangnya.
"Kai, kenapa kamu buang obat itu?" tanya Lia yang heran saat Kai memilih untuk membuang obat yang ia pegang dari pada memberikan pada dirinya.
Kai tidak menjawab pertanyaan Lia. Dia kembali ke bangku itu dan mulai memejamkan matanya. Tanpa menghiraukan kekesalan Lia pada dirinya.
Lia sangat kesal, pikiran buruk terkintas di dalam kepalanya. "Hmm, jadi dia tidak ingin aku sembuh." Gumam Lia sambil melihat Kai yang sudah memejamkan matanya.
__ADS_1
Lia pun merebahkan tubuhnya dan mulai tertidur. Saat Lia sudah tertidur lelap, Kai malah membuka matanya. Perasaan Kai benar-benar tidak nyaman saat itu. Ia memutuskan untuk tidak tidur agar bisa berjaga.
Kai tidak ingin jika sesuatu terjadi lagi pada gadis yang ia sayangi itu. 'Perasaan apa ini? aku tidak pernah merasakan perasaan tidak nyaman seperti ini sebelumnya.' batin Kai sambil duduk.
Kai menghampiri Lia yang sedang tidur, ia menatap wajah cantik yang begitu polos saat tertidur. Ingin Kai menyentuh wajah gadis yang ada dihadapannya saat ini. Tapi tidak, dia tidak ingin Lia terkejut dan terbangun jika Kai melakukan itu.
"Maafkan aku." Kai tidak tahu kenapa kata maaf itu langsung terucap dari mulutnya.
Ia hanya tahu, tugas dia adalah melindungi Lia meskipun hanya dari kejauhan. Perasaan itu tidak akan pernah padam dari hati Kai, Perasaan cinta dan kasih sayang yang pernah ia berikan pada Lia. Rasa itu akan selalu ada meskipun hanya dia yang tahu.
"Apa dia curiga pada kita?" tanya Gita pada wanita yang bersamanya itu.
"Mungkin, tapi kita harus selesaikan tugas kita malam ini juga," ucap wanita paruh baya itu.
Kai mendengar suara bisik-bisik dibalik pintu kamarnya. Ia langsung pura-pura tidur di satu ranjang dengan Lia. Bukan sengaja, tapi karena sudah tidak sempat lagi jika harus kembali ke bangku yang ada disamping ranjang itu.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
IG : Blue Flower
__ADS_1