Rahasia Sang Pemburu Darah

Rahasia Sang Pemburu Darah
Chap_24.


__ADS_3

"Ya udah kita balik ke kelas yuk, apa aku ambilkan tas kamu saja?" Tanya Arnes.


"Ah, nggak usah. Aku bisa ambil sendiri kok." Lia langsung pergi meninggalkan Arnes.


Arnes mengikuti Lia yang sudah berjalan terlebih dulu didepannya. Tiba-tiba Arnes di tarik oleh seorang laki-laki di dekat mobil Steve.


Arnes terkejut dan sempat menepis tangan laki-laki itu dan hampir menghajarnya. Tapi untung Arnes sempat menoleh terlebih dulu sebelum melakukan itu.


"Vin, ngapain kamu kesini?" tanya Arnes.


Ternyata laki-laki itu adalah Vino ketua dari Klan Hybrida. "Kamu ini, ayo ikuti aku." Arnes mengajak Vino ke balik pohon besar yang agak jauh dari sekolahnya.


"Ada apa? kenapa kamu datang kesini," kata Arnes.


"Aku kesini hanya mau menagih janjimu," ucap Vino.


Arnes bingung mau menjawab apa dengan pertanyaan Vino. Arnes yang masih belum sanggup melakukan apa yang disuruh oleh Vino, sekarang dia hanya bisa diam tanpa berkata apa-apa.


Tapi Vino masih tetap mendesak Arnes agar dia menjawab pertanyaannya itu. Vino meminta kepastian kapan Arnes bisa menyelesailan tugasnya itu.


Arnes yang masih bingung menjadi gugup menjawab pertanyaan Vino. Arnes seperti tidak sanggup melakukannya. Tapi Arnes sebagai Vampire Slave harus patuh sama tuannya. Dia hanya mengambil alih Klan Hybrida saat Vino tidak ada.


"Arnes! aku kasih kamu kesempatan sekali lagi. Jika kamu masih gagal menjakankan misi ini, aku akan menghabisimu dan menggantikanmu dengan yang lain!" Vino sudah murka terhadap Arnes yang ragu dengan tugabya itu.


"Baiklah, kamu tenang saja. Aku butuh waktu satu minggu," kata Arnes.


"Baiklah, aku pegang kata-katamu." Vino kemudian pergi.


Arnes menjadi gelisah saat mengingat tugas yang harus dia kerjakan. Dia bimbang karena dia masih belum sanggup menyelesaikan misinya itu. Bukan dia tidak berani, tapi dia takut dan masih belum sanggup.


"Hei, sedang apa kamu disini?" Tanya Lia yang tiba-tiba muncul.


"Li, kamu ... sejak kapan?" Arnes menjadi sangat gugup.


"Apaan sih kamu Nes, kenapa jadi kaku kayak gitu." Lia menertawakan sikap Arnes yang canggung padanya.


"Nggak lah, cuma kaget aja aku." Arnes mencoba menenangkan diri.


"Ya udah aku pulang duluan ya, Steve sudah menungguku di dalam mobil." Lia berpamitan pada Arnes.


Arnes menganggukan kepalanya dan kemudian melambaikan tangannya pada Lia. Lia hanya membalas dengan senyuman diwajahnya yang manis. Lesung di pipinya terlihat jelas saat dia tersenyum.


***

__ADS_1


Di perjalanan Kai mengajak Velly dan Angel mampir di sebuah Kafe untuk makan siang. Sesampainya di Kafe, Kai kembali membantu Velly. Mereka bertiga duduk di meja dekat air mancur.


"Vel, kamu mau makan apa?" tanya Kai sambil melihat menu yang ada ditangannya.


"Aku ikut aja lah Kai," kata Velly.


"Kalau kamu Ngel?"


"Kita samain menu aja Kai," jawab Angel.


Kai memanggil pelayan dan memesan tiga spaghetti dan tiga orange juice.


Tidak lama kemudian pesananpun datang. Kai, Angel dan Velly menikmati makanan di Kafe itu. Hanya sekedar menghilangkan keinginan mereka terhadap darah.


Makanan manusia sudah terbiasa dicerna oleh mereka para Vampire yang berhenti meminum darah. Tapi beda dengan Kai, dia masih terobsesi dengan darah manusia.


Meskipun demikian, Kai berusaha menahan diri dan mulai beradaptasi dengan makanan manusia.


"Kai, bagaimana hubunganmu dengan Lia?" tanya Angel.


Kai langsung tersedak makanan. Dia sedikit kaget dengan pertanyaan adik sepupunya itu. "Kenapa kamu menanyakan itu," kata Kai.


"Kai, kamu nggak apa-apa?" tanya Velly sambil memberikan minuman pada Kai.


"Kai, aku bertanya tolong jawab dong." Angel mulai kesal pada Kai yang sudah mengabaikan pertanyaannya itu.


"Aku dan dia biasa aja seperti biasanya," kata Kai sambil menikmati makanannya.


Angel masih tidak percaya pada jawaban Kai sepenuhnya. Mencurigakan menurut Angel kalau Kai berkata tidak ada apa-apa antara Kai dan Lia. Sudah sangat jelas yang dirasakan oleh Angel kalau mereka ada suatu hubungan special yang tidak ingin diketahui banyak orang temasuk dirinya.


"Hmm, baiklah, baiklah. Meskipun jawaban itu tidak sesuai dengan yang aku harapkan, tapi aku cukup senang hubungan kalian mulai membaik." Kemudian Angel meminum Orange Juice miliknya.


"Angel, apa yang kamu pikirkan belum tentu sama dengan kenyataan, bukan? jadi kamu tidak ...." Kata-kata Velly di potong oleh Angel.


"Iya aku tau apa yang Kai maksud," ucap Angel.


Kai yang kebingungan menanggapi Angel dan Velly akhirnya memilih untuk diam, karena dia tidak ingin menambah keributan antara dua gadis itu jika harus membela salah satu dari mereka.


Selesai makan, Kai meminta bill pada pelayan dan langsung membayarnya. Kemudian Mereka langsung pulang.


***


Lia dan Steve sudah sampai dirumahnya. "Kakek," ucap Lia sambil menghampiri Kakek Yee yang sedang menonton siaran televisi.

__ADS_1


"Lia, sudah pulang? Steve mana?" Tanya Kakek Yee.


"Aku disini kek," jawab Steve sambil meletakkan tasnya disofa.


"Ya udah Lia mau masuk ke kamar dulu ya kek. Lia capek," ucap Lia.


Kakek Yee tersenyum dan mengiyakan jika Lia mau masuk ke dalam dan beristirahat. "Silahkan nona cantik," seru Kakek Yee.


"Steve, kenapa kamu tidak menyuruh Kai untuk tinggal disini lagi bersama Kita?" tanya Kakek Yee.


Steve menghela napasnya sebelum menjawab pertanyaan kakek Yee. "Kek, dia sekarang sudah punya dunianya sendiri. Dia tidak akan mau tinggal bersama kita lagi," ucap Steve.


"Kamu salah. Kai, dunia dia hanya milik Lia, jika ada wanita lain di hati Kai, itu sangatlah mustahil." Kakek Yee meyakinkan Steve kalau Kai akan setuju jika dia diminta untuk tinggal lagi dirumah Lia bersama-sama.


Tapi sebenarnya hati Steve yang tidak menginginkan hal itu terjadi. Cukup di sekolah saja mereka bertemu dan bersenda gurau. Jika harus melakukan itu lagi di dalam rumah, Steve tidak akan sanggup melihatnya.


"Ya sudah kek, aku mau menyiapkan barang-barang yang akan dibawa camping besok," kata Steve.


"Ya baiklah, tapi ingat. Jaga Lia baik-baik saat kalian disana." Kakek Yee mengingatkan Steve kembali.


Steve menganggukan kepalanya sambil berjalan menuju kamarnya.


'Kai, kenapa kamu bersikap seperti itu? baru kemaren kamu manja dan tertawa bersamaku. Sekarang sikapmu kembali berubah, ada apa sebenarnya?' batin Lia.


.


.


.


.


.


MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...


**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...


DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...


NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...


TERIMA KASIH ...

__ADS_1


IG : Blue Flower


__ADS_2