
bergegas menjauh dari Angel dan Nayla.
"Ya, laki-laki memang tidak bisa menahan diri." ejek Nayla.
Angel dan Nayla tertawa melihat Arnes yang sudah menjauh dari mereka. Selang beberapa menit kemudian, Arnes masih belum kembali juga. Angel dan Nayla merasa khawatir, mereka memutuskan mencari Arnes di semak-semak hutan itu.
Saat mereka mencari Arnes, Angel malah melihat Lia sedang duduk di dekat danau. Nayla mengajak Angel untuk mendekati Lia.
"Lia, kamu ngapain di sini?" tanya Angel sambil mendekatinya.
Lia diam seribu bahasa sambil menatap ke arah danau. Nayla merasa curiga dengan sikap Lia, sedikit ada keraguan untuk mendekatinya tapi Nayla mengikuti Angel yang berjalan ke arah Lia.
"Angel, kamu yakin mau dekatin dia? kayaknya Lia aneh deh," kata Nayla.
"Udah, kamu diam aja deh." Angel menyuruh Nayla untuk diam.
Angel menepuk bahu Lia, dan Lia langsung menoleh ke arah Angel dengan tatapan mata yang kosong. Angel dan Nayla sedikit terkejut karena raga Lia seperti di kuasai oleh makhluk lain.
'Aneh, kenapa Lia menjadi seperti ini." batin Angel.
Angel melakukan kontak batin untuk memberitaukan keberadaan Lia pada Kai. Kai yang sedang mencari Lia bersama Silvi kemudian menerima kontak batin dari Angel, Kai langsung menuju tempat dimana Angel dan Nayla menemukan Lia.
mereka masih tetap pada tempat masing-masing. Nayla yang mulai ketakutan malah tambah dikejutkan oleh Arnes yang tiba-tiba datang dari belakang.
"Waaaa," teriak Nayla.
"Hahaha. Kenapa? kaget ya," ucap Arnes.
Angel meletakkan satu jari dibibirnya, dia memberi kode pada Arnes dan Nayla untuk diam. Arnes heran apa maksud dari Angel kenapa dia menyuruh mereka untuk diam.
Arnes yang penasaran kemudian mendekati Angel dan menanyakan kebenaran yang ada. "Ada apa?" tanya Arnes. Angel hanya membalas dengan mengangkat dagunya ke arah Lia yang masih diam seperti patung.
"Eh, Lia." Arnes terkejut melihat Lia bak patung tidak ada pergerakan pada tubuhnya.
"Iya, dia aneh. Tatapan matanya kosong, aku takut kalau kita mendekati dia, nanti dia bisa loncat ke dalam danau," ujar Angel.
__ADS_1
Arnes merasa ada yang aneh, kecurigaan Arnes belum pasti. Tapi Arnes yakin ini ulah Vino yang ingin meneruskan niatnya untuk menghabisi Lia. Tapi yang tidak habis Arnes pikir, kenapa harus dengan cara menghipnotis Lia dengan membuatnya tidak sadar seperti ini.
Kai yang berlari akhirnya sampai pada dimana tempat yang Angel tunjukkan. Kai langsung mendekati adik sepupunya itu. "Ngel, Lia." Kai sangat khawatir pada Lia dan dia langsung menanyakan dimana keberadaan Lia tanpa melihat ke depannya.
Mata Angel mengarah pada Lia. Kai langsung mengerti dan melihat ke arah mata Angel yang menatap Lia. Kai mendekati Lia dengan berhati-hati. "Lia," Kai menyentuh tangan Lia. Lia melihat Kai dan matanya berubah menjadi merah membara, bak api yang sudah terbakar.
Kai sangat terkejut saat itu mendapati mata kekasihnya berubah seperti menyimpan dendam. Kai mencoba tenang agar raga Lia tidak terpengaruh oleh serangan yang akan dibetikan Kai pada makhluk yang ada didalam raga Lia.
"Lia, cobalah berusaha mendorongnya dari tubuhmu." Kai memeluk Lia dan membisikkan kata-kata dengan nada yang lembut.
"Hei, apa yang ...." kata-kata Arnes berhenti saat Angel menyuruhnya untuk diam.
"Ssttt." Angel menaruh telunjuknya pada bibir Arnes.
Arnes memegang tangan Angel, Angel yang baru menyadari kalau dia meletakkan jari telunjuknya di bibir Arnes langsung menarik kembali tangannya. "Maaf." Angel menjadi salah tingkah karena perbuatannya sendiri.
Kai masih membujuk Lia yang mulai memberontak. Tatapan mata Lia semakin tajam pada Kai. Kai tidak menyerah, dia tetap membujuk Lia agar mengalahkan sosok yang ada di dalam raganya itu.
Setelah beberapa menit, Lia mulai lemah. Dia tidak lagi memberontak pada Kai saat Kai menatap tajam pada kedua matanya. Lama kelamaan mata Lia mulai sayu dan terpejam. Tubuhnya lunglai, dan berpangku pada Kai.
"Aku harus segera pergi." Arnes melangkah pergi meninggalkan teman-temannya.
"Hei, kau mau kemana?" tanya Angel.
Arnes tidak menjawab pertanyaan Angel. Angel yang merasa aneh dengan sikap Arnes, dia langsung mengikuti kemana Arnescha pergi dengan tiba-tiba.
"Kai, apa yang terjadi. Kenapa Lia bisa jadi begini?" Steve khawatir melihat Lia yang lemah.
"Dia tidak apa-apa. Hanya saja, tadi dia dikuasai oleh makhluk yang ingin menyerangnya dari dalam." Kai menceritakan semua yang dia lihat pada raga Lia saat dia memeluk dan menyuruh Lia melawan sosok itu.
"Aku mengerti, ini pasti masih ada kaitannya dengan mereka." Steve kesal karena tidak bisa menjaga Lia.
Kai meletakkan Lia di dekat pohon dan ditemani oleh Steve. Saat Lia mulai membuka matanya, Lia melihat Steve yang berjaga disampingnya. Sedangkan Kai bersama Velly berdiskusi tentang kemana hilangnya Angel dan Arnes secara tiba-tiba.
Tapi Lia yang masih menaruh rasa kesal pada Kai memikirkan hal lain tentang kedekatan Velly dan Kai. "Lia, kamu sudah sadar?" tanya Steve sambil mengelus rambut Lia.
__ADS_1
"Iya, tapi kenapa aku ada disini? bukannya tadibaku sedang berjalan bersama Silvi dan Kai." Lia tidak ingat apa yabg sudah terjadi padanya beberapa jam yang lalu.
"Lupakan apa yang terjadi tadi, yang terpenting adalah kamu masih disini bersamaku." Steve memeluk Lia, dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga orang yang dia sayangi.
"Kai, Lia sudah siuman," ucap Velly yang melihat Steve sedang memeluk Lia.
Kai menoleh ke arah mereka. Dia tidak sengaja melihat kakaknya itu sedang memeluk kekasihnya. Sakit hati yang dirasakan Kai hanya dia tahan, karena dia tidak ingin membuat keributan di suasana yang baru saja tenang.
Sementara pikiran Kai masih mencari kemana perginya sang adik bersama Klan lain itu. Kai mulai cemas, dia langsung menghampiri Steve dan Lia yang masih dalam posisi itu.
"Emm, Steve maaf mengganggu kalian. Aku cuma mau permisi untuk mencari Angel, kalian lanjutkan saja," ucap Kai sambil tersenyum.
Lia langsung mendorong Steve saat melihat Kai tersenyum mendapati dirinya dipeluk oleh kakak kekasihnya itu. Lia bertanya-tanya pada hatinya ada apa dengan sikap Kai yang seketika berubah padanya.
'Kai, apa sebegitu tidak pedulikah kamu padaku sekarang? sehingga kamu bisa tersenyum saat kamu melihat kakakmu memelukku.' batin Lia.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
__ADS_1
IG : Blue Flower