
Angel yang mengikuti Arnes secara diam-diam mendapati Arnes bertemu dengan seorang Vampire Ketua Klan Hybrida. Arnes masih tidak menyadari bahwa dirinya diikuti oleh Angel.
"Siapa yang ditemui Arnes? bukankah dia ketua Klan Hybrid?" Angel berbicara dengan nada pelan agar tidak terdengar oleh Arnes dan orang yang ditemuinya itu.
"Apa kamu yang melakukan itu pada Lia?" Arnes bertanya pada Vino.
"Hmm, tebakanmu memang benar. Aku yang mempengaruhi Lia, tapi gara-gara Kai semuanya jadi gagal!" Vino sangat emosi karena rencana dia membunuh Lia gagal.
Terkadang Arnes mempunyai banyak pertanyaan pada Vino, kenapa dia sangat ingin memhghabisi Lia. Padahal Lia hanya gadis biasa yang tidak tau apa pun.
"Kenapa kamu begitu ingin menghabisinya?" Arnes memberanikan diri untuk bertanya karena dia penasaran.
Vino memandang ke arah Arnes, dia hanya melemparkan senyuman tidak suka pada pertanyaan Arnes. Arnes mengerti Vino tidak ingin memberitahunya tentang rahasia yang dia ia sembunyikan. Tapi Arnes tetap ingin bertanya karena dia ingin tau letak kesalHan Lia sampai harus menjadi incaran Klan Hybrida.
Sementara Angel yang mendengarkan pembicaraan mereka dibalik pohoh sangat teekejut karena ternyata selama ini yang berada dibalik kejadian-kejadian yang menimpa Lia adalah Vino, Arnes hanyalah orang pesuruhnya saja.
"Kai harus tau tentang ini." Angel mencari ponselnya untuk menghubungi Kai.
Belum sempat Angel menemukan ponselnya, dia sudah didekap dari belakang oleh anak buah Vino. Arnes terkejut saat Angel dibawa kehadapan Vino dan dirinya.
'Angel, apa yang dia lakukan disini?' batin Arnes.
"Wah, Arnes kamu membawa seorang gadis ternyata." Vino mendekati Angel.
"Angel apa yang ...."
"Tidak usah ditanyakan lagi, jelas dia ingin tau siapa dibalik semua ini, bukankah begitu nona?" Vino mengelus pipi Angel.
Angel menatap kesal pada Vino, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya sudah diikat oleh anak buah Vino. "Dasar ********! Cuih." Angel meludahi Vino yang terus mendekat padanya.
Bukannya kesal, tapi Vino malah tertarik pada Angel. Arnes mencoba membujuk Vino agar melepaskan Angel, tapi Vino tidak menghiraukan permintaan Arnes.
"Vin, lepaskan dia. Urusan kita tidak ada sangkut pautnya dengan Angel," kata Arnes.
"Terlambat, dia sudah mendengar semua percakapan kita. Lagi pula dia lumayan," ucap Vino.
"Dasar cowok brengsek, lepasin gue!" Bentak Angel.
Vino mendekati Arnes dan membisikan sesuatu yang membuat Arnes terkejut. Arnes tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya dengan cara itu Angel bisa dibebaskan oleh Vino.
__ADS_1
"Baiklah, aku menyetujuinya." Dengan sangat terpaksa Arnes menyetujui persyaratan dari Vino.
Angel dibuat pingsan oleh anak buah Vino. Angel tidak sadarkan diri setelah itu. Beberapa menit kemudian, Angel sudah bersandar di bawah pohon bersama Arnes disampingnya.
"Arnes kita dimana?" tanya Angel dengan nada heran saat melihat hanya dia dan Arnes saja disana.
"Kayaknya kita nyasar deh Ngel, kamu tadi ketiduran jadi aku biarinaja dulu. Lagian kita sudah dapat dua bendera, tinggal cari satu bendera lagikan?" Arnes meyakinkan Angel.
Kai dan Velly yang sedang mencari Angel tidak sengaja bertemu dengan Arnes dan Angel. "Ngel, kamu darimana saja?" Kai langsung memeluk adik sepupunya itu karena khawatir.
"Kai, aku sama Arnes kayaknya nyasar deh. Untung bisa bertemu kalian disini," ucap Angel dengan polosnya.
"Nyasar? kamu yakin?" Kai merasa tidak percaya dengan pengakuan Angel.
Arnes hanya diam tanpa menjelaskan apa pun pada Kai, dia takut Kai curiga dengan apa yang dia perbuat pada Angel. Tapi Kai tetap melirik pada Arnes yang tidak mengatakan sepatah katapun saat dirinya bertanya.
"Iya Kai, aku yakin." Angel masih bersikukuh yakin dengan apa yang dikatakan oleh Arnes.
Kai mendekati Arnes yang sedang berdiri di sebelah Angel. "Sepertinya kamu tau sesuatu," ucap Kai menaruh kecurigaan pada Arnes yang hanya diam sedari tadi.
"Maksud kamu apa Kai? kita memang beneran salah jalan." Arnes menjawab Kai dengan nada santai agar Kai tidak mencurigainya.
Mendengar ancaman Kai, Arnes menjadi gelisah. Tapi dia berusaha menanggapinya dengan senyuman agar Kai percaya pada apa yang dia katakan itu benar.
Kai mengajak Angel dan Velly pergi dari hutan itu untuk segera kembali ke tenda mereka. Arnes mengikuti mereka dari belakang. Arnes sebenarnya merasa bersalah dengan apa yang di lakukannya pada Angel tadi. Tapi dia tidak punya cara lain agar Angel bisa dibebaskan oleh Vino.
***
Sesampainya ditenda, Angel dan Velly langsung beristirahat. Sudah jelas yang bisa menuntaskan misi hanyalah tim Jonathan. Tim Arnes dan Kai hanya mendapatkan dua bendera saja.
Lia yang sudah berada ditenda bersama Rana dan Rani kembali melihat Kai dari tendanya. Lia masih tidak habis pikir Kai menjadi tidak peduli begitu padanya.Yang dia pikirkan hanyalah Velly dan Angel saja.
"Li, sudahlah kita istirahat saja." Rani membujuk Lia agar tidak memperhatikan Kai yang sudah membuatnya sakit hati.
"Bentar Ran, aku mau cari udara segar dulu." Lia mengambil syal dan memakainya, kemudian Lia pergi keluar tenda.
"Lia, kamu mau kemana?" Steve yang tidak sengaja melewati tenda Lia melihat Lia berjalan keluar tenda.
"Aku hanya ingin mencari angin sebentar sebelum tidur," ucap Lia.
__ADS_1
Steve kemudian mengajak Lia berkumpul dengan anak-anak yang lain yang sedang bermain musik didekat api unggun. Jelaslah disana ada Kai yang memegang gitarnya.
Kai melihat Lia datang bersama Steve, dia menyambut Lia dengan senyuman manis dibibirnya. Lia membalas senyuman itu meskipun dia tidak senang melihat Kai di dekat Silvia sambil bermain gitar.
"Lia, ayo sini gabung sama kita," ucap Angel.
"Em, iya makasih." Lia menyesal ikut Steve ketempat anak-anak berkumpul.
'Tau gini, aku mending tidur ditenda sama Rana dan Rani.' batin Lia.
Kai mulai membuka permainan saat Lia dan Steve sudah duduk. "Baiklah, malam ini kita mau bermain apa?" tanya Kai sambil meletakkan gitarnya.
"Terserah deh Kai yang penting seru." Joe sangat bersemangat untuk permainan yang akan diberikan oleh Kai.
Kai memandang kekasihnya sejenak yang berada disebelah Steve. Sebenarnya, Kai sangat merindukan Lia. Tapi dia tidak ingin Lia mengetahui perasaannya itu.
"Ok, kita gunakan putaran botol, kalau botol itu mengarah pada salah satu dari kita, maka orang iru berhak memilih tantangan atau kejujuran," ucap Kai.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
IG : Blue Flower
__ADS_1