
"hello ... kenapa liat aku kayak gitu?" tanya gadis itu sambil melambaikan tangannya didepan wajah Kai yang sedang melamun menatap wajahnya. "hah, e ... maaf," kata Kai setelah tersadar dari lamunannya.
"tidak apa - apa santai aja, kenalin namaku Diatmika, kamu bisa memanggilku Mika seperti teman - temanku yang lain." Mika menjulurkan tangannya sembari memperkenalkan dirinya pada Kai.
"e ... hai, aku Kai, dan ini temanku Arnes," ucap Kai sambil menggapai tangan Mika. gadis itu pun tersenyum dan melambaikan tangan pada Arnes yang berada dibelakang Kai, "hai ...." kata Mika sambil tersenyum. Arnes membalas senyuman gadis itu.
"oke, jika sudah tidak ada masalah lagi, aku izin pergi dulu ya soalnya masih banyak kerjaan, bye ...." Mika pun pergi meninggalkam dua laki - laki yang masih menatapnya. tersadar Kai bahwa Mika sudah berjalan jauh, Kai dengan secepat kilat menghadangnya.
Mika sangat kaget melihat Kai tiba - tiba ada dihadapannya. "ka-kamu ... ta-tapi kan tdi ...." uacapan Mika langsung dipotong oleh Kai, ia lupa Mika tidak tahu siapa dirinya, secara reflek dia menggunakan kekuatannya.
"tu-tunggu dulu, aku tadi cuma mau ngucapin terimakasih karena kamu sudah membantuku," ucap Kai. "iya tapi kamu tadikan ...." perkataan Mika kembali disela oleh Arnes. "oiya Mika, terimakasih sudah menyelamatkan temanku, sekarang kami harus pergi dulu," kata Arnes sambil memainkan mata pada Kai, dia memberi isyarat agar Kai menghapus sebagian ingatan Mika saat dia menggunakan kekuatannya tadi.
Kai mengerti dengan isyarat mata Arnes, lalu ia menghilangkan sebagian ingatan Mika. gadis itu pingsan sesaat dan Arnes langsung menangkap tubuh Mika. "lain kali kamu harus hati - hati Kai, dia bukan Lia yang tahu siapa diri kamu sebenarnya," ucap Arnes. "sorry ...." Kai pun tahu kalau Mika bukanlah Lia yang tahu bahwa dirinya adalah vampir, hanya karena tidak ingin kehilangan jejak Mika maka ia terpaksa mengejar dengan kecepatan kilat.
Mika membuka matanya, "eh, aku kenapa?" tanya Mika saat ia sadar, "tadi kamu pingsan, mungkin kamu kecapek-an," kata Arnes. "oh, mungkin juga ya, kepala-ku sakit sekali. Maaf aku harus segera pulang," ucap Mika sambil mencoba bangun dan memegang kepalanya.
"jangan dipaksakan, nanti kamu bisa sakit!" Kai langsung menangkap tubuh Mika yang hampir jatuh. Melihat itu, Arnes merasa jika Kai menyukai Mika seperti dia mencintai Lia dahulu.
"tapi aku harus pulang," ucap Mika sambil melihat ke-arah Kai yang sedang memegang tubuhnya. "aku akan mengantarmu pulang,"kata Kai, kemudian dia melihat Arnes yangs edang memandangi mereka berdua.
Arnes mengerti, ia langsung menganggukkan kepalanya dan menyiapkan mobilnya agar Kai bisa mengantar Mika pulang. sebenarnya bisa saja Kai langsung membawa Mika terbang atau berlari dengan kecepatan kilatnya, tapi ia tidak bisa karena tidak mau membuat Mika menjadi bingung lagi.
"mau kubantu?" tanya Arnes, "tidak usah, kamu pulang saja, aku akan segera kembali setelah mengantar Mika pulang," ucap Kai sambil menahan tubuh Mika. "Kai ... aku bisa jalan sendiri," kata Mika, "jangan paksakan diri kalau madih belum kuat," ucap Kai, kemudian ia menggendong Mika agar cepat masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Sesampainya didepan mobil, Kai menurunkan Mika dan membuka-kan pintu untuknya. Mika kemudian masuk kedalam mobil Arnes bersama Kai. "Kai, jadi nggak enak harus ngerepotin kamu, padahal kita baru kenal," kata Mika masih dalam rasa sakit kepalanya.
'bagimu kita baru bertemu, tapi ... bagiku kita seperti sudah lama bertemu.' batin Kai sambil mengemudi mobil menuju rumah Mika.
sesampainya di depan rumah Mika, Kai turun dari mobil kemudian membukakan pintu mobil dan memegang tangan Mika yang turun dari mobilnya itu.
"makasih banyak Kai, aku masuk dulu ya."Mika lalu berjalan menuju rumahnya, tapi dia berbalik sesaat melihat ke-arah Kai, "kamu ... nggak mau mampir dulu?" tanya Mika sambil melihat Kai.
"tidak usah, kamu masuk saja dan istirahatlah. maaf mungkin harimu melelahkan," kata Kai sambil tersenyum didepan mobilnya.
"tidak masalah, anggap saja ini awal pertemuan dan perkenalan kita yang melelahkan," jawab Mika membalas senyuman Kai.
Jantung Kai kembali berdetak kencang saat melihat senyuman Mika. Tapi iamencoba mengendalikan perasaannya terhadap Mika. 'dia hanya mirip, dia bukan Lia-ku.' batin Kai sambil melambaikan tangan pada Mika yang berdiri didepan rumahnya.
Kai kemudian masuk kedalam mobil dan kembali menemui Arnes. Ditengah jalan Kai bertemu dengan Angel yang hendak pulang kerumahnya.
Kemudian Kai berhenti dan membuka kaca mobilnya tepat dihadapan Angel yang sedang berdiri menunggu taksi.
"Masuklah, aku akan mengantarmu," kata Kai sambil membuka pintu mobilnya.
"Kai, sedang apa kamu disini?" Angel heran melihat Kai ada dijalan malam - malam menggunakan mobil Arnes.
"Masuklah dulu, nanti akan kuceritakan," ucap Kai.
__ADS_1
Angel kemudian masuk kedalam mobil itu. ia lalu duduk dan bertanya tidak biasanya Kai berjalan malam - malam jika tidak ada keperluan yang penting. Angel merasa aneh saat melihat sepupunya itu keluar malam - malam.
"Sekarang jelaskan padaku, kenapa kamu kluar malam - malam seperti ini? nggak biasanya seorang Kai pergi keluar malam kalau tidak ada perlu apa - apa." Angel terus melontarkan pertanyaan pada Kai yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Kai.
"Kai ... aku bertanya sama kamu, malah ketawa doang jawabannya dasar!" Angel mulai kesal karena Kai tidak menjawab pertanyaannya itu.
"Cieeee ngambek nih ceritanya," ejek Kai sambil mengemudi mobilnya.
"Tau ah." Angel menjawab dengan nada cetusnya pada Kai.
"Kalau aku ceritakan, nanti kamu nggak bakalan percaya. jadi lebih baik tidak usah ya," jawab Kai dengan santai.
"Ihhh ... nyebelin banget sih, ceritain nggak!" bentak Angel pada Kai.
Kai hanya tertawa melihat Angel mulai kesal karena dia tidak menceritakan apa yang terjadi pada Angel. Bukan tidak mau memberitaukan pada sepupunya itu, tapi Kai yakin kalau Angel tidak akan percaya jika dia melihat seorang gadis yang mirip dengan kekasihnya itu.
"Nanti kamu juga bakalan tahu sendiri, sekarang aku antar kamu pulang kerumah dulu ya," kata Kai.
"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Angel.
"Aku mau kerumah Arnes dulu balikin mobilnya, kasihan kalau dia nanti nggak bisa kemana - mana kalai nggak ada mobilnya," jawab Kai.
"Nggak usah kerumah, aku malam ini mau nginap dirumah Arnes, ada yang mau aku bicarakan sama dia, nanti kamu bilangkan sama om ya." Angel sedikit merayu pada Kai agar dia mau membantunya bicara pada papa-nya.
__ADS_1
"Hmmm, baiklah. Ini kan urusan pribadi kalian yang sedang jatuh cinta." ejek Kai sambil menahan tawanya.
"Kaiiiiiii ....!!!" Angel kesal dengan ejekan Kai, tapi dia juga malu karena Kai mengetahui bahwa dirinya menyukai Arnes sahabat sepupunya itu.