Rahasia Sang Pemburu Darah

Rahasia Sang Pemburu Darah
Chap _8.


__ADS_3

Kai tertawa, tapi masih dengan ragu akan mantra yang Steve gunakan untuk mengikat Arnes. Kai berpikir kapan dia akan bisa memiliki kekuatan yang sama dengan Steve.


Lamunan Kai terpecahkan saat mendengar Lia berteriak dari dalam rumahnya. Kai langung berlari ke kamar Lia.


"Lia, ada apa?" tanya Kai mendekati Lia.


"K-Kai tolong aku Kai, tadi ada seseorang masuk kesini, aku tidak tau dia siapa." ucap Lia sambil gemetaran.


"Lia tenang, apa kamu melihatnya dengan jelas?" tanya Kai sambil menggenggam tangan Lia.


"Tidak, dia seperti bayangan." ucap Lia.


Kai menyuruh Lia duduk agar bisa tenang, Kai merasa itu adalah salah satu Klan Hybrida yang di suruh oleh Arnes mengawasi Lia.


Kai mengambilkan air minum untuk Lia agar bisa lebih tenang. Steve datang dan memberitau kalau orang itu masih di kamar Lia.


"Kai, kita harus bawa Lia pergi dari sini." kata Steve.


"Apa maksudmu? pergi kemana?" tanya Kai.


"Lia bisakah aku bicara dengan Kai sebentar?" tanya Steve pada Lia.


Lia hanya menganggukan kepalanya. Steve mengajak Kai bicara diluar kamar Lia agar tidal terdengar olehs seseorang yang berada dikamar Lia.


"Kai, orang itu masih disini, dikamar Lia." ucap Steve.


"Apa yang kamu katakan Steve? aku tidak mengerti." ucap Kai.


"Aku lupa kekuatan kamu masih datar, aku akan memperlihatkannya padamu." Steve membuat Kai melihat seseorang yang bersembunyi dibalik lemari Lia.


Kai terkejut, ternyata benar itu adalah anak buah dari Arnes yang pernah menvoba mencelakai Lia.


Kai sangat geram, dia ingin segera menyerang orang itu. Tapi Steve melarangnya, karena itu akan membahyakan Lia.


Kai masuk kembali kekamar Lia dan mengajak Lia keluar kamarnya. Lia masih heran tapi Lia percaya pada Kai, Lia mengikuti Kai kedalam kamar Kai.


"Lia kamu disini dulu aja ya, disini aman kok." kata Kai.


"Tapi, kamu jangan tinggalin aku Kai." Lia menarik tangan Kai yang hendak pergi.


"Lia, disini aman kok, tenang aja. Steve sudah memberi pelindung dikamar ini." ucap Kai.


Kai mencium kening Lia dan pergi meninggalkan Lia dikamarnya. Kai mendatangi Steve untuk belajar kekuatan lebih dalam lagi.


Kai dan Steve diahadang Klan Hybrida saat menuju kerumah Steve. Steve melawan mereka tapi sayangnya Kai terluka oleh serangan Arnes yang sangat cepat melesat.


"Kai, kamu tidak apa-apa?" tanya Steve.


"Kita Vampire, kita tidak akan semudah itu untuk lenyap." ucap Kai sambil bangun.

__ADS_1


Kai menudian menyerang Arnes kembali dengan tenaganya yang sudah dibawah titik rendah.


Belum sempat Kai menyerang Arnes, Steve membawanya pergi dengan cepat karena Kai sudah kehabisan tenaganya.


*****


Sesampainya dirumah Steve, Kai langsung dihadapkan pada kedua orang tuanya yang sudah lama terpisah.


Tapi saat ini Kai sedang tidak sadarkan diri. Steve bingung bagaimana cara memberitau Lia dengan apa yang terjadi pada Kai sekarang.


"Pa, aku pergi dulu. Aku harus kembali kerumah itu." ucap Steve.


"Steve, apa yang kamu akan katakan pada gadis itu tentang Kai?" tanya Mama Steve


"Keadaan Kai sangat serius, mungkin dia butuh waktu yang lama untuk pulih. Ini karena dia terlalu menahan diri pada darah manusia." ucap Papa Steve.


Steve tidak berkata sepatah katapun, dia langsung pergi ke rumah Lia. Dijalan Steve sangat bingung memikirkan tentang apa yang akan ditanyakan padanya nanti oleh Lia.


*****


Steve sudah sampai dirumah Lia, Steve menemui kakek Yee terlebih dulu sebelum menemui Lia. Steve masuk kedalam kamar kakek Yee.


"Kek, Kai ..." Steve berhenti berbicara karena ternyata kakek Yee sedang bersama dengan Lia.


"Steve, Kai kenapa?" tanya Lia.


Kakek Yee melakukan kontak batin dengan Steve agar Lia tidak mengetahuinya. Setelah Kakek Yee melakukan kontak batin dengan Steve, kakek Yee tau masalah yang sebenarnya.


"Kak, jawab aku! dimana Kai?" tanya Lia.


"Lia, tenang. Kai ada disuatu tempat yang kamu tidak bisa datangi." ucap Kakek Yee.


"Maksud kakek apa?!" tanya Lia heran.


"Begini Lia, Kai akan kembali jika suatu saat dia masih bisa kembali. Jadi, selama itu kamu harus bisa menjalani hidupmu tanpa dia." ucap Steve.


Lia sangat syok, seakan tidak percaya kalau dia harus hidup tanpa seseorang yang selalu menyemangatinya.


Kakek Yee memberi kode mata pada Steve agar meninggalkan Lia dan kakek Yee. Steve mengerti dan langsung keluar dari kamar kakek Yee.


"Lia, Kai akan kembali. Jadi kamu harus bisa menerima kenyataan tanpa dia sementara waktu." ucap Kakek Yee.


"Tapi kek, Kai ... dia, dia adalah seseorang yang sangat berarti buatku kek." ucap Lia sambil menangis.


"Kakek tau, tapi ini adalah kenyataannya Lia, jadi kamu harus bisa terima. Kai menginginkan kamu bahagia tanpa dia." ucap Kakek Yee.


Lia menatap ke arah kakek Yee, Lia tidak suka dengan ucapan kakek Yee tentang Kai yang sengaja meninggalkan dia.


"Baiklah, kamu istirahat dulu. Besok Steve yang akan mengantar kamu kesekolah." ucap kakek Yee.

__ADS_1


Kakek Yee meninggalkan Lia sendirian dikamarnya san menyusul Steve yang sedang duduk di sofa. Kakek Yee menepuk bahu Steve dan membuat Steve terkejut.


"Kek," ucap Steve.


Kakek Yee menyuruh Steve untuk tenang agar Lia tidak khawatir tentang Kai, tapi Steveasih takut kalau Kai tidak terselamatkan akibat serangan Arnes.


"Bagaimana bisa Kai sampai terkena serangan Arnes?" tanya Kakek Yee.


"Kek, ceritanya panjang. Aku ceroboh kek, aku tidak bisa melindunginya." ucap Steve sedih.


"Aku tau, tapi mungkin ini yang terbaik. Kai harus menjalani musibah ini agar dia bisa bangkit." ucap Kakek Yee.


Steve tidak mengerti ucapan kakek Yee, tapi Steve memahami maksud dari kakek Yee tentang Kai.


*****


Keesokan harinya, Steve mengantar Lia kesekolahnya, Steve juga masuk disekolah itu.


Sebagai murid baru yang cool Steve menjadi sorotan cewek-cewek dikelas Lia. Steve menebar pesona pada semua gadis di sekolah Lia.


"Steve bisa gak kalau kamu nggak sok kecakepan kayak gitu." ucap Lia kesal.


"Hahaha, Lia aku gak sok kecakepan, tapi memang aku cakep." ucap Steve percaya diri.


"iuhhh pede bener kamu." ucap Lia.


Lia duduk dibangkunya, dan dia teringat pada Kai. Kai yang biasanya tidur dibangku sebelah Lia, kini sudah tidak ada.


Lia sedih, merasa kehilangan sosok yang dia rindukan. Air mata Lia mulai membasahi pipinya, Steve mengerti kenapa Lia menangis pada saat itu.


.


.


.


.


.


MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...


**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...


DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...


NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...


TERIMA KASIH ...

__ADS_1


__ADS_2