
Steve mendekati Kai yang terdiam di pojokan sofa, Karena Kai tidak menyukai Steve yabg sombong dengan kakuatannya itu.
"Bagaimana adikku, apa kamu sudah siap bertempur bersama kakakmu ini?" ucap Steve. Senyuman dibibir Steve membuat Kai merasa sangat kesal, seperti sedang mengejek dirinya.
Kai hanya diam tidak berkata apa pun pada Steve yang tersenyum padanya, sampai Kakek Yee menegurnya, Kai terpaksa menerima bekerja sama dengan Steve.
"Baiklah! kapan kita berangkat?" ucap Kai.
"Sekarang juga, karena sudah tidak ada waktu lagi." ucap kakek Yee.
"Baiklah kakek, kami berangkat dulu." ucap Kai.
Kai dan Steve menuju ke markas tempat Arnes menyembunyikan Lia. Kai diam-diam mengamati dari jauh, Steve masuk dengan menyamar sebagai ras hybrida. Anak buah Arnes tidak menyadari keberadaan Steve karena memang rata-rata mereka menggunakan topeng.
Kai, melihat Arnes mendekati Lia disebuah kamar. Lia merasa ketakutan dengan mata yang ditutup oleh Arnes, karena Arnes tidak ingin Lia tahu tentang dirinya yang sebenarnya.
'Sialan, Arnes kamu sangat licik!!' batin Kai kesal.
Kai menyelinap masuk kedalam kamar itu tanpa sepengetahuan Arnes. Saat Arnes keluar, Kai mencoba melepaskan ikatan Lia, tapi gagal karena Ikatan itu diberi mantra oleh Arnes, dan hanya dia yang bisa menghilangkan mantra itu.
'Sialan, Arnes kamu benar-benar binatang.' batin Kai.
Lia merasa kenal dengan bau parfum yang sedang bersamanya saat ini. Kai berdiri didekat Lia, Kai memikirkan cara agar bisa membebaskan Lia dari mantra Arnes.
Tiba-tiba dari luar terdengar kegaduhan, Ternyata penyamaran Steve diketahui oleh Arnes. Kai langsung berlari keluar untuk menolong Steve.
"Steve ..." teriak Kai. Kai lalu mendekati Steve.
"Kai, selamatkan Lia, aku akan mengurus Arnes." ucap Steve.
"Dia memasang mantra pelingdung di tali yang ada ditubuh Lia Steve, aku tidak bisa membukanya." ucap Kai.
"Sial, kamu alihkan pikiran Arnes, aku akan mencoba membuka ikatan itu." ucap Steve.
"Baik." ucap Kai.
Kai mengalihkan perhatian Arnes, Steve kemudian masuk kedalam kamar itu untuk menyelamatkan Lia.
"Jadi, kamu benar-benar ingin melawanku dengan kekuatanmu itu Kai?" ucap Arnes, dengan nada mengejek pada Kai.
"Hem, kenapa? apa kamu takut?" ucap Kai.
"Hahaha, aku takut pada Vampire seperti kamu? kamu bukan tandinganku Kai. Jadi menyerah sajalah, biarkan Lia bersamaku menjadi Vampire pendampingku." ucap Arnes.
"Jangan mimpi." ucap Kai.
__ADS_1
Pertarunganpun terjadi antara Kai dan Steve, kekuatan Kai yang masih di level bawah sngat gampang di kalahkan oleh Arnes.
Steve berhasil melepaskan ikatan yang di veri mantra oleh Arnes, kemudian Steve membuat Lia pingsan agar tidak melihat kejadian yang sedang terjadi.
"Baiklah, Kai akhiri pertarungan ini. ayo kita pergi." ucap Steve dan langsung pergi dengan cepat kilat bagai angin menghilang.
"Selamat tinggal Arnes." ucap Kai dan menyusul Steve pergi.
"Sialan, bagaimana dia bisa membuka tali itu? ternyata aku terlalu meremehkan rambut pirang itu." ucap Arnes kesal.
*****
Setibanya dikediaman Lee, Steve membawa Lia kedalam kamarnya, dan menidurkan Lia diranjangnya. Kai berterima kasih pada Steve karena telah menolong Lia dari Arnes.
"Aku sekarang yakin, kekuatanmu memang diatasku." ucap Kai.
Kai dan Steve berbincang-bincang didekat kolam renang, mereka meninggalkan Lia dikamarnya dengan perlindungan mantra Steve dikamar Lia, agar Ras Hybrida tidak bisa masuk.
"Kai kita sudah lama berpisah, Apa kamu tidak ingin kembali kerumah?" tanya Steve.
"Rumah? aku tidak punya rumah lain selain rumah kakek Yee." ucap Kai.
Kai kemudian terdiam menunduk, menatap air dikolam renang itu dengan mata yang berkaca-kaca. Steve menyadari kesedihan Kai yang diacuhkan oleh keluarganya sendiri.
"Kai ..." ucapan Steve dipotong oleh Kai.
Steve hanya terdiam mendengar perkataan Kai, Steve seakan ingin memeluk adiknya yang sedang duduk bersamanya saat ini. Tapi Steve tau itu tidak mungkin untuk saat ini, karena Kai begitu sangat terluka.
'Kai, seandainya kamu tau kebenaran tentang kakek Yee, mungkin kamu mau kembali kekeluargamu lagi.' batin Steve.
"Yah, sepertinya malam semakin dingin. Atau akan ada hujan turun? tapi bukan dari atas langit sepertinya." ucap Steve.
"Maksudmu? hujan dari mana." tanya Kai penasaran.
"Wah, kamu tidak tau? hujan nya ada dimatamu." ucap Steve sambil tertawa.
"Kurang ajar kamu Steve ..." ucap Kai kesal.
Steve hanya mencoba menghibur Kai, dan itu berhasil. Kai yang sedih kembali emosi seperti biasanya, mungkin hanya itu yang bisa dilakukan oleh Steve untuk Kai. Hanya bisa menghibur dan mengejek meskipun sebenarnya Steve sangat menyayangi adiknya itu.
*****
Keesokan harinya Lia bangun dari tidurnya, Kai masih menemani Lia disofa kamar Lia. Lia mendekat pada Kai yang masih tertidur, dan kemudian Lia tersenyum melihat wajah polos Kai itu.
'Kai, bolehkah aku memelukmu sekarang?' batin Lia.
__ADS_1
Lia lalu memeluk Kai yang masih tertidur, Lia tidak peduli Kai vampire atau bukan, karena sekarang baginya Kai adalah yang terpenting.
"Lia, kamu sudah bangun?" ucap Kai kaget saat melihat Lia memeluknya.
"Iya, makasih Kai. Aku tau kamu yang sudah menyelamatkanku, maafkan aku karena aku tidak jujur pada perasaanku." ucap Lia sambil menangis dipelukan Kai.
Kai sedikit bingung dengan tingkah Lia, tapi Kai mencoba menenangkan Lia terlebih dulu agar bisa bicara dengan santai.
"Hei, ada apa? kenapa kamu menangis." ucap Kai sambil menghapus air mata dipipi Lia.
"Kai, aku ..." ucapan Lia terhenti saat Steve tiba-tiba masuk kedalam kamar Lia.
Lia tudak tau siapa Steve, Lia masih heran kenapa ada orang lain dirumahnya saat ini selain Kai. Lia baru ingat dia tidak melihat kakeknya sama sekali setelah dia sadar.
"Apakah aku masuk diwaktu yang tidak tepat? tapi maaf, aky hanya memberitaukan kalau sarapan sudah siap nona dan tuan." ucap Steve sedikit mengejek Lia dan Kai.
"Hei, siapa kamu? aku tidak tau dan tidak siapa dirimu, dan kemana kakekku?" ucap Lia.
Kai dan Steve terdiam, karena tidak sanggup mengatakan pada Lia tentang kebenaran Kakek Lee.
Karena Kai dan Steve terdiam, Lia langsung pergi keluar kamarnya mencari kakek Lee. Tapi dia malah bertemu dengan kakek Yee dimeja makan. Lia bingung kenapa banyak orang baru dirumahnya, lalu Lia mendekati kakek Yee yang sedang sarapan.
"Maaf, kakek siapa?" tanya Lia.
"Aku teman dari kakek mu nak." ucap kakek
Yee.
"Lalu, dimana kakek ku sekarang?" tanya Lia penasaran.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
__ADS_1
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...