Rahasia Sang Pemburu Darah

Rahasia Sang Pemburu Darah
Chap_11.


__ADS_3

Saat taring Arnes yang tajam hampir menancap dileher Lia yang jenjang, tiba-tiba seseoarang dengan cepat memabawa Lia pergi, Arnes menahan tangan Lia, tapi Arnes malah terhempas ke tanah.


Arnes berusaha mengejarnya tapi sayangnya kecepat orang itu luar biasa, hingga Arnes menyerah untuk mengejar orang itu. Sialnya Arnes terkena duri beracun dan dia langsung bergegas kembali ke rumahnya.


Lia langsung disadarkan oleh orang itu setelah jauh dari Arnes, Lia heran apa yang sudah terjadi, tiba-tiba dia sudah kembali kerumah orang tua Kai.


"Kamu, kamu siapa?" tanya Lia pada seseorang yang menolongnya itu.


"Hai, namaku Angel." Angel mengulurkan tangan pada Lia sambil tersenyum.


Lia membalas jabatan tangan gadis itu, Lia bingung kenapa Angel membawanya kerumah orang tua Kai. Meskipun Lia masih belum tau kalau itu adalah rumah orang tua Kai, tapi pikiran Lia mengatakan demikian.


Steve kelyar dari rumah itu, dan melihat Lia bersama Angel. Steve langsung menghampiri mereka, dan menegur Angel yang suka jahil.


"Angel, apa yang kamu lakukan? kenapa Lia masih disini, bukannya dia tadi sudah pergi?" ucap Steve.


"Hei, jangan salah faham dulu. Aku sudah menyelamatkannya dari Klan Hybrida tadi." jawab Angel dengab santai.


"Ya sudah, kembali ke kamarmu." ucap Steve.


"Iya-iya, inu juga mau ke kamar."Angel berjalan dengan santai seakan mengejek Steve.


Steve mendekati Lia, Steve ingin membicarakan tentang Lia dan Kai. Tapi Mama Kai datang dan menyuruh Lia untuk memgikutinya ke kamar Kai.


Sesampainya di kamar Kai, Lia duduk di sofa bersama Mama Kai. Lia merasa sangat canggung dalam keheningan itu, kemudian Mama Kai mulai berbicara.


"Lia, apa kamu ingin Kai selamat?" tanya Mama Kai.


Lia hanya terdiam, sebenarnya didalam hatinya Lia menginginkan itu. Tapi Lia hanya masih perlu berpikir untuk memberikan darahnya untuk Kai.


"Aku tau, ini pasti berat untukmu. Tapi memang ini kenyataannya, kamu dan Kai sudah terikat hubungan darah sejak kalian kecil. Kamu membutuhkan Kai, Kai juga begitu Lia, kalian tidak akan bisa dipidahkan satu sama lain." ucap Mama Kai.


Lia tidak berkata apa-apa, dia malah mendekat pada Kai yang masih memejamkan matanya. Lia menangis, serelah berpikir panjang, Lia mau memberikan darahnya untuk Kai.


Lia mengambil pisau di dekat ranjang Kai, Saat Lia mau mengiris tangannya, Mama Kai menghentikan Lia. Lia terkejut, dan juga bingung kenapa Mama Kai menghentikan dia.


"Lia, hanya satu tetes darahmu saja sudah cukup untuk Kai. Kamu tidak harus mengiris pergelangan tanganmu." ucap Mama Kai sambil tersenyum.

__ADS_1


Mama Kai menyuruh Lia menggores jarinya saja dan mengarahkan jarinya ke bibir Kai. Lia membiarkan darah yang menetes dari jarinya itu masuk kedalam tubuh Kai melalui bibirnya.


Setelah beberapa menit, jari Lia masih menempel di bibir Kai, dan perubahan wajah Kai yang tadinya pucat sudah bersinar lagi.


Lia terkejut melihat perubahan itu tepat didepan matanya, Lia senang dan juga terkejut. Kai berbeda, dia lebih bersinar dari Kai yang dia kenal dulu.


"Kai, kamu sudah sadar?" ucap Steve mendekati Kai.


Kai perlahan-lahan membuka matanya, saat mendapati Lia didekatnya, Kai jelas membuat Lia terkejut karena dia tidak mengingat siapa Lia.


Ini juga tidak terduga, semua yang ada disana tidak menyangka akan ada hal seperti ini yang terjadi. Kai melupakan sebagian kenangan yang terpenting dalam hidupnya.


"Kai, ini aku Lia. Apa kamu tidak mengenalku?" tanya Lia lembut pada Kai.


"Maaf, tapi aku benar-benar tidak mengenalmu." ucap Kai.


Kata-kata Kai membuat Lia menjadi sedih, kebahagiaan yang Lia nantikan saat Kai membuka matanya, kini menjadi penderitaan baginya.


Steve dan orang tua Kai menjauh dari Lia dan Kai. Steve bingung, lalu Steve bertanya yang sebenarnya pada papa dan mama Kai.


"Apa yang terjadi? kenapa Kai bisa meluoakan Lia?" tanya Steve.


"Apa maksudnya dia tidak akan mengingat Lia kembali?" tanya Steve.


"Bisa, tapi itu butuh proses. Lia harus memancing ingatan Kai agar kembali, tapi ini masih 50% dari perkiraanku." ucap Papa Kai.


"50%? apa maksudnya." Steve masih tidak mengerti dengan perkataan papa nya itu.


" Lebih baik begini dulu Steve, biarkan Kai menempuh kehidupannya tanpa Lia dulu. Aku yakin kamu bisa menjaga Lia selama Kai dalam masa pemulihan." ucap Papa Kai.


Steve terdiam, sebenarnya dia masih tidak mengerti apa yang di ucapkan papa nya itu. Tapi yang Steve tau, Kai harus belajar pemulihan dan ilmu yang diwarisi oleh papa nya. Dan lebih baik jika Kai tidak mengingat Lia untuk sementara sampai Kai sembuh.


Lia yang merasa sanngat kecewa terus memaksa Kai untuk mengingat dirinya, tapi usaha Lia sia-sia, Kai masih tetap tidak mengingatnya.


"Li, lebih baik kira pulang dulu. Biarkan Kai istirahat, dia baru sadar bukan?" ucap Steve membujuk Lia.


"Ta-tapi, Kai dia ..."

__ADS_1


"Aku tau, aku mengerti perasaan kamu. Tapi lebih baik jika kita meninggalkan Kai lebih dulu, ayo kita pulang." ajak Steve.


Lia menuruti perkataan Steve,dia berjalan sambil menangis sembari melihat ke arah Kai yang masih duduk di tempat tidurnya.


Lia merasa sangat kecewa, tapi apa boleh buat, kenyataan yang harus dia terima lebih pahit dari yang dia bayangkan.


Diperjalanan, Lia masih menangis dan bertanya pada Steve sebenarnya mereka ada hubungan apa sehingga papa dan mama Kai sangat percaya pada Steve.


Steve menceritakan awal mula dia bertemu dengan orang tua Kai, sampai dia bisa menjadi seperti sekarang ini.


Dulu Steve hampir kehilangan nyawanya karena serangan Klan Hybrida, Steve yang masih kecil belum mengerti apa-apa tentang kehidupan vampire. Saat orang tua Steve terbunuh, Steve ingin melawan dan menghabisi pasukan dari Klan Hybrida itu. Tapi orang tua Kai menahannya, mereka membawa Steve diam-diam lari dari tempat kejadian. Steve yang masih polos, di ajarkan semua ilmu vampire yang dimiliki papa Kai, dan diam-diam Steve mengawadi setiap gerak -gerik Kai saat Kai tinggal bersama Kakek Yee.


"Jadi, kamu bukan kakak Kai yanh sebenarnya?" tanya Lia.


"Bukan, aku hanyalah anak angkat dari orang tua Kai." ucap Steve sambil mengemudi mobilnya.


Lia melihat Steve, dia merasa Steve orang yang sangat tegar setelah kejadian yang dia alami sewaktu kecil.


.


.


.


.


.


MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...


**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...


DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...


NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...


TERIMA KASIH ...

__ADS_1


IG: Blue Flower


__ADS_2