
Steve mendekati Lia dan mencoba menghiburnya dengan semua keisengan yang dia lakukan. Tapi Lia malah cuek dan tidak mempedulikan Steve, Steve mencoba memberi pengertian pada Lia.
"Lia, dengan begini kamu gak akan bisa hidup tenang. Kai menginginkanmu bahagia Lia, ingat itu!" ucap Steve pada Lia.
Lia terdiam dan menghapus air matanya, dan dia langsung menatap ke arah Steve dengan tatapan tajam tapi tidak marah.
"Steve, Kai segalanya buatku. Untuk melupakannya itu sangatlah sulit, kamu tau? dia segalanya bagiku, aku tidak mau kehilangan dia." ucap Lia, dan air mata Lia pun menetes lagi di pipinya.
Steve memeluk Lia, dan mencoba menenangkannya. Tapi Steve berpikir kembali, bagaimana bisa Arnes lepas dari ikatan mantra penghalang yang Steve buat untuknya.
Lamunan Steve buyar saat bel sekolah berbunyi dan anak-anak kembali masuk kelas. Steve duduk ditempat duduk Kai, di samping Lia tentunya.
Setelah pelajaran selesai, Steve mengamati Arnes yang mendekati Lia. Steve hanya diam karena Kai menyuruhnya untuk tidak membongkar kebenaran tentang Arnes pada Lia.
"Hai Lia, mau pulang bersamaku?" tanya Arnes.
"Ah, maaf Arnes aku pulang bersama Steve." jawab Lia.
"Wah, ternyata tidak ada Kai kamu sudah dapat yang baru kah?" ucap Arnes sedikit mengejek Lia.
"Jaga bicaramu Steve, aku bukan seperti yang kamu pikirkan." ucap Lia kesal.
Lia berjalan melewati Arnes dan menghampiri Steve, tapi Arnes menarik tangan Lia dengan paksa. Lia terkejut saat Arnes menariknya, dan Lia memberontak.
Steve masih diam karena mengingat ucapan Kai, tapi Steve tetap mengamati mereka dan mendengarkan pembicaraan mereka dari jauh.
"Arnes, jangan lewati batasanmu!" bentak Lia sambil berusaha melepaskan tangannya dari Arnes.
"Aku tidak mau ada yang memilikimi selain aku." ucap Arnes.
"Kamu ..." ucapan Lia terpotong saat Steve tiba-tiba sudah dihadapannya.
"Arnes, lepaskan Lia!" ucap Steve.
"Waw, pahlawan kedua datang saat pahlawan pertama tidak ada." ejek Arnes pada Steve.
Steve sudah greget ingin menghajar Arnes, tapi dia menahannya karena tidak ingin berdampak buruk untuk Lia.
"Sepertinya perdebatan kita cukup sampai disini saja, aku akan membawa Lia pulang. Jadi, jaga batasanmu sebelum aku bertindak lebih jauh." ucap Steve memegang tangan Lia danenjauhi Arnes.
Steve dan Lia menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan Arnes denga kekesalannya.
'Steve, tunggu saja apa yang akan terjadi, Lia hanya milikku.' batin Arnes sambil tersenyum sinis.
***
__ADS_1
Dirumah Kai dirawat oleh papa dan mama nya, kekuatan Kai semakin melemah akibat serangan Arnes, racun itu sudah berjalan keseluruh tubuh Kai.
Papa Kai bingung harus bagaimana lagi agar bisa menyelamatkan keturunannya satu-satunya. Mama Kai hanya bisa menatapi Kai yang masih tertidur.
Waktu sudah berlalu 7 hari, tapi Kai masih belum juga membuka matanya. Steve datang dan menemui Kai yang masih berbaring ditempat tidurnya.
"Pa, Ma, bagaimana keadaan Kai?" tanyq Steve.
"Steve, racunnya sudah menjalar keseluruh tubuh Kai. Racun klan Hybrida sangatlah kuat, papa sudah berusaha mengekuarkanya, tapi dia-sia saja Steve." ucap Papa Kai.
"Sudah bertahun-tahun lamanya aku bisa menatap anakku dari dekat, tapi dia tidak membuka matanya." ucap mama Kai sambil menangis.
Steve merasa sangat bersalah karena Kai tidak juga bangun dari tidurnya, Steve merasa kesal pada dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi Kai.
"Ini semua salahku, aku tidak bisa menjaga Kai dengan baik." ucap Steve.
"Steve, ini bukan salahmu. Ini semua karena Kai memang belum bisa mewarisi semua ilmu dariku." ucap papa Kai.
Steve menangis memeluk papa Kai, perasaan Steve kacau. Dia menyayangi Kai melebihi dirinya sendiri, bertahun-tahun Steve selalu menjaga dan mengawasi Kai dari jauh tanpa sepengetahuan Kai.
Papa dan mama Kai sangat berterima kasih karena Steve bisa menyayangi Kai seperti adiknya sendiri.
"Steve, kamu jagalah gadis itu selama Kai belum sadar." ucap mama Kai.
"Apa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan Kai dari racun itu?" tanya Steve.
Mama dan papa Kai saling pandang mendengar ucapan Steve. Mereka tau penangkal racun itu, tapi mereka tidak tau bagaiman cara mengatakannya pada Steve.
"Katakanlah, aku akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan Kai." ucap Steve.
"Ada, tapi ... " mama Kai terdiam sejenak karena ragu untuk mengatakannya.
"Ma, tapi apa?" tanya Steve penasaran
"Steve penawar racun itu habya satu yaitu darah Lia." ucap papa Kai.
"Apa? darah Lia? kalian serius." tanya Steve kaget.
"Iya, hanya itu penawarnya, karena Lia dan Kai sudah terikat hubungan sejak mereka kecil. Jadi, hanya darah Lia saja yang bisa menghilangkan racun didalam tubuh Kai." ucap papa Kai.
Steve terdiam dan memikirkan ucapan papa Kai. Steve berpamitan pulang kerumah Lia terlebih dulu dan akan memikirkan caranya tentang darah Lia.
***
Sesampainya dirumah Lia, Steve menceritakan kepada kakek Yee tentang darah Lia dan hubungan Kai dan Lia.
__ADS_1
Steve sempat terheran kenapa harus darah Lia penawarnya? apa hubungan Kai dan Lia sejak kecil yang dimaksud papa nya itu. Steve bertanya pada kakek Yee tentang semua yang dia pikirkan itu.
"Steve, mereka memang sudah terikat pernanjian darah dari kecil." kata kakek Yee.
"Jadi benar apa yang dikatakan papa?" tanya Steve.
"Yah, kamu belum ada waktu itu Steve. Ceritanya sangat panjang, makanya Lia dan Kai tidak bisa dipisahkan." ucap Kakek Yee.
Steve masih tidak mengerti dan masih penasaran, apa yang membuat Kai dan Lia bisa terikat perjanjian darah. Steve masih terus bertanya pada kakek Yee, tapi kakek Yee tidak menjawabnya.
"Steve, suatu saat kamu juga akan tau semuanya. Bukan cuma kamu, Kai dan Lia mereka juga tidak mengetahui hal ini." ucap kakek Yee.
"Jadi, mereka tidak mengetahui apa pun tentang ini kek?" tanya Steve.
"Iya, Lia bahkan sempat menghindari Kai waktu tau Kai adalah Vampire. Tapi, kemudian dia menerima kenyataan kalau Kai adalah vampire karena memang mereka sudah tidak bisa dipisahkan." kata Kakek Yee.
Tiba-tiba Lia datang dan menyela pembicaraan Steve dan kakek Yee. Steve dan kakek Yee terkejut saat melihat Lia, mereka berharap Lia tidak mendengar pembicaraan mereka.
"Kalian sedang membicarakan apa? apa tentang Kai." tanya Lia sambil mendekati Steve dan kakek Yee yang sedang duduk di sofa.
"Lia, kita sedang membahas masalah penyerangan kemarin." ucap kakek Yee.
Steve hanya terdiam karena tidak tau mau menjawab apa.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
IG: Blue Flower
__ADS_1