Rahasia Sang Pemburu Darah

Rahasia Sang Pemburu Darah
Chap_32.


__ADS_3

Perempuan itu seperti menyadari ada seseorang yang sedang mengamatinya dari jauh. Wujudnya langsung berubah, ular di tubuhnya menghilang seketika.


Kemudian perempuan itu berjalan ke arah pohon yang sangat besar, dia mulai mendekati Steve yang berada di sana. "Hei, siapa di sana?" tanya perempuan itu sambil berjalan.


Steve mulai gugup saat perempuan itu mendekat. Tapi tidak ada waktu buat Steve untuk pergi dari sana. 'Oh, ya tuhan. Kenapa dia malah mendekat.' gumam Steve.


Steve tidak punya cara lain, dia langsung keluar dari balik pohon itu. Ia lalu langsung berhadapan dengan perempuan itu,bola matanya yang hitam, kulitnya yang putih, dan tubuh yang tadi di balut dengan ular sekarang sudah di balut dengan gaun berwarna merah terang dan sangat pantas untuk dia yang sangat cantik rupawan.


"Steve!" perempuan itu terkejut kala dia mendapati yang mengikutinya sedari tadi adalah Steve.


"Kamu siapa? kenapa kamu bisa mengenalku?" Steve heran karena dia merasa tidak pernah bertemu dengan perempuan yang sedang ada di hadapannya itu.


'Astaga, aku lupa kalau aku sekarang di wujud Lilith.' batin perempuan itu.


"Aku-Aku ... aku hanya pernah mendengar nama itu," ucap perempuan itu mencoba mengelabui Steve.


Steve masih penasaran bagaimana cara perempuan itu mengetahui namanya. Pikiran Steve penuh dengan tanda tanya pada perempuan cantik yang ada di hadapannya kini.


"Siapa kamu sebenarnya?" Steve masih bertanya pada dewi malam itu.


"Aku, namaku Lilith." Perempuan itu memperkenalkan namanya.


"Lilith," ucap Steve.


"Yah, kenapa? apa ada yang salah," tanya Lilith.


"Tidak, aku hanya heran." Steve masih tidak percaya jika dia bisa berhadapan langsung dengan Lilith.


Lilith yang di ketahui oleh Steve adalah seorang wanita cantik yang berhati iblis. Dia bisa mengelabui siapa pun dengan paras ayu nya yang memesona.


Tapi berbeda dengan Lilith yang ada di hadapannya. Dia memang cantik, tapi dia bukan seperti apa yang di ketahui oleh Steve. 'Sepertinya dia tidak jahat seperti Lilith yang lain.' batin Steve.


Tapi Steve masih penasaran karena dia tadi keluar dari tenda Angel dan Velly. Dia langsung berniat melihat keadaan Angel dan Velly yang sedang ada di tenda.


"Tunggu, kamu mau kemana?" tanya Lilith yang menghentikan langkah Steve.


"Aku ingin kembali ke tendaku. Sudah malam, aku juga butuh istirahat," kata Steve.


Lilith pun tersenyum. "Bukankah kamu adalah kelelawar? kelelawar tidak butuh tidur, bukan?" Seketika perkataan Lilith kembali membuat Steve tercengang.


"Bagaimana bisa kamu mengetahui semua tentangku?" Steve kembali mendekati perempuan itu.

__ADS_1


Tapi saat Steve mendekatinya, Lilith mulai mundur dari posisinya berdiri. Dia seperti menghindari Steve, entah apa yang membuat Lilith menghindarinya. Tapi ini semakin membuat Steve penasaran.


Lilith kemudian pergi meninggalkan Steve. "Hei, jangan lari!" teriak Steve. Steve mencoba mengejar perempuan itu, tapi dia menghilang dengan cepat.


"Aneh," ucap Steve.


Kemudian Steve ingat kalau dia ingin melihat keadaan Angel dan Velly karena perempuan itu tadi keluar dari tenda mereka. " Aku harus segera ke sana." Steve berlari menuju tenda Angel.


Sesampainya di depan tenda Angel, Steve memanggil Angel. Dia tidak ingin langsung masuk karena itu tenda perempuan. "Angel, Angel bisakah kamu keluar sebentar," ucap Steve.


Angel yang hampir terlelap jadi terbangun karena Steve memanggilnya. "Iya kak sebentar." Angel mengusap kedua matanya, dan langsung membuka tendanya.


"What is wrong? why wake me up," ucap Angel.


"Kemana Velly? apa dia masih di dalam?" tanya Steve.


"Velly? ya, dia masih tidur. Ada apa?" Angel mulai penasaran saat Steve tiba-tiba menanyakan Vellany.


"Nothing, kamu kembalilah tidur. Aku akan kembali ke tenda juga," ujar Steve.


"Hais, Dasar loe bikin kesel Steve!" Bentak Angel dengan kesalnya.


Angel kemudian kembali tidur, Steve juga kembali ke tendanya. Dia mendapati Kai yang masih berjaga. "Belum tidur juga kamu?" tanya Steve sambil masuk ke dalam tendanya.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Steve sambil duduk di sebelah Kai.


"Aku? tidak ada. Hanya belum bisa tidur aja," ujar Kai sambil menaruh gitar yang sedari tadi dimainkannya.


Steve kadang tidak bisa mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh adiknya itu. Dia selalu tertutup pada semua orang, bahkan kepada orang tuanya pun dia tidak pernah membuka diri.


Steve teringat tentang perempuan yang tadi dia lihat, dia ingin menceritakannya pada Kai. "Kai, itu ...." belum sempat Steve bercerita, Kai sudah memotong ucapannya.


"Oh, ya Steve. Aku udah ngantuk, aku akan beristirahat dulu," ucap Kai sambil merebahkan tubuhnya di tikar.


"Ok," jawab Steve.


Steve tidak jadi menceritakan kejadian yang dia lihat tadi, dan tentang perempuan yang mengaku dirinya adalah Lilith itu. Akhirnya Steve juga memutuskan untuk tidur.


Saat Steve mulai memejamkan matanya, wajah perempuan itu mulai terbayang di ingatannya. "Astaga, ada apa ini?" Steve kembali terbangun. Dia merasa gelisah setelah bertemu dengan perempuan cantik itu.


Seakan dia tidak bisa melupakan tatapan dan senyuman indah perempuan itu. 'Tidak! aku harus fokus pada Lia. Aku harus bisa melupakan perempuan itu." batin Steve. Akhirnya Steve kembali tidur.

__ADS_1


***


"Kamu? kenapa kamu bisa di sini?" Steve kaget melihat perempuan itu kembali.


Lilith tersenyum dan mulai mendekati Steve yang sedang duduk di ranjangnya. Dia mulai mendekat dan melingkarkan tangannya di leher Steve.


"A-apa yang mau kamu lakukan?" Steve gugup saat Lilith mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Steve.


Seketika Steve bangkit dari tempat tidurnya dan mendorong Lilith. Dia mencoba menghindari perempuan itu, tapi peremluan itu terus mendekati dan menggodanya.


"Steve, menurutmu aku bagaimana, bukankah aku cantik? lalu kenapa kamu menolakku?" tanya Lilith sambil memeluk Steve dari belakang.


memang pesona Lilith selalu membuat para laki-laki ridak tahan untuk terus menyentuh dan memandangnya. Tapi Steve mencoba bertahan agar tidak tergoda pada perempuan yang sedang memeluknya itu.


"Steve, ayolah. Bukankah kamu juga menyukai tubuhku?" Lilith mulai membuka satu persatu kancing kemeja Steve.


"Tolong jangan seperti ini, aku tidak ingin melakukannya." Tegas Steve sambil menahan tangan Lilith.


Tapi Lilith hanya tersenyum dan langsung mendaratkan ciuman pada bibir laki-laki tampan itu. Steve pun sudah tidak bisa menahan gairahnya lagi saat Lilith memulainya terlebih dahulu.


Perasaan mereka sudah bercampur aduk dengan hasrat yang sudah tersirat di benak mereka berdua. Adegan itu berlanjut terus hingga Steve melepas kecupannya.


.


.


.


.


.


MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...


**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...


DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...


NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...


TERIMA KASIH ...

__ADS_1


IG : Blue Flower


__ADS_2