
"Kai mau kemana kamu?!" Seru Papa Kai memanggil Kai yang berjalan menuju kamarnya.
Tapi Kai tetap tidak peduli dengan ucapan ayahnya itu. Dia tetap berjalan tanpa menoleh kebelakang sedikitpun. Ia hanya tidak suka jika keluarganya menyembunyikan sesuatu dari dirinya, apa lagi sesuatu yang telah menghancurkan kehidupannya saat ini.
"Tante, om, biar saya saja yang membujuk Kai." Arnes pun meninggalkan meja makan dan menyusul Kai yang sudah masuk kedalam kamarnya.
"Kai ...."
"Aku sedang tidak ingin membahas apa pun saat ini," ucap Kai.
Arnes melangkahkan kaki mendekati Kai yang terpuruk dalam kesedihannya itu. Arnes mencoba kembali untuk menghibur Kai. Melihat Kai yang sekarang, sungguh Arnes tidak percaya jika seorang Vampir yang kuat juga bisa terpuruk dalam sebuah ikatan cinta yang dalam.
"Aku tahu, tapi kamu harus bangkit. Lia juga tidak akan suka melihatmu seperti i
ni," kata Arnes.
Selang beberapa menit kemudian Angel pulang. Acara kemah sudah selesai, maka dari itu Angel kembali kerumah orang tua Kai. Tanpa basa-basi Angel berlari ke arah kamar Kai.
"Kai ... Kai, kamu jangan seperti ini. Aku yakin Lia sudah tenang disana." Angel mencoba menyemangati Kai lagi.
"Angel, kapan kamu datang?" tanya Kai.
"Baru saja. Acara sudah selesai jadi aku langsung pulang." jawab Angel.
"Baiklah, kalian keluar saja. Aku ingin istirahat dulu," ucap Kai.
"Ta ... tapi,"
"Angel ayo kita keluar, aku juga ingin berbicara sesuatu padamu." Arnes mengajak Angel untuk pergi dari kamar Kai.
Angel dan Arnes pun keluar dari kamar Kai dan menuju halaman belakang. Sesampainya di halaman belakang mereka duduk di kursi dan mulai berbicara.
"Ada apa?" tanya Angel.
"Kita harus berbuat sesuatu agar Kai bisa kembali normal dan melupakan kesedihannya," kata Arnes.
"Bagaimana caranya? kamu tau sendiri kan kalau Kai begitu terpuruk karena kehilangan Lia. Tidak mungkin dia bisa kembali dalam waktu cepat," ucap Angel.
__ADS_1
"Aku tau itu, tapi kita harus segera bertindak ngel, cuma Ka yang bisa mengalahkan Klan Hybrida."
Angel berpikir bagaimana bisa Kai mengalahkan mereka dalam keadaannya sekarang. Kepergian Lia begitu mendalam dalam hati Kai. Kesedihan itu tetus berlarut.
"Apa yang aku lihat?!" Angel tersentak kaget dengan penglihatannya itu.
"Ada apa?" tanya Arnes yange heran melihat Angel begitu terkejut.
"Arnes, aku melihat Lia. Iya, Lia aka kembali di kehidupan Kai," kata angel.
"Bagaimana mungkin seseorang yang telah tiada bisa kembali?" ucap Arnes.
"Aku tidak tau, tapi aku yakin semua akan terjadi, hanya menunggu waktu untuk mengembalikan Kai pada cintanya."
*****
Dua puluh tahun kemudian.
Kai masih dengan kesedihan atas kepergian orang yang sanga ia kasihi. Ia berjalan untuk mencari udara, bosan yang sudah melanda hatinya membuat dirinya menyusuri jalanan tanpa arah dan tujuan.
Ia seperti orang yang sudah tidak punya semangat untuk hidup. Seperti orang yang suah kehilangan akal sehat, ia tidak melihat ada orang yang ingin menikamnya dari belakang.
tapi Kai tidak peduli, seakan dirinya tidak mendengar apa pun. Ia terus saja berjalan tanpa melihat kebelakang. Tapi wanita itu langsung mendorongnya untuk minggir saat seorang laki-laki ingin menusuknya dari belakang.
Wanita itu menghalangi niat buruk laki-laki itu pada Kai. Ia menahan pisau yang di arahkan pada Kai tadi. Lalu ia bertarung melawan kedia laki- laki itu hingga mereka lari.
"Hei, ku tidak apa-apa?" tanya wanita itu pada Kai yang terjatuh karena di dorong wanita itu.
"Tidak, terima kasih." Kai masih menunduk belum melihat sosok cantik yang telah menolongnya tadi.
Kai mulai berdiri dan berjalan kembali. Tapi rambut panjang itu menghalangi penglihatannya. Kai menoleh ke arah wanita cantik itu yang memiliki rambut indah dan panjang.
Tapi wanita itu sudah menghadap kebelakang, hanya punggungnya saja yang Kai lihat. Tapi Kai merasa sangat dekat dengan wanita itu, entah kenapa Ia seakan melihat sosok Lia kembali dalam diri wanita itu.
"Tidak mungkin, hanya perasaanku saja." Kai memungkiri apa yang ia rasakan saat itu.
Ia lalu melanjutkan perjalanannya untuk kembali pulang kerumahnya. Di perjalanan, Kai teringat jika ia belum mengucapkan terima kasih pada wanita itu. Ia berniat berbalik tujuan untuk mengejar wanita yang telah menolongnya tadi.
__ADS_1
"Aku harus menemukannya." Kai berbalik arah tujuan.
"Kai!" teriak Arnes dari seberang jalan.
"Arnes, kamu disini?" tanya Kai.
"Yah, tadi aku tidak sengaja melihatmu. Kamu mau kemana biar aku antar," ucap Arnes.
"Aku ingin mencari wanita itu, dia telah menolongku tapi aku belum sempat mengucapkan terima kasih padanya." Jawab Kai.
"Wah ternyata pangeran Vampir kita ini sudah menemukan tambatan hati rupanya." Ejek Arnes sambil merangkul pundak Kai.
"Bicara apa kamu ini?" Kai mengibaskan tangan Arnes dari pundaknya lalu pergi mencari wanita itu.
Arnes mengikuti Kai dari belakang. Kai tidak peduli jika Arnes mengikuti dirinya, tujuannya hanya satu. Yaitu menemukan wanita berambut panjang dan indah itu.
Tidak jauh dari tempat Kai berdiri, Ia melihat wanita itu di dekat rambu-rambu lalu lintas. Tidak membuang waktu, Kai langsung mendekati wanita itu. Ia berjalan sangat cepat karena tidak ingin kehilangan wanita itu lagi.
"Hei, tunggu!" teriak Kai.
Wanita itu pun menoleh, wajahnya tertutupi oleh rambut yang di tiup oleh angin. Kai sudah tepat di depan wanita itu. Kai lalu membantu wanita itu menyingkirkan rambut dari wajahnya.
Arnes masih di belakang Kai sambil bergumam. "Hmm semoga aja lu gak jatuh cinta lagi," kata Arnes sambil memperhatikan mereka berdua.
Kai masih berusaha menyingkirkan rambut indah itu dari wajah wanita itu. "Maaf biar aku bantu," ucap Kai.
Wanita itu diam memandangi wajah Kai, ia seakan terpesona akan ketampanan laki-laki yang berdiri di hadapannya itu. Ia masih terdiam saat Kai mencoba menyingkirkan rambut panjang itu dari wajahnya.
Betapa terkejutnya Kai saat melihat wajah dibalik rambut panjang itu. Arnes pun sangat terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini. Tidak percaya tapi kenyataan telah berkata lain.
"Lia!" kata Arnes.
"Apa? Lia, siapa?" kata wanita itu.
Wanita itu juga heran melihat ekspresi kedua laki-laki itu. Ia tidak mengerti kenapa mereka begitu terkejut saat melihat wajah yang ia miliki.
"Tidak mungkin!" Kai masih tidak percaya apa yang ia lihat.
__ADS_1
Kini mata Kai berkaca-kaca, ia tidak tau harus percaya atau tidak dengan apa yang ia lihat saat ini. Kerinduan selama dua puluh tahun telah menelusup dalam pada dirinya. Sekarang ia dapat melihat wajah wanita yang cintai kembali hadir di hadapan matanya.