
Kreek...
Pintu kamar itu terbuka, Gita dan ibunya masuk kedalam kamar Kai dan Lia. "Sepertinya mereka sudah tidur pulas." Gita berdiri tepat di dekat Kai yang sedang tertidur.
"Benar, apa kita bisa melanjutkan rencana kita?" tanya ibu Gita.
Gita menganggukkan kepala dan mulai memejamkan matanya. Ia memanggil seseorang dengan mata batinnya. Ibu Gita hanya memantau apa yang sedang dilakukan anaknya itu.
"Kemarilah, apa yang kita tunggu sudah datang."
Setelah itu Gita membuka kedua matanya dan menghampiri ibunya. "Dia akan segera datang, kita harus memisahkan mereka berdua sebelum dia datang," ucap Gita.
Ibu Gita mendekati Lia dan mengikat kedua tangannya. kemudian membungkam mulut Lia dengan sapu tangan. Melihat Kai yang masih tertidur, mereka segera membawa Lia pergi.
Setelah mereka pergi tidak jauh dari gubuk itu, Kai segera menyusul mereka secara diam-diam. 'Mau di bawa kemana Lia?' batin Kai.
Gita dan ibunya berhenti di dekat sungai yang sempat membawa Kai dan Lia berheti di daratan ini. Kai berpikir apakah arus itu arus buatan agar bisa membawa Lia ke hutan ini. Dan tidak sengaja Kai juga ikut terbawa arus saat menyelamatkan Lia.
Gita meletakkan Lia di atas kayu yang sudah di susun rapi. Kai masih memperhatikan mereka berdua dari jauh. Tiba-tiba sesosok wanita cantik bergaun merah datang menghampiri mereka.
Gita dan ibunya sangat tunduk pada wanita itu sehingga saat wanita itu datang mereka berdua langsung bersimpuh di tanah. Kai masih mengawasi merak di balik pohon. Kai tidak mengerti siapa wanita itu sehingga Gita dan ibunya sangat takut padanya.
"Bagaimana?" tanya wanita itu.
"Semuanya sudah siap. Kita langsung saja," ucap Gita.
"Bagaimana dengan Kai?" tanya wanita itu kembali.
Gita lupa jika dia tidak mengikat Kai sebelum dia membawa Lia pergi. Mata Gita terbelalak, ia kaget akan kelalaian yang ia buat sendiri. "Kai, gawat ...." kata-kata Gita terputus saat Kai menghampiri mereka.
"Siapa kalian sebenarnya? dan apa yang kalian lakukan pada Lia?" Kai berjalan dengan santainya menghampiri 3 wanita itu.
"Kai." Senyum sinis terlontar dari bibir wanita bergaun merah itu.
__ADS_1
"Siapa kau?" tanya Kai.
Wanita itu merubah wujudnya, dia adalah Lilith yang pernah diceritakan oleh Steve. "Lilith." Kai sungguh terkejut karena dia bisa melihat sosok Lilith yang sebenarnya.
"Yah, kamu kenal aku? aku juga mengenalmu Kai." sekaan mengejek kata-kata yang keluar dari mulut Lilith.
"Hmm, jadi ini seorang Dewi malam. Cantik, tapi sayang ...." Kai tidak meneruskan perkataannya. Dia tersenyum seolah mengejek Lilith yang ada di depannya saat ini.
Melihat ke angkuhan Kai, Lilith semakin geram dan tidak sabar untuk melakukan aksinya pada Lia. Ia lalu mengisyaratkan kepada Gita agar mengjidupkan api yang sudah di sediakan. Mata Lilith membuat Gita mengerti apa yang ingin Dewi malam itu sampaikan.
"Nyalakan." Gita memberi aba-aba pada ibunya.
Menyalalah kini api yang berada di dekat tubuh Lia. Kai melihat api yang menyala begitu besar di dekat tubuh Lia, dia sangat terkejut dan panik jikalau api itu mengenai Lia yang belum juga sadarkan diri.
"Kenapa Kai? kamu terkejut apa takut?" Lilith kini sedikit mengejek Kai yang tadinya angkuh.
"Apa yang ingin kamu lakuka padanya?" tanya Kai.
"Tenang saja, Lia aka aman kalau kamu mau bekerja sama denganku." Lilith berjalan mendekati Kai.
"Jadilah pasanganku," ucap Lilith sambil mengelus pipi Kai.
"Mundur! jangan pernah bermimpi." Dengan kasarnya Kai mendorong Lilith.
Wanita itu tidak tinggal diam. Dia kembali wujud normalnya sebagai sahabat Kai. Melihat itu Kai tidak percaya dengan apa yang ia lihat. " Kamu ...." seakan terkunci bibir Kai tidak bisa berucap lagi setelah melihat kenyataan.
"Kenapa, kamu kaget?" Velly berdecik kesal karena usaha dia percuma saat menjadi Lilith.
"Vell, kenapa kamu bisa jad Lilith?" tanya Kai.
"Inilah aku yang sebenarnya Kai. Kedua orang tuamu sudah mengunci wujud asliku setelah sekian lama. Sekarang, aku kenbali dengan wujud asliku." Velly menatap Kai dengan kesan menggoda.
Kai masih belum terima kenyataan bahwa sahabatnya adalah seorang Dewi malam. Wanita penguasa kegelapan yang selama ini menjadi musuhnya. "Nggak mungkin." Kai memalingkan wajah dan seakan ingin menghindari kenyataan.
__ADS_1
"Lihat aku Kai, apa kurang aku berkorban untuk kehidupanmu selama ini? apa yang kurang dariku katakan! kenapa harus dia yang kamu cinta! kenapa bukan aku!" bentak Velly dengan segala kemarahan di dalam hatinya, ia menunjuk ke arah Lia.
"Vell, kamu sahabatku. Akan tetap seperti itu sampai kapan-pun," ucap Kai.
"Sahabat kamu bilang?!" Velly memicibgkan bibirnya mendengar perkataan Kai.
"Bakar!" Velly menyuruh Gita untuk membakar Lia yang masih terbaring di pinggir sungai.
"Hentikan! Vell, jangan paksa aku untuk bertindak kasar padamu," kata Kai.
Vellani menghela napas panjang mendengar Kai berkata ingin bertindak kasar padanya. "Kai, kalau kamu mau. Lakukan saja," ucap Velly sambil tersenyum.
Kai mengira sahabatnya itu sudah gila sehingga dia mau membakar Lia hidup-hidup. Kai bingung harus berbuat apa, di satu sisi ada orang yang ia sayangi, disisi lain ada sahabat yang selalu bersama dengannya di masa kecil.
"Waktumu tidak lama Kai," ucap Velly lagi.
Gita dan ibunya sudah geram ingin segera melakukan ritual itu agar menguatkan energi mereka berdua. "Ratu bagaimana jika kita lakukan sekarang saja?" kata Gita.
"Bagaimana Kai? atau kamu sudah siap kehilangan kekasihmu itu." Velly terus mendesak Kai agar menjawab pertanyaannya.
Kai merasa kesal karena tidak bisa menentukan pilihan. Dia berharap agar Lia sadar tepat pada waktu Velly melakukan ritualnya. 'Lia please bangun!' batin Kai.
"Oke, karena kamu tidak bisa nentuin pilihan. Terima aja jika harus kehilangan Lia!" Dengan sadisnya Velly kembali ke wujud Lilith dan memulai ritualnya.
"Vell, berhenti!" Kai berusaha memghentikan Velly.
Saat Kai melangkahkan kaki, Lilith langsung mengunci lingkaran ritualnya agar Kai tidak bisa masuk dan menyelamatkan Lia. Kai semakin cemas, kelicikan Velly dengan menjadi Lilith semakin tinggi kekuatannya.
"Sial! kenapa di kunci." Kai sangat gelisah.
Kai tidak bisa memaafkan dirinya sendiri jika sesuatu terjadi pada wanita yang ia cintai itu. 'Aku mohon Lia buka matamu, sekarang cuma kamu yang bisa menyelamatkan dirimu sendiri.' batin Kai.
Ritual pun dimulai, Langit terlihat semakin gelap saat Lilith mengangkat kedua tangannya memanggil kegelapan. Hilang sudah akal sehat Kai melihat Lilith yang hendak menyentuh Lia dengan api yang ada ditangannya.
__ADS_1
"Velly, jangan. Stop Vell!" teriak Kai yang semakin cemas dan mulai kebingungan.