
Kai menyuruh Angel memulai permainan, Angel kemudian mengambil botol yang sudah disediakan oleh Kai. Ia kemudian menaruh botol di tengah agak haug dari api unggun.
"Oke, kita mulai permainannya." Angel mulai memutar botol itu.
Kai masih menatap kekasihnya yang duduk didekat Steve, mata Lia yang hanya menatap ke arah bawah tanpa menyadari bahwa Kai sedang menatapnya sedari tadi.
Botol itu terus berputar sampai berhenti dan mengarah pada Jonathan. "Wah, Joe botolnya mengarah padamu," kata Angel sambil tertawa.
"Joe, pilih tantangan atau kejujuran nih," ucap Kai sambil memangku gitarnya.
"Aku pilih kejujuran aja deh, tantangan mah susah." Joe tertawa dan menunggu pertanyaan yang akan dilontarkan padanya.
"Siapa yang mau bertanya pada Joe," kata Steve.
"Aku."
Suara itu berasala dari arah belakang Lia, saat Lia menoleh kebelakang ternyata yang ada dibelakangnya adalah Rana dan Rani. entah siapa yang menjawab pertanyaan tadi antara Rana dan Rani.
Setelah Rana dan Rani duduk didekat Lia, akhirnya salah satu dari mereka bertanya pada Joe, dan yang bertanya adalah Rani. Mereka tidak tau kalau Rani dan Joe ada hubungan.
"Joe, apakah ada hubungan antara kamu dan Rana?" itulah pertanyaan yang di berikan oleh Rani untuk kekasihnya.
Joe dan anak-anak yang lain jelas sangat terkejut pada pertanyaan yang diberikan oleh Rani untuk Joe. Secara mereka tidak mengetahui ada hubungan apa antara Joe, Rana dan Rani.
"Ran ...." Lia mencoba bertanya pada Rani, tapi Rani memotong pembicaraannya.
"Jangan sekarang, aku akan menjelaskan nanti." Rani masih menunggu jawaban Joe dengan wajah yang sangat serius.
"Rani, kamu serius bertanya ini sama aku? Kamu tau kan, aku sama Rana hanya teman nggak lebih." Joe mencoba menjelaskan pada Rani tentang hubungan dia dengan sahabatnya itu.
Rani hanya membalas dengan senyuman sinis. Dia tidak percaya dengan jawaban kekasihnya itu. Baginya sahabat adalah segalanya, jika Joe memang menyukai Rana, dia rela memberikan cintanya pada sahabatnya itu.
"Oke, sepertinya Joe tidak jujur. Apakah Rana mau lebih menjelaskan dengan detail tentang ini?" Rani masih mencari kejujuran antara Rana dan Joe.
Joe mendekati Rani dan menggenggam tangannya. Ia mencoba meyakinkan kekasihnya bahwa dia memang tidak ada hubungan apa-apa dengan sahabatnya itu.
"Percayalah, aku tidak ada hubungan dengannya." Joe masih mencoba meyakinkan Rani.
__ADS_1
Rana melihat Joe menggenggam tangan Rani dia merasa cemburu, tapi memang Rana dan Joe tidak ada hubungan apa-apa. Hanya saja dia menyukai kekasih sahabatnya itu.
Rana sadar dia salah, maka dari itu dia memilih untuk diam. Lagi pula Joe tidak pernah membalas perasaan Rana sedikitpun meskipun Rana sudah berusaha mendapatkan hati Joe.
"Rani, Joe benar. Kita cuma berteman saja kok, maaf kalau aku sudah bersikap berlebihan pada kekasihmu," ucap Rana.
"Hei, tidak apa-apa. Jika memang benar, aku akan memberikan cintaku untukmu Rana. Bagiku sahabat adalah segalanya," kata Rani.
Rana menyadari kalau selama ini dia salah ingin menikung sahabatnya sendiri yang jelas-jelas mau berkorban untuk dirinya. Rana memeluk Rani, ia merasa sangat berdosa karena sudah ingin mengkhianati persahabat mereka.
"Maafkan aku." Rana menangis dan kembali memeluk Rani.
Lia sangat bahagia melihat kedua sahabatnya itu berbaikan lagi, senyuman Lia terpancar indah dengan lesung pipit di pipinya. Steve terusemandangi wajah gadis yang dia cintai itu sambil tersenyum.
'Lia, senyummu sangat indah. Seandainya saja alasanmu tersenyum adalah diriku, betapa bahagianya aku.' batin Steve.
"Oke, kita lanjutkan permainannya." Kai memutar botolnya lagi.
Botol yang masih terus berputar, akhirnya berhenti dan mengarah pada Kai. "Kai, giliranmu." Ejek Angel sambil melihat pada Kai yang duduk santai bersama gitarnya.
"Kejujuran." Kai menatap Lekat pada Lia, seolah dia sudah mengetahui pertanyaan yang akan diberikan padanya pasti bersangkutan dengan hubungan mereka.
"Oke, siapa yang ingin bertanya," katq Angel.
"Aku, aku ingin bertanya pada Kai. Seberapa penting Lia di dalam hidupnya." Steve langsung melontarkan pertanyaan yang membuat Kai tersenyum.
"Seberapa penting? kenapa kamu tidak menanyakan ini pada dirimu sendiri Steve." Kai membalik pertanyaan kepada Steve.
Steve sedikit terkejut karena Kai malah balik bertanya padanya. "Apa maksudmu, kenapa tidak kamu jawab saja dengan jujur seberapa penting peran Lia di dalam kehidupanmu," ucap Steve.
Lia hanya diam saat Steve bertanya apa yang ingin di ketahui juga oleh hatinya. Ia ingin mendengar jawaban kekasihnya itu, seberapa berartikah dia di dalam hidup Kai.
"Hmm, Lia. seberapa berartikah dia di dalam hidupku." Kai mulai menjawab sambil berjalan ke arah Lia.
Mata Lia mengikuti kemana arah Kai berjalan. "Dia sangat berarti untukku, mungkin kalian tidak akan pernah tau caraku mencintainya seperti apa. Karena aku tidak pernah ingin orang lain tau tentang apa yang aku rasakan untuknya." Kai menggapai tangan Lia yang sudah berada dihapadannya.
"Apa kamu ingin aku mengatakan pada semua orang disini? jika iya, aku akan mengatakannya." Kai bertanya sambil menggenggam tangan Lia, tapi Lia hanya fiam tanpa berkata apa-apa.
__ADS_1
"Baiklah, kamu diam berarti kamu menyutujuinya," ucap Kai.
Kai melepaskan genggaman tangan Lia, Lia tidak tau apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran Kai. Tapi dia juga tidak bisa berkata apa-apa saat ini, dia hanya ingin mendengar apa yang kekasihnya ingin ungkapkan padanya.
"Lia, mulai sekarang, kita bukan siapa-siapa lagi. Aku telah melepaskanmu, dan ... yah kamu memang sangat berarti untukku, tapi Steve lah yang bisa membahagiakanmu, bukan aku." Kai menuntaskan semua yang ingin dia katakan.
Kai memilih melepaskan Lia agar Steve bisa menggantikan dirinya. Memang berat bagi Kai melepaskan cintanya, tapi demi kebahagiaan kakaknya, ia rela berkorban.
Lia yang mendengar ucapan Kai sangat terkejut, ia tidak menyangka Kai akan mengatakan hal seperti itu. Ia tidak mengira Kai akan melepaskan hubungan dengannya begitu saja tanpa ada masalah sedikitpun. Tanpa bisa berkata apa-apa, Lia lalu pergi meninggalkan acara begitu saja.
"Kai, kamu ...." Steve sangat geram pada Kai, tapi dia memilih untuk mengejar Lia yang pergi dengan tangisannya.
"Kai, jadi selama ini kalian pacaran?" Angel terkejut saat Kai memutuskan hubungan dengan Lia, karena dia tidak tau kalau mereka sudah pacaran.
Kai tidak menjawab pertanyaan Angel, dia malah melanjutkan bernyanyi bersama teman-temannya dan gitar kesayangannya.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
IG : Blue Flower
__ADS_1