RAKA LINGGAR : KETURUNAN PEMBANTAI IBLIS

RAKA LINGGAR : KETURUNAN PEMBANTAI IBLIS
BAB 40


__ADS_3

Raka yang keluar kelas terlebih dahulu, menunggu Intan di depan gerbang sekolah, tak lama berselang tampak Intan berjalan beriringan dengan Dita.


"Aku duluan ya Ntan...tuuhh udah di tunggu pacarnya....hihihi...."


Goda Dita kepada Intan sambil cekikikan. Lalu dia masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya dari tadi.


"Eehhh...kenapa kamu senyum senyum kayak gitu, kepalamu habis kebentur apaan...."


Ucap Intan kepada Raka dengan mode jutek nya. Raka pun hanya menggeleng masih dengan senyum senyum tak jelas.


"Kamu tau ga Ntan apa yang tadi dilemparkan mas Heri ke kamu.."


Tanya Raka sembari tangan nya merogoh sesuatu dari saku celana nya.


"Udah deeh Kaaa....bisa ga sih kita bahas yang lain saja.... Kesel banget kalau inget kejadian tadi.."


Jawab Intan kesal sambil memajukan bibirnya.


"Hehehe...iyaaa maaf. Tapi kamu harus tau...."


Raka memperlihatkan lipatan kain yang sudah dibuka tersebut kepada Intan.


"Emang itu apaan Kaa..."


Tak urung Intan penasaran juga setelah melihat kain itu.


"Ini kain rajah. Tadi mas Heri bermaksud untuk pelet kamu pakai ini..."


Kali ini jawaban Raka membuat Intan melongo dan matanya membulat.


"Haaahhh....seriusan Kaaa....emang bisa cuma kain seperti ini buat pelet seseorang..."


Tanya Intan lagi masih dengan terheran heran.


"Ah lumba lumba ga percayaan amat siih..."


Raka mulai gemas dengan kengeyelan Intan.


"Trus kenapa aku tidak kena efek peletnya...yang ada malah makin kesel sama itu anak.."


Intan bertambah penasaran karena belum bisa percaya sepenuhnya dengan perkataan Raka.


"Karena kamu pakai gelang ini...guruku kemarin bilang kalau gelang ini bisa melindungimu. Awalnya aku juga tidak tau gelang ini untuk melindungimu dari apa, ternyata melindungimu dari penggemar ngawur mu, hehehe..."


Jawab Raka cengengesan.


"Gelang ini tampak seperti gelang biasa aja Kaa...memang bagus sih gelang ini..."


Ucap intan sambil memengang gelang itu.

__ADS_1


"Kita coba yuukk, kita lihat apa reaksi gelang ini kalau rajah ini kudekatkan.."


Raka memengang 2 ujung kain itu masing masing dengan ibu jari dan telunjuknya. Saat hampir menempel dengan gelang itu, tiba tiba kain bertuliskan rajah itu terbakar begitu saja. Raka pun reflek melepaskan pegangan nya.


"Tuuuh...bener kan apa kataku..."


Ucap Raka sambil menginjak kain rajah itu agar apinya padam.


"Iya eh...kok bisa begitu yaa....dan tadi sebelum kain nya terbakar, aku merasakan pergelangan tanganku menghangat.."


Sahut Intan sambil memandang kagum gelang di tangan nya.


"Iyaa, itu tadi energi dari gelang ini yang membuat pergelangan tanganmu terasa hangat.."


Jelas Raka menirukan gaya mengajar guru wali kelasnya.


"Tolong bilangin ke gurumu, gelangnya jangan diminta lagi yaah...jaga jaga aja kalau ada yang pelet aku lagi, hehehe...."


Ucap Intan cengengesan dengan gestur manja nya.


"Issshhh....si lumba lumba pede amat..."


Jawab Raka jahil. Intan pun kembali memajukan kedua bibirnya beberapa mili meter.


...****************...


Heri hanya mengurung dirinya di dalam kamar sejak siang tadi. Dia hanya keluar kamar untuk mandi, bahkan dia sama sekali tidak makan sampai malam.


Di hatinya kini tidak ada lagi rasa suka kepada Intan, hanya tersisa dendam yang membara karena dia merasa dipermalukan oleh Intan di depan orang banyak.


Aku sekarang tidak bisa berbuat apa apa, tapi tunggu saja, akan kubuat kalian berdua sangat menderita....


Batin Heri dengan amarah yang sudah sampai ubun ubun.


Aku bisa membantumu...


Terdengar suara seperti berbisik di telinga Heri. Dia pun spontan memutar badan nya mencari dari mana sumber suara. Namun tidak ada siapapun di kamar.


Heri melongok ke jendela kamarnya, mengedarkan pandangan di sekitar.


Heeiii... demit setan iblis atau apapun kamu, tunjukan wujudmu....


Teriak Heri tanpa ada rasa takut sedikit pun, dia sedang dikuasai oleh nafsu amarahnya.


Bahunya naik turun dengan nafas seperti ter engah engah, pertanda dia sedang menahan emosinya yang sudah memuncak.


Iblis tanpa wujud itupun memanfaatkan situasi. Asap tipis kehitaman masuk melalui hidung Heri yang sedang rakus menghirup oksigen.


Seketika ekspresi Heri berubah, sepersekian detik mata heri semuanya berubah menjadi hitam sempurna lalu kembali lagi seperti semula.

__ADS_1


Energi jahatmu sangat membantuku untuk lebih cepat pulih, meskipun aku belum bisa menguasaimu sepenuhnya....


Gumam iblis itu.


Heri pun kembali kepada kesadarannya, dia merasakan pusing dikepalanya dan linu disemua persendiannya akibat efek dirasuki oleh iblis yang hanya berbentuk asap tipis tadi.


...****************...


Ini adalah purnama kedua bagi wanita paruh baya itu untuk mencari tumbal pesugihannya.


Dia melajukan mobil nya mengelilingi kota mencari mangsa seperti purnama sebelumnya.


Sudah 2 jam lebih dia belum juga mendapatkan mangsa untuk ditumbalkan, sedangkan malam semakin larut. Sebelum jam 12 malam tumbal sudah harus tersedia.


"Sudah jam 10 lebih...aku harus nyari dimana lagii...."


Gerutu wanita itu sambil mengacak rambutnya karena frustasi.


Jalanan pun sudah semakin sepi, akan semakin sulit mencari tumbal di jalan. Wanita itu memukul mukul kepalanya mencoba meredakan stresnya.


Tiba tiba sebuah motor menyalip mobilnya yang melaju pelan. Seketika muncul ide untuk mengejar motor tersebut dan menabraknya.


Wanita itu diburu waktu, tidak ada pilihan lain lagi. Dia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi mengejar motor bebek yang dikendarai seorang wanita muda mengenakan seragam pabrik.


Tentu saja hal yang sangat mudah bagi sedan merk eropa keluaran terbaru itu mengejar sebuah motor bebek.


Braaakkkk....


Tepat di sebuah tikungan yang gelap dan sepi, motor itu ditabrak dari belakang. Motor terlempar entah kemana, sedangkan gadis malang itu jatuh berguling guling di pinggir jalan.


Wanita iblis tanpa perasaan itupun menghentikan mobilnya tepat di sebelah gadis malang itu berhenti berguling tak sadarkan diri.


Tak peduli darah menetes dan entah ada tulang yang patah atau tidak, gadis itu di seret dimasuk kan ke bangku belakang.


Lalu ia segera melajukan mobilnya kembali dengan kecepatan tinggi. Tampak gadis itu bergerak gerak sambil mengeluarkan suara rintih kesakitan, namun wanita iblis itu sama sekali tidak peduli.


Sesampainya di rumah, dia segera menutup rapat pintu garasi. Dan dengan sadis, dia kembali menyeret gadis yang mungkin sedang sekarat itu ke kamar persembahan.


Darah tercecer dari garasi sampai kamar, bau anyir pun menyeruak.


Setelah berhasil mengangkat gadis malang itu ke kasur, dia mengunci pintu dari luar dan lalu duduk bersandar pada tembok karena kelelahan.


Sakiiittt.....toloong....


Terdengar lirih suara kesakitan gadis malang itu yang sudah kembali sadar, dia merasakan sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya.


Sekejab kemudian, terdengar suara lain disertai hembusan angin dingin.


Terdengar suara teriakan serak memilukan, entah apa yang sesang terjadi padanya. Dan teriakan itu adalah suara terakhirnya sebelum nyawanya melayang.

__ADS_1


Gadis itu berakhir dengan sangat tragis seperti yang terjadi pada Weni.


Wanita Iblis itu pun tersenyum jahat saat angin dingin kembali berhembus pergi entah kemana.


__ADS_2