
"Kaa..bisa minta tolong gaa..."
Tanya Intan dengan nada manja yang dibuat buat.
"Ya tolong apa dulu, kalau kamu minta tolong buat nyuci bajumu ya emooh..."
Jawab Raka cengengesan.
"Issshh....nyebelin lah kamu..."
Intan beralih ke mode ngambek.
"Iyaa...minta tolong apa lumba lumbaaa..."
Kembali Raka menjahili Intan.
"Aku pengen beli motor, bekas gapapa. Kayaknya tabunganku sudah cukup.."
Jawab Intan sambil sedikit mendongak kan wajahnya keatas, seperti sedang menghitung mengandalkan ingatannya.
"Waahh....kalau soal motor aku ga paham Ntan, kalau kamu mau nanti aku minta tolong sama kakak ku, dia sangat paham urusan beginian.."
"Ya kalau ga merepotkan kakak mu ya gapapa..."
Jawab Intan sedikit kecewa.
"Minta minum dong, dari tadi nungguin ga ditawarin..."
Ucap Raka sambil mengelus elus leher depan nya.
"Eh iya lupa....hehehe..."
Tak lama kemudian Intan keluar lagi membawa 2 gelas es syrup berwarna merah muda. Kemudian Raka meminumnya sampai tinggal setengah.
"*Benci banget aku sama matematika...ajarin yang ini Ntan*.."
Pinta Raka kepada Intan. Dan Intan pun mengajarinya dengan sedikit galak karena Raka sangat lemah di matematika, sedangkan ujian kenaikan kelas hanya tinggal menunggu hari.
"Eh iya Kaa...kapan hari kamu bilang soal pagar gaib di rumah ini kaan...seperti apa sih bentuknya..."
Tanya Intan yang masih penasaran.
"Kamu pengen lihat? Aku bisa minta ke guruku untuk membukakan mata batinmu. Tapi ya ituu....nantinya bukan cuma bisa lihat pagar gaib di rumah ini, tapi kamu bisa lihat makhluk halus juga, mau...?"
Raka menjawab dengan kalimat yang membuat Intan berhenti kepo.
"Enggaaaa.....ga usah...makasih...."
Balas Intan dengan gestur ngeri karena membayangkan berbagai penampakan makhluk halus.
"Aku cuma lihat hantu kakek kakek aja rasanya mau pingsan, apalagi lihat yang serem serem..."
Lanjut Intan. Raka pun agak terkejut dan berusaha menutupi ekspresinya.
"Yaudah aku pulang, makasih yaah...titip salam sama simbah.."
Raka pun segera pulang karena hari sudah menjelang maghrib.
...****************...
Tak terasa sudah akhir tahun pelajaran, Raka dan Intan sebentar lagi duduk di kelas 2. Heri dan geng nya pun sudah lulus. Heri berencana melanjutkan kuliah di kota Surabaya bersama dengan Rendra saudaranya.
"Kamu inget ga janjimu dulu..."
Intan membuka obrolan di teras rumah mbah Dharmo.
"Inget dong, nganterin kamu ke pantai kan..."
Jawab Raka sambil mengunyah pisang goreng yang disuguhkan mbah Marni.
__ADS_1
"Yuuk lah...mumpung kita lagi libur. Tapi jangan di akhir pekan, terlalu ramai ga bisa menikmati liburan malah..."
Sahut Intan antusias.
"Oke..pake motor mu aja yah..motor kakak ku pasti dipakai kerja.."
Raka pun juga tampak sangat antusias.
"Yaudah hari rabu kita berangkat pagi pagi, biar pulangnya ga kemaleman.."
Raka pun menyetujui usul Intan.
Hari yang dinanti pun tiba, jam 6 pagi mereka sudah siap berangkat dengan motor Intan.
"Kita lewat mana Kaa..."
Tanya Intan yang membonceng dibelakang.
"Lewat klaten aja Ntan, lebih cepet nyampe, jalan nya juga ga terlalu ramai.."
Jawab Raka yang fokus dengan jalanan.
Setelah kurang lebih 2 jam, mereka sudah sampai di Jogja.
"Kita mau ke pantai mana Ntan.."
Raka menepikan motor di pinggir jalan.
"Kata Dita, pantai Ngobaran bagus Kaa...ada candi nya juga, mirip pantai Kuta katanya, kita kesana yuuk..."
Ajak Intan.
"Kalau ga salah itu di Gunung Kidul yah, berarti kita lurus aja.."
Raka kembali memacu motornya dengan kecepatan sedang, perjalanan relatif lancar karena lalu lintas tidak terlalu padat.
B**enar apa yang dikatakan Nini Sayuti...ini adalah anak yang sudah diramalkan**....
Gumam sesosok makhluk astral dengan senyum mengembang saat melihat Raka dan Intan memasuki kawasan candi candi kecil itu.
Saat asik berkeliling menikmati keindahan alam, tiba tiba Intan diam mematung saat matanya menangkap sesosok wanita dengan paras yang sangat cantik, berbusana khas kerajaan dengan segala pernak pernik yang sangat mewah.
Sosok wanita itu tersenyum ramah kepada Intan, Raka segera mengetahui ada yang tidak beres dengan Intan. Dia pun mengarahkan pandangan ke arah Intan memandang.
Raka yang sudah dibuka mata batin nya dengan mudah melihat sosok wanita anggun itu.
Gagak Rimang yang selalu mengikuti kemana Raka pergi, tampak sangat waspada dengan kehadiran sosok wanita cantik itu.
Wanita itu kembali tersenyum menampak kan sederet gigi putih nan rapinya, tiba tiba Raka dan Intan seperti ditarik begitu saja ke dalam dimensi lain.
Gagak Rimang langsung melesat bak peluru ingin menembus ke dimensi dimana Raka dan Intan dibawa.
Bruuuugghhh....
Gagak Rimang terpental beberapa meter kebelakang.
"Siapa wanita itu, bahkan aku tak mampu menembus ke dimensinya..."
Gumam Gagak sambil memegang dadanya yang terasa sangat nyeri.
"Biarkan mereka bersama wanita itu, mereka akan baik baik saja...."
Terdengar suara Guntur yang melakukan telepati kepadanya, dan Gagak Rimang pun mengiyakan perintah gurunya tanpa bertanya.
"Siapa anda..dan ini dimana...."
Tanya Raka terheran heran sekaligus takjub dengan tempat itu. Banyak sekali prajurit maupun abdi dalem berpakaian kuno di situ.
"Selamat datang di rumahku Raka Linggar..."
__ADS_1
Ucap wanita anggun itu dengan suara yang sangat lemah lembut disertai senyuman ramah.
"Anda tahu nama saya..."
Tanya Raka semakin heran. Sementara Intan masih belum sadarkan diri. Dia pingsan saat ditarik kedalam dimensi lain.
"Tentu saja aku tahu, kamu adalah keturunan dari Kang mas Suryo Buwono. Namaku Sekar Ayu Kusuma, adik dari kakek buyutmu Suryo Buwono.."
Jawab Sekar dengan senyum mengembang.
"Hormat saya kepada Anda, maafkan saya karena tidak mengenali anda, kakek belum pernah bercerita tentang anda"
Ucap Raka sambil membungkuk hormat. Dan Sekar hanya mengangguk.
Sekar lalu menghampiri Intan yang tak sadarkan diri disamping Raka.
"Sungguh malang nasib gadis ini, aku akan menitipkan sedikit kemampuanku padanya, semoga kelak berguna baginya..."
Sekar menempelkan tangan nya di kepala Intan, tampak cahaya keemasan keluar dari telapak tangan nya. Perlahan Intan membuka matanya, kesadarannya mulai kembali.
"Hantuuu.....tolong kaaa...."
Intan terkejut saat pertama kali membuka mata melihat Sekar tepat di hadapan nya. Intan langsung bangkit dan memeluk Raka dari belakang sambil membenamkan wajahnya di punggung Raka.
"Jangan takut nduuk cah ayuu...aku tidak jahat, bukankah kamu juga pernah dibawa oleh Gagak Rimang guru Raka ke dimensi lain juga..."
Ucapan lembut Sekar mampu membuat rasa takut Intan berangsur menghilang.
"Beliau ini adik kakek buyut ku Ntan, jangan takut, percaya saja padaku.."
Ucap Raka mencoba menenangkan Intan. Intan pun langsung teringat dengan perkataan Raka bahwa akan ada banyak keanehan lagi yang akan dialaminya.
"Maafkan saya...tapi apa maksud anda membawa kami kesini..."
Intan memberanikan bertanya kepada Sekar.
"Aku hanya ingin memberi hadiah kepada kalian..."
Sekar memberi kode kepada salah seorang abdi dalem nya, dengan cepat abdi dalem itu membawakannya sebuah kotak berwarna keemasan.
"Ini adalah senjata yang dahulu dipakai kangmas Suryo untuk membasmi Iblis, keris ini sudah menemukan pemiliknya lagi.."
Sekar mengambil sebuah keris emas yang tampak menyilaukan tersebut, diangkat tinggi tinggi keris tersebut.
Tiba tiba keris itu berubah hanya menyerupai cahaya berwarna emas lalu masuk menerjang ke tubuh Raka, Raka pun terpental kebelakang sambil batuk batuk merasakan sesak di dadanya.
"Keris itu sudah menyatu denganmu, kelak kau akan tahu cara menggunakan nya...Dan untukmu Intan, aku sudah memberimu sedikit kekuatan saat kamu pingsan tadi, kamu pun akan tahu kegunaan nya kelak"
Intan hanya mengeluarkan ekspresi bingung karena belum paham dengan perkataan sekar.
"Sekarang kembalilah ke alam mu, selamat bersenang senang..."
Ucap Sekar dengan senyum yang sangat menenangkan jiwa.
Belum sempat mereka berterima kasih, Raka dan Intan sudah terlempar kembali ke alam manusia.
"Ini bukan mimpi kan Kaaa..."
Intan menepuk nepuk pipinya cukup keras memastikan bahwa kejadian baru saja adalah benar benar terjadi.
"Bukan Ntan....jangan terlalu dipikirkan, yuuk kita turun ke pantai..."
Raka menggandeng tangan Intan menuju ke pantai, Intan pun tampak tersenyum mengikuti langkah Raka.
"Oh iya Ntan, yang katamu pernah melihat hantu kakek kakek, Beliau adalah kakak dari wanita tadi, beliau kakek buyutku..."
Ucap Raka tersenyum kecil.
"Okee....sekarang aku sudah yakin kalau kamu bukan alien..."
__ADS_1