RAKA LINGGAR : KETURUNAN PEMBANTAI IBLIS

RAKA LINGGAR : KETURUNAN PEMBANTAI IBLIS
BAB 51


__ADS_3

Pintu kamar tiba tiba terbuka terbanting dengan keras disertai suara erangan makhluk pesugihan itu.


Genderuwo itu terpental saat mencoba menyentuh Intan, gelang pemberian Guntur seperti menyala di dalam kamar gelap itu.


Grreeerrrr.....Lepass....gelang itu......


Makluk mirip genderuwo itu mengerang merasakan panas disekujur tubuhnya.


Yulia dengan segera masuk kekamar lalu melepaskan gelang di tangan Intan dengan tubuh gemetaran.


Pun sama halnya dengan makluk itu, tangan Yulia terasa melepuh saat melepas gelang itu, setelah dilepas, dilemparkan begitu saja karena tak tahan lagi dengan hawa panas dari gelang itu.


Yulia menutup kembali kamarnya sambil terus meniup telapak tangan nya yang melepuh.


Banguuunn....nduk cah ayuu....


Suara lembut Sekar memenuhi kepala Intan, tiba tiba matanya terbuka lebar menatap makluk mengerikan yang berdiri di dekat kakinya yang masih terikat.


Geeerrrrr......


Makluk itu mencoba menerkam intan, dia sudah sangat tidak sabar menikmati tumbal nya malam ini.


Menjauh dariku iblis laknat.....


Arrrrggggghhhh......


Mata intan tiba tiba berubah berwarna emas, rambut hitam nya pun berubah warna berkibar kibar seperti tertiup angin. Seluruh tubuhnya memgeluarkan aura berwarna emas yang membuat kamar tersebut menjadi terang.


Kaki tangan Intan yang tadinya terikat dihentak kan ke atas dan dengan mudahnya memutus tali tali tersebut, kaki Intan menendang perut makhluk mengerikan di depannya hingga terpental kebelakang.


Tentu saja makhluk itu tidak menyerah begitu saja, justru semakin bernafsu untuk menghisap darah Intan.


Makhluk itu akan bertambah jauh lebih kuat jika berhasil menghisap darah Intan yang mempunyai kekuatan dahsyat.


Namun makhluk itu salah sangka, Intan yang sudah tak terikat, melayang di atas kasur persembahan dengan rambut emas yang berkibar kibar.


Yulia pun mengira suara gaduh di dalam kamar adalah berasal dari makhluk yang sedang menikmati Intan, tersungging senyuman jahat dibibirnya.


"Massss.....barusan aku ketemu mbak Rodiyah, dia lihat Intan dibawa ibu tirimu mas....buruan kesana mas....."


Rini masuk ke rumah sambil teriak teriak panik. Susanto pun langsung panik, bangkit dari duduknya dan langsung berlari sekuat tenaga menuju kerumah almarhum ayahnya.


Brrrrakkkk.....braaakkk......woiiiii....wanita ibliss......buka pintunyaaaa.....


Susanto mendobrak dobrak pintu depan sambil berteriak teriak seperti kesetanan. Berkali kali percobaan, dia belum berhasil mendobrak pintu yang terkunci rapat dari dalam.


Sementara itu Gagak Rimang mendapat telepati dari Sekar soal Intan, dia pun langsung memberi tahu Raka lewat telepatinya.


Intan saat ini dalam bahaya...segera keluar cari tempat sepi, aku akan mengantarmu kesana....


Ucap Gagak bertelepati.


Raka yang sedang menunggu ayahnya, langsung pamit kepada ibunya ingin ke belakang buang air. Ibunya pun mengangguk mengijinkan, beruntung Pak Rusman sudah keluar dari masa kritis.

__ADS_1


Dengan panik dia segera berlari ke belakang rumah sakit, dia tau di depan dan di sekitar rumah sakit banyak anggota klan Kartawiharja tersebar.


Sementara itu makhluk pesugihan itu juga mengeluarkan segenap kesaktiannya setelah beberapa kali terkena pukulan dan tendangan Intan.


Saat hendak menyerang Intan, tiba tiba tampak sesosok bayangan wanita anggun cantik jelita dibelakang Intan yang sedang melayang dengan sorot mata penuh amarah.


IBLISSSS RENDAHAN....!!!!


Ucap Sekar lantang dengan sorotan mata yang begitu tajam ke arah makhluk itu.


Sekar menggerak kan tangan kanan nya kedepan, tangan Intan pun ikut bergerak dengan sendirinya dengan jari menunjuk ke arah muka makhluk itu.


BINASALAAAAH.....SLAAASSSHH.....


DHUAAARRRR.....


Ujung jari telunjuk Intan mengeluarkan sinar berwarna emas menghantam kepala makluk itu.


Seketika kepalanya hancur menjadi debu berwarna hitam. Tubuh makluk yang sudah tanpa kepala itu perlahan menjadi asap hitam dan memudar hilang. Makhluk pesugihan itu binasa ditangan Intan.


Sekar tersenyum sinis melihat makhluk itu binasa, Intan pun kembali ke wujud semula, jatuh terbaring di atas kasur dengan kondisi tubuh lemas.


Raka yang baru saja diantar oleh Gagak Rimang di depan rumah Yulia dengan teleportasi, melihat Susanto sedang ber susah payah berusaha mendobrak pintu.


"Anda paman nya Intan kan...dimana Intan...."


Tanya Raka penuh amarah. Dia mengira Susanto adalah orang yang akan mencelakai Intan.


Jawab Susanto panik dengam nafas ter engah engah terkuras tenaganya.


BRAAAAAKKK.....


Dengan sekali tendang, pintu hancur berantakan. Susanto segera berlari mencari keberadaan Intan sambil berteriak teriak memanggil namanya. Raka pun mengikuti dibelakangnya.


"Sialan....itu suara Susanto....aku harus menghabisinya sekalian...."


Yulia panik mendengar suara anak tirinya berteriak teriak memanggil Intan.


Dia bergegas ke dapur mengambil sebuah pisau daging dan berniat menghabisi Susanto.


"Lancang sekali kau masuk rumahku tanpa ijin...."


Sreeettt....kreeekk....


Yulia mengayunkan pisau dagingnya ke arah kepala Susanto yang sedang membelakanginya, namun secepat kilat Raka melesat menangkap tangan Yulia dan memelintirnya hingga terlepas pegangan pisaunya.


"Katakan dimana Intan atau kubuat remuk tangan mu..."


Ucap Raka pelan namun penuh intimidasi.


"Di...dia...di...kamar...bela..kang... "


Jawab Yulia terbata bata menahan sakit ditangannya.

__ADS_1


Raka pun menghempaskan begitu saja Yulia ke tembok lalu berlari menuju kamar belakang yang dulu ditempati oleh Mbok Yem, dan Susanto yang begitu emosi dengan Yulia, meraih tangan nya dan diseretnya menuju kamar belakang menyusul Raka.


Raka begitu panik saat melihat gelang Intan tergeletak di lantai dan dia merasa sangat bersalah karena tidak bisa melindungi Intan.


"Intaaaan....bangun Ntaaan....maafkan aku Ntaan.....tolong bangunlah...."


Raka mengguncang guncang tubuh Intan yang masih tertidur diatas kasur dengan raut wajah yang begitu khawatir.


"Raka.....kamu datang...."


Ucap Intan pelan sambil membuka sedikit matanya.


Melihat Intan bisa merespon nya, Raka langsung memeluk Intan dengan perasaan yang campur aduk.


"Nenek ku jahat Kaa...."


Ucap Intan sesenggukan.


Raka hanya mengangguk sambil mengusap punggungnya, lalu melepaskan pelukannya saat sadar ternyata Susanto sudah berada disitu.


"Maafkan paman nak...aku terpaksa menjauhkanmu agar terhindar dari wanita iblis itu...."


Susanto yang begitu merindukan ponakannya langsung memeluk Intan dengan tangis haru.


Yulia memanfaatkan situasi tersebut, dia bangkit dan segera berlari ke arah pintu depan. Namun sesampainya disana langkah Yulia terhenti, Rini menghadangnya tepat di depan pintu yang hancur oleh tendangan Raka.


Dibelakang Rini ada beberapa polisi yang datang karena mendapat laporan dari Rini bahwa Yulia melakukan tindakan penyekapan terhadap cucu tirinya.


"Mau kemana kau....urusan mu belum selesai..."


Ucap Rini dengan dingin.


Dua polisi wanita langsung memborgol tangan Yulia.


Wanita penghamba iblis itu membuang beberapa mayat tumbalnya di sumur belakang....


Kembali suara Sekar memenuhi kepala Intan.


"Pamaan....nenek membuang tumbal pesugihannya di sumur itu..."


Ucap Intan kepada Susanto sambil jarinya menunjuk ke arah sumur tua di belakang rumah.


"Ayo kita pulang dulu ke rumah ayahmu...biar nanti paman yang urus soal itu..."


Susanto merangkul Intan membawanya ke depan, dan alangkah terkejutnya dia mendapati Rini sudah berada disitu bersama beberapa polisi.


"Syukurlah anda datang kesini Pak. Wanita ini membuang beberapa mayat tumbal pesugihannya di dalam sumur belakang Pak..."


Ucap Susanto kepada salah seorang Polisi.


"Kamu beneran gapapa kan Ntan...ini pakai lagi gelangmu.."


Raka tampaknya masih mengkhawatirkan keadaan Intan yang masih tampak lemas tak bertenaga.

__ADS_1


__ADS_2