
"Sesuai petunjuk yang kudapat, keris pusaka itu ada disekitar sini...apa kamu merasakan energinya..."
Seorang pria 30 tahunan dengan pakaian rapi bertanya kepada adiknya.
"Aku bisa merasakan energinya samar samar, sepertinya kita tidak perlu repot repot mas, energi pusaka itu mendekat ke arah kita"
Balas sang adik membuat kakaknya tersenyum.
"Kita bisa menguasai bisnis bawah tanah di Jawa tengah kalau berhasil mendapatkan keris pusaka itu.."
Si kakak tampak begitu ambisius.
"Semua siapkan posisi, sepertinya yang kita cari sedang dibawa seseorang.."
Si adik memerintahkan para anak buahnya untuk bersiap melalui HT. Kemudian mereka hanya menunggu.
Hening tiada suara,kedua kakak beradik itu mencoba fokus merasakan energi yang semakin mendekat.
"Di mobil itu..kejar....!! "
Chandra memerintahkan anak buahnya untuk mengejar sedan hitam yang ditumpangi Raka.
"Jangan pakai senjata api, pusaka yang kita cari ada di dalam tubuh salah satu orang di mobil itu.."
Kembali Indra, si adik, memberi instruksi kepada para anak buahnya di mobil lain.
Sampai di sekitar daerah Bawen, akhirnya merekapun berhasil mengejar mobil yang dikemudikan oleh Pak Min. Satu mobil menyalip lalu memposisikan tepat didepan mobil Dita,mencoba memperlambat laju mobil, satu mobil lainnya memepet dari sisi kanan sambil menodongkan senjata laras panjang.
Sedangkan mobil yang di tumpangi Chandra dan Indra adiknya, tepat mengekor di belakang mobil Dita.
Berhenti atau kutembak kepalamu....!!!!
Pak Min gemetar mendapat todongan senapan laras panjang dari sampingnya, Intan dan Dita menjeri jerit ketakutan di kursi belakang.
"Pak Min, masuk ke dalam kebun kopi cepattt...!!"
Pak Min pun membanting setir ke kiri masuk kedalam kebun kopi yang terhampar luas disitu.
Tiga mobil pengejar pun ikut membanting setir menimbulkan suara berderit roda beradu dengan aspal.
"Dasar bodoh, mereka mempermudah pekerjaan kita..."
Ucap Chandra dengan nada meremehkan.
Dia mengira bahwa mobil sedan itu mencoba kabur dengan masuk kedalam kebun kopi. Raka tau jika pertarungan tidak bisa di elak kan, dia memilih tempat yang jauh dari keramaian untuk meminimalisir jatuh nya korban.
"Kalian berlindunglah, kunci semua pintu, aku akan hadapi mereka..."
Ucap Raka lalu turun dari mobil.
"Kaaa...jangan gegabah, gapapa serahkan saja mobil ini kepada mereka..."
Teriak Dita ketakutan. Dia mengira tiga rombongan mobil tersebut hanyalah begal yang ingin mengambil mobilnya.
Raka tak mengindahkan teriakan Dita dan langsung lari menyambut mereka.
"Aura kedua orang itu sungguh kuat...."
__ADS_1
Batin Raka saat melihat Chandra dan Indra keluar dari dalam mobil.
"Ternyata hanya seorang bocah...."
Ucap Chandra meremehkan.
"Amankan semua saksi mata..!!"
Indra memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menghabisi Intan dan lain nya.
2 orang berbadan kekar segera menuju mobil Dita, Raka mencoba menghalangi dengan menyerang kedua orang tersebut. Namun saat hendak menendang, tiba tiba Indra melesat menyerang Raka dari samping.
Guru...tolong lindungi Intan dan yang lain...
Raka mencoba melakukan telepati meminta bantuan kepada Gagak Rimang.
Namun tidak ada jawaban sama sekali. Gagak Rimang hanya menyaksikan pertempuran itu dari kejauhan, dia ingin melihat sampai mana dia menguasai semua ilmu yang sudah diajarkan padanya.
Raka tidak punya pilihan, dia harus melumpuhkan Indra terlebih dahulu baru bisa menyelamatkan Intan dan yang lainnya.
Perkelahian seru pun terjadi antara Indra dan Raka, mereka saling serang. Sepertinya kekuatan mereka seimbang, sedangkan Chandra hanya memperhatikan adiknya bertarung sambil menghisap rokoknya.
Praaanggg....
Salah seorang anak buah Chandra memukul kaca mobil dengan popor senapan kemudian meminta semua penumpang turun.
"Cepat turun...!! Atau kutembak kepala orang ini..!!"
Pria itu menempelkan ujung senapan di pelipis Pak Min, mau tidak mau mereka pun menuruti perintah pria itu.
Buuuuggghhh....
"Dasarr bajingaaaann....!!"
Dita hilang kendali saat melihat Pak Min yang sudah dianggap seperti saudaranya itu dipukul menggunakan senapan.
Dita mencoba memukul pria berbadan tegap itu, namun dengan mudah pria itu menangkap tangan Dita lalu diplintir kebelakang dan sebuah tendangan mendarat di punggung Dita membuat dia tersungkur dengan kepala membentur badan mobil. Dita pun pingsan seketika mendapat benturan yang cukup keras itu.
Intan hanya mematung melihat 2 orang di depannya tak sadarkan diri, dia sama sekali tidak tau apa yang harus diperbuat.
Satu pria tegap lain nya mendekati Intan.
"Kamu cantik sekali...sayang kalau harus dibunuh, kita main main dulu sebentar..."
Tampaknya pria itu tertarik pada Intan dan berniat melecehkan nya di dalam mobil.
Saat hendak menyentuh Intan, tangan pria itu tiba tiba seperti tertahan oleh sesuatu yang tak kasat mata. Tiba tiba rambut Intan berkibar kibar berubah menjadi warna emas, pun sama halnya dengan kedua matanya juga berubah menjadi warna emas.
Dasar laki laki bejat...enyah kau....!!
Dhesssshhh....
Kaki Intan menendang begitu saja perut pria berbadan kekar itu hingga terlempar lumayan jauh membentur mobil disamping Chandra.
Braaaakkk....
Chandra sangat kaget salah seorang anak buahnya terlempar begitu saja membuat mobil disampingnya penyok parah.
__ADS_1
Belum habis kekagetannya, seorang lagi terlempar dari arah yang sama hampir mengenai Chandra.
"Siapa gadis itu, aku bahkan tidak bisa merasakan auranya sedikitpun..."
Chandra menatap ke arah Intan yang masih berdiri dengan penuh amarah disana.
Sementara itu Indra mulai kewalahan menghadapi Raka, beberapa serangan berhasil mengenai muka dan perut Indra dengan telak.
Buuugggkkkk....Praaanggg....
Sebuah tendangan dengan tenaga dalam akhirnya mengenai dada Indra dan membuatnya terlempar dan jatuh tepat di kaca depan mobilnya.Indra terbatuk batuk memegangi dadanya, tampak beberapa teguk darah keluar dari mulutnya.
Kenapa Intan tiba tiba bisa berubah mengerikan seperti itu...
Batin Raka yang sempat melihat Intan menghajar 2 pria berbadan kekar dengan sangat mudah.
Melihat tuan muda nya kalah, 5 orang anak buah Indra merangsek mengeroyok Raka, sedangkan Chandra mulai waspada dengan Intan yang tampak mengerikan.
"Kamu mengajarinya dengan baik..."
Ucap Sekar kepada Gagak Rimang yang menyaksikan pertempuran mereka dari kejauhan.
"Anda terlalu berlebihan Ratu, itu sudah menjadi tugas saya.."
Balas Gagak dengan penuh hormat.
Raka mulai jengkel dengan para pria ini, dia memperbanyak aliran tenaga dalam nya lalu melumpuhkan 2 orang pria dalam satu serangan.
"Heeeiii....apa masalah kalian, aku tidak ada urusan dengan kalian...!!"
Teriak Raka sambil melompat mundur. Bagaimanapun juga dia juga harus istirahat sejenak setelah pertarungannya dengan Indra.
"Aku ingin keris pusaka yang ada dalam tubuhmu..."
Ucap Chandra yang tiba tiba melompat di depan para anak buahnya yang tampak kepayahan.
"Ini bukan hak mu, pergilah...aku tidak mau berurusan dengan kalian.."
Balas Raka sambil mencoba mengulur waktu untuk memulihkan kembali tenaganya.
"Hahaha....aku tak akan pergi sebelum mengambil keris itu.."
Chandra tertawa jumawa karena dia sangat yakin bisa mengalahkan Raka.
"Siapa kamu...!!"
Tanya Raka mengulur waktu.
"Ada baiknya kamu tau nama orang yang akan menghabisimu. Aku Chandra Kartawiharja, calon pewaris utama klan Kartawiharja.."
Jawab Chandra sambil menepuk nepuk dadanya dengan pongah.
"Emang ada yaa klan seperti itu, baru denger aku..."
Ketidak tahuan Raka akan dunia bawah tanah, justru terdengar seperti ejekan yang meremehkan oleh Chandra, dan Chandra pun menjadi sangat murka.
Bertahun tahun melakukan pertapaan di berbagai tempat meningkatkan kesaktiannya, hanya untuk membesarkan nama Klan keluarganya, dan dengan entengnya bocah di hadapannya begitu meremehkannya.
__ADS_1
Aura Chandra pun berkobar meledak ledak karena amarahnya dan langsung menyerang Raka.
Kubunuh kau bocaah.....