Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku
Bab 10. Wakil sekolah


__ADS_3

Kini Ciara telah berada di lapangan sekolahnya, dan sang wali kelas yang bernama Bu Raya itu tengah mengumumkan siapa yang terpilih menjadi wakil sekolah untuk lomba menyanyi tahun ini. Memang sebelumnya telah diadakan sesi seleksi, sehingga sekarang tinggal pengumuman berdasarkan hasil dari seleksi kemarin.


Ciara pun tampak antusias menunggu, ia sangat berharap agar terpilih menjadi wakil sekolah. Tentu ini merupakan sebuah kebanggaan baginya, apalagi ia juga hobi menyanyi dan sejak kecil selalu menyanyi di manapun walau suaranya tidak terlalu bagus. Meski begitu, Ciara juga ragu karena banyak saingannya yang berasal dari kelas yang sama.


"Baiklah murid-murid, sekarang saya akan membacakan hasil seleksinya ya? Kalian dengarkan baik-baik supaya tidak ada yang bertanya lagi nantinya!" ucap Bu Raya.


"Baik Bu!" jawab murid-murid disana serentak.


Ciara berharap-harap cemas menanti siapa wakil sekolahnya, kedua temannya pun turut menyemangati dirinya karena mereka yakin Ciara pasti akan terpilih. Ya mereka sudah sering mendengar Ciara menyanyi, dan suara gadis itu sangat merdu seperti seorang penyanyi berbakat.


"Lo tenang aja Ciara, gue yakin lu pasti bakal kepilih kok jadi wakil sekolah!" ucap Cleo.


"Iya Ciara, suara lu itu bagus pake banget malah. Gue aja selalu suka tiap kali dengar lu nyanyi, ya kan Cleo?" sahut Anin.


"Betul banget!" ucap Cleo mengacungkan jempolnya.


Ciara tersenyum senang, "Thanks ya guys atas supportnya, gue juga berharap banget bisa wakilin sekolah. Makanya kalian doain gue terus ya!" ucapnya.


"Aamiin, pasti kita bakal doain dan support lu terus Ciara. Kita ini kan sahabat sejati lu," ucap Anin.


Mereka bertiga saling berpelukan dan tersenyum, namun ada sepasang mata yang memandang tak suka ke arah Ciara. Dialah Hanum, perempuan yang merupakan pesaing Ciara dalam menjadi wakil sekolahnya untuk lomba mendatang. Hanum adalah seorang vokalis band di komunitas sekolah dan suaranya banyak disukai oleh orang-orang.


"Heh! Kalian jangan banyak berharap deh mendingan, sadar diri aja gitu! Gak mungkin tuh teman kalian yang itu bisa kepilih jadi wakil sekolah, karena pasti gue yang bakal dipilih sama kepala sekolah nantinya," cibir Hanum.


"Ih apa sih? Lo gausah nyamber aja deh jadi orang, lu berharap boleh tapi jangan nyinyir dong!" ucap Anin tak suka.


"Bukan nyinyir, tapi gue emang yakin sama kemampuan gue dan gue pasti bisa bawa pulang piala itu ke sekolah kita setelah puluhan tahun. Sedangkan lu, lu bisa apa Ciara?" ujar Hanum.


"Lo jangan salah ya Hanum! Ciara itu suaranya bagus banget, bahkan lebih bagus daripada lu," ucap Anin.


"Oh ya? Kalau bagus, kok yang lebih banyak tampil di acara sekolah tuh gue sih? Kenapa bukan Ciara teman kalian itu?" ucap Hanum.

__ADS_1


"Ya karena Ciara gak mau sombong aja, coba aja lu adu suara lu sama suara Ciara! Berani gak?" ucap Anin.


Hanum geleng-geleng kepala, "Siapa takut?" ucapnya dengan nada menantang.


"Udah udah, kalian kenapa jadi pada ribut sih? Kita dengerin aja tuh omongan Bu Raya!" ucap Ciara memisahkan teman-temannya.


"Sorry ci, abisnya tuh si Hanum mulutnya ngeselin banget!" ucap Anin.


"Iya, udah kayak petasan elektrik." Cleo menyambung sambil menatap wajah Hanum.


Sementara Ciara masih terdiam fokus menatap ke depan menunggu Bu Raya selesai membacakan hasil seleksi kemarin, dan yang dinanti-nanti pun tiba karena inilah saatnya pemenang seleksi yang akan mewakili sekolah dalam lomba menyanyi diumumkan.


"Berdasarkan hasil tersebut, ada tiga teratas yang diantaranya Hanum Mentari pada posisi tiga, lalu Asyifa Az-Zahra di posisi kedua. Dan di posisi pertama adalah.." Bu Raya sengaja menggantung ucapannya untuk membuat semua penasaran.


Namun, Hanum sudah sangat kecewa mendengarnya. Ia tentu yakin jika posisi ketiga tidak akan bisa menjadi wakil sekolah, walau ia masih berharap sepenuhnya kalau akan ada tiga wakil pada lomba nantinya. Ia juga penasaran siapa sebenarnya yang berada di posisi satu.


"Siapa Bu yang nomor satu? Buruan dong dikasih tau, kita udah penasaran pengen tau siapa yang nomor satu!" ucap Anin.


"Sabar semuanya! Ini saya juga mau umumkan kok, kalian diam dulu ya jangan berisik!" ucap Bu Raya menenangkan.


Suasana langsung berubah hening, mereka semua penasaran siapa yang akan terpilih menjadi wakil sekolah dan nomor satu di tahap seleksi. Bu Raya kembali melihat isi pada kertas yang ia pegang, untuk memastikan nama pemenang tersebut.


"Baiklah, yang nomor satu dan berhak mewakili sekolah dalam lomba Minggu depan adalah..." semuanya terlihat sudah tidak sabar, tak ada dari mereka yang berbicara saat ini.


"Selamat kepada Ciara Chereena, karena kamu berhasil menjadi nomor satu!" sambung Bu Raya.


Sontak Ciara terkejut bukan main mendengarnya, begitupun dengan yang lainnya. Mereka langsung bersorak gembira dengan terpilihnya Ciara menjadi wakil sekolah, Cleo dan Anin bahkan sampai memeluk Ciara sangking senangnya. Tampak juga Wildan, ketua OSIS disana turut menghampiri Ciara untuk memberi selamat.


"Selamat ya Ciara! Kamu emang berbakat, semoga kamu bisa menang di lomba nanti!" ucap Wildan.


"I-i-iya kak, makasih." balas Ciara dengan gugup, pasalnya ia tengah berhadapan dengan sosok pria tertampan di sekolahnya.

__ADS_1


Sementara Hanum tentu saja merasa jengkel melihatnya, ia semakin tidak suka pada Ciara setalah tahu gadis itu yang menjadi wakil sekolah untuk lomba menyanyi dan banyak sekali orang yang memberi selamat padanya.


"Ish, awas aja lu Ciara! Gue gak bakal kasih ampun buat lu!" batin Hanum.




Singkat cerita, Ciara pergi ke kantin bersama dua sahabat sejatinya. Sepanjang perjalanan cukup banyak orang yang memberi selamat padanya atas terpilihnya ia menjadi wakil sekolah, mulai dari laki-laki sampai perempuan, baik senior maupun juniornya di sekolah itu.


Tak hanya dari kalangan siswa biasa, bahkan Reno gitaris komunitas band sekolah pun mendatanginya dan mengucapkan selamat secara langsung padanya. Ciara sungguh tak percaya, hari ini ia benar-benar bahagia dan tidak akan mungkin bisa melupakannya.


"Ciara, selamat ya udah kepilih jadi wakil sekolah dan ngalahin Hanum! Kalau lu butuh tempat buat latihan, di studio kita aja. Nanti biar gue sama Seno yang ngiringin," ucap Reno.


Ya Seno adalah saudara kembar Reno, ia juga merupakan drummer komunitas band.


"Makasih kak, gue emang butuh sih latihan sambil diiringi musik. Kalau kalian emang mau, ya pasti gue terima. Tapi, ini gratis kan?" ucap Ciara.


Reno tergelak mendengarnya, "Hahaha, pasti gratis lah Ciara. Kalau lu menang nanti di lomba nyanyi, kan kita bakal bangga juga," ucapnya.


"Iya tuh, selain itu bisa aja nanti lu jadi pengganti Hanum buat vokalis band kita. Pokoknya lu tenang aja, kapanpun lu mau latihan kita siap kok buat temenin!" sahut Seno.


"Terimakasih," ucap Ciara singkat sambil tersenyum.


Tanpa mereka sadari, obrolan itu didengar oleh Hanum yang berdiri tak jauh dari tempat mereka berada. Tentu saja Hanum sangat kesal, ia mengumpat dan mengepalkan tangan seperti hendak memukul wajah Ciara.


"Emang gak bisa dibiarin tuh si Ciara, gimanapun caranya gue harus balas dia!" gumam Hanum dengan mulut bergetar menahan emosi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


...VOTE/GIFT JUGA BOLEH...


__ADS_2