
Akhirnya wanita itu terpaksa menuruti kemauan bosnya, ia duduk di sofa bersebelahan dengan Galen sambil menatap wajah pria itu dengan raut penasaran. Sedangkan Galen meraih dua tangan Tiara lalu menggenggam dan mengecupnya, Tiara dibuat salah tingkah oleh ulah lelaki itu.
"Bapak apa-apaan sih? Harusnya saya yang cium tangan bapak, kan nanti saya yang jadi istri bapak, bukan sebaliknya," ujar Tiara.
"Gapapa, tangan kamu halus sih jadi saya kepengen cium terus sama jilat," ucap Galen sensual.
"Ish, bapak emang mesum dasar! Udah buruan kasih tau bapak mau ngomong apa!" sentak Tiara.
"Saya gak akan kasih tau, sebelum kamu panggil saya sayang dan bukan bapak lagi!" ucap Galen.
"Hadeh, masa harus gitu sih pak? Enakan manggil bapak pake kata bapak tau, biar beda juga gitu dari pasangan lainnya," ucap Tiara.
"Ah enggak, gak ada enaknya. Malahan saya malah ngerasa lebih tua tau, padahal usia saya ini masih muda banget," ucap Galen.
"Ih gapapa kali pak, panggilan bapak gak melulu buat orang yang tua. Buat orang tampan dan kaya seperti kamu juga bisa kok," ucap Tiara.
"Kamu goda saya nih?" Galen mendekat lalu membelai rambut gadisnya.
Tiara hanya tersenyum sambil mengangguk, dan sedetik kemudian Galen sudah menyatukan bibir mereka. Tiara terkesiap menerima ciuman dadakan dari pria itu, tapi ia tetap membalas walau sedikit kesulitan karena Galen terlalu bergairah. Pria itu terus menekan tengkuk Tiara seakan tak mau melepasnya.
"Haaahhh haaahhh bapak gila!" ucap Tiara mengamuk sesudah Galen melepas bibirnya.
"Gila apanya? Kamu suka kan sama ciuman saya? Buktinya kamu tadi bergairah banget tuh balasnya," kekeh Galen.
"Kalau mau cium tuh bilang-bilang dulu kek pak, saya kan gak siap tadi!" kesal Tiara.
"Masa cium bibir calon istri sendiri harus pake bilang dulu segala? Suka-suka saya dong, mau saya cium kamu kapanpun itu terserah saya," ujar Galen.
"Ya ya ya, terus bapak mau bicara apa tadi? Jangan merambat ke yang lain dong!" ucap Tiara.
Galen tersenyum dan mengecup sekilas bibir Tiara. Sambil menyelipkan rambut wanita itu ke sela-sela telinga Galen berkata, "Saya mau besok kita foto prewedding, sayang." Tiara yang mendengarnya langsung menganga seolah tak percaya.
"Apa pak? Foto prewedding? Kenapa besok dan kenapa secepat itu? Pernikahan kita aja kan masih tiga Minggu, masih ada waktu banyak kali buat foto prewed gak mesti besok pak," kaget Tiara.
"Saya kan sudah percepat jadwal pernikahan kita sayang, saya ubah jadi Minggu depan," ucap Galen santai.
"Bapak gak ngada-ngada kan?" tanya Tiara.
__ADS_1
"Buat apa saya ngasal? Emang bener kok semua yang saya bilang tadi, kalau kamu gak percaya tunggu aja Minggu depan!" jawab Galen.
"Ish pak, kenapa bapak gak minta persetujuan saya dulu sih? Saya kan berhak tau kalau bapak mau majuin jadwal pernikahan kita," ujar Tiara.
"Gak perlu sayang, yang penting kamu terima beres aja karena semua yang saya lakuin itu pasti yang terbaik buat kita. Sudah ya, persiapkan diri kamu buat foto prewed kita besok!" ucap Galen.
"Kita mau foto dimana pak? Terus saya harus pake baju apa?" tanya Tiara.
"Nanti kamu juga tau, pokoknya tempatnya itu indah banget dan saya yakin kamu pasti suka. Soal pakaian, sudah saya urus semuanya kok. Jadi, kamu tinggal ikutin perkataan saya aja besok!" jawab Galen sambil tersenyum.
Tiara memutar bola matanya, Galen pun menarik tubuh Tiara hingga duduk di pangkuannya. Tanpa menunggu lama, Galen langsung menghajar bibir manis Tiara dengan sangat bergairah.
•
•
Ciara dan teman-temannya masih berada di toilet untuk membersihkan noda saus yang menempel di rok abu-abu milik gadis itu, Ciara benar-benar kesal dengan kelakuan Hanum dan bersumpah kalau ia akan membalas semua yang sudah Hanum lakukan padanya saat ini.
"Ini semua gara-gara si Hanum, lihat aja gue pasti bakal balas dendam ke dia!" geram Ciara.
"Ya tapi gue kesel banget sumpah sama si Hanum, gue salah apa coba sampe dia tega lakuin ini ke gue? Perasaan gue gak pernah bikin masalah deh sama dia," ucap Ciara.
"Entahlah, mungkin aja dia iri sama lu karena lu yang kepilih jadi wakil sekolah. Secara dia kan ngebet banget tuh mau ikut lomba," ucap Anin.
"Iya kali ya? Yaudah deh, gue mau temuin dia aja sekarang. Kalian berdua anterin gue ya!" ucap Ciara.
"Mau ngapain Ciara?" tanya Cleo tak mengerti.
"Kita samperin si Hanum, gue pengen dengar langsung penjelasan dari dia kenapa dia ngelakuin ini tadi ke gue!" jawab Ciara.
"Kemana kita cari dia, Ciara? Gue yakin banget dia pasti bakal sembunyi dari kita, karena dia takut ketemu sama lu!" ucap Anin.
"Tenang aja, pasti dia bakal balik ke kelas juga nanti. Kita tungguin aja dia disana," ujar Ciara.
"Eh iya ya, ternyata lu pintar banget ya? Gue aja sampe lupa kalo kita sekelas sama Hanum," ucap Anin sambil menggaruk kepalanya.
"Lebay lu!" cibir Ciara.
__ADS_1
Anin dan Cleo yang membantu membersihkan rok milik Ciara itu kini berhenti setelah dirasa semua saus yang ada disana hilang, tapi akibatnya rok Ciara pun terlihat basah sekali dan membuat gadis itu tidak nyaman. Apalagi jika nanti ada yang melihatnya dan mengira yang tidak-tidak.
"Nah, udah bersih nih Ciara. Tapi, rok lu agak basah sih gara-gara air," ucap Anin.
"Ish, ini mah bukan agak basah, tapi basah banget Anin. Lagian ngapa pake air sih? Emang kalian gak ada yang punya tisu?" protes Ciara.
"Punya kok, tapi tinggal dikit. Sayang-sayang kalo cuma buat bersihin saus di rok lu," ucap Cleo.
"Heh kurang ajar ya lu! Menurut lu, saus di rok gue itu gak penting gitu? Pokoknya kalian harus tanggung jawab, gue gak mungkin keluar dalam keadaan rok basah kayak gini!" sentak Ciara.
"Sabar Ciara! Basahnya gak banyak kok, nanti kita bantu tutupin deh pas di jalan," ucap Anin.
"Enggak ah, gue mau disini aja sampai rok gue kering. Ini aja kerasa basah banget tau, nanti kalau ada yang lihat ngiranya gue ngompol lagi," ucap Ciara memegangi roknya.
Kriiiinggg kriiiinggg
Tiba-tiba bel masuk berbunyi, sontak Ciara bertambah panik karena ia tak tahu harus bagaimana saat ini.
"Tuh bel udah bunyi Ciara, lu yakin tetap mau disini?" ucap Anin tersenyum.
"Sial! Gimana dong ini? Gue gak mau ada yang lihat dan ngetawain gue nantinya," ucap Ciara panik.
"Tenang aja, udah yuk kita keluar! Biar gue sama Cleo yang bantu tutupin lu dari samping sama belakang," ucap Anin.
"Lo yakin bakal berhasil?" tanya Ciara.
Anin mengangguk mencoba meyakinkan Ciara, begitupun dengan Cleo. Akhirnya Ciara percaya dan setuju dengan usulan kedua sohibnya itu, mereka pun keluar dari dalam toilet dan mulai melangkah secara perlahan. Ciara benar-benar cemas, pasalnya keadaan disana sangat ramai.
Benar saja, disaat mereka sedang berjalan ada seseorang yang menyapa Ciara dan membuat gadis itu bertambah kaget. Sontak Anin serta Cleo langsung membantu menutupi rok basah Ciara agar tidak dilihat oleh orang-orang disana yang jumlahnya sangat banyak.
"Ciara! Kalian kenapa jalannya kok dempetan kayak tadi?" tanya si pria yang ternyata Reno.
Ciara pun kebingungan, ia melirik ke arah Anin dan Cleo seperti meminta bantuan mereka. Namun, kedua gadis itu juga tidak tahu harus menjawab apa pada Reno dan Seno.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1