Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku
Bab 19. Tante Chelsea


__ADS_3

"Ma-mas Albert...??" lirih Nadira sembari memegangi dadanya.


"Kamu kenapa kesini mas? Apa ada masalah yang bikin kamu sampai datang?" tanya Nadira.


Pria yang dilihatnya sebagai Albert itu menggeleng, Nadira benar-benar tak tahu harus bagaimana untuk saat ini. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Albert, namun tiba-tiba sosok itu bergerak maju lalu menggerakkan tangannya mengusap rambut Nadira yang halus.


Nadira hanya diam membiarkan Albert melakukan apa yang dia inginkan, setelahnya sosok itu malah menghilang dan membuat Nadira keheranan. Nadira berteriak sambil menatap ke sekeliling berusaha menemukan sosok itu lagi, akan tetapi ia tidak berhasil menemukannya.


"Mas, kamu dimana mas? Kenapa kamu menghilang tanpa jejak kayak gini?" teriak Nadira.


Galen serta Tiara yang penasaran mengapa Nadira terus berteriak seperti itu, akhirnya datang menghampiri wanita itu dan menegurnya. Galen sungguh khawatir mamanya mengalami sesuatu, itu sebabnya ia bergerak cepat dan coba menenangkan Nadira yang terlihat mencari seseorang disana.


"Ma, mama kenapa sih ma? Mama cari siapa?" tanya Galen terheran-heran.


"Hah Galen? Tiara?" Nadira sedikit kaget melihat kehadiran putranya dan calon mantunya itu.


"Iya ma, ini kita. Mama kenapa panik kayak gitu sih? Apa yang terjadi ma? Siapa yang datang?" heran Galen.


Nadira menggeleng, "Bukan siapa-siapa, kayaknya mama halusinasi lagi sayang. Maafin mama ya?" jawabnya.


"Oh gitu, pasti mama mikirin papa lagi ya? Apa papa tadi datang temui mama lagi?" tebak Galen.


"Itu yang mama lihat sayang, tapi mama gak tahu itu benar atau cuma bayangan mama. Semuanya terlihat nyata, mama yakin kalau itu papa kamu. Tapi, tiba-tiba saja dia menghilang," ujar Nadira.


"Yaudah, mama tenang dulu ya! Yuk kita masuk lagi ke dalam!" ajak Galen.


"Iya ma, sini biar aku bantu!" sahut Tiara.


Tiba-tiba saja, seorang wanita muncul dan berteriak dengan heboh.


"Yuhu mbak Dira!" teriaknya dari arah luar.


Sontak Nadira beserta Galen dan Tiara terkejut bukan main mendengarnya, mereka kompak menoleh ke arah suara itu.


"Hah Chelsea?" Nadira terkejut ketika melihat adik iparnya itu berdiri disana.

__ADS_1


"Iya mbak, ini aku Chelsea adiknya mas Albert. Mbak masih ingat kan sama aku?" ucap Chelsea.


Nadira menggeleng tak percaya, lalu ia bergerak cepat mendekati Chelsea dan memeluk adik iparnya itu dengan erat untuk melepaskan rindu. Sedangkan Galen serta Tiara hanya melongok saja di tempat mereka berdiri menyaksikan Nadira dan Chelsea saling berpelukan satu sama lain.


"Pasti aku ingat dong Chelsea, aku aja kangen banget loh sama kamu!" ucap Nadira.


Mereka melepas pelukannya dan saling menatap sambil tersenyum. "Mbak, kok makin cantik aja sih? Kita udah lama gak ketemu, aku kira mbak udah kisut gitu, eh ternyata aku salah," ucap Chelsea.


"Hahaha, ada-ada aja kamu. Oh ya, nih kamu kenalan juga dong sama calon istrinya Galen!" ucap Nadira coba mengenalkan Tiara pada Chelsea.


"Hah?" Chelsea terkejut lalu beralih menatap gadis yang berdiri di samping Galen.


"Iya Chelsea, jadi Galen sebentar lagi akan menikah dengan Tiara. Mumpung banget kamu datang kesini sekarang, jadinya kamu bisa hadir di pernikahan mereka nanti," ucap Nadira.


"Waw gak nyangka ternyata ponakan tante ini udah mau nikah aja ya? Makin besar kamu Galen sayang!" ucap Chelsea.


"Ya dong tante, namanya juga manusia, pasti bertumbuh," ucap Galen tersenyum.


"Tiara, ini namanya Chelsea. Dia itu tantenya Galen, yuk kamu kenalan sama dia!" ujar Nadira.


"Iya ma." Tiara bergerak maju kemudian bersalaman dengan Chelsea sambil mengenalkan diri. "Halo tante! Aku Tiara, salam kenal ya?" ucapnya.


Mereka berempat tertawa bersamaan, lalu Nadira mengajak Chelsea serta yang lainnya masuk ke dalam dan duduk berkumpul di ruang tamu, tak lupa Nadira menyuruh pelayan disana membuatkan minuman.




Keesokan paginya, Leon datang ke rumah Tiara dengan alasan ingin menjemput Nindi dan mengantarnya ke sekolah. Leon memang sengaja melakukan itu, sebab ia mau hubungannya dengan Nindi semakin dekat dan terjalin lebih dari sekedar teman seperti yang mereka jalani saat ini.


TOK TOK TOK...


Leon mengetuk pintu, menanti seseorang datang ke luar membukakan pintu untuknya. Tak lama pintu terbuka, namun yang keluar adalah Tiara dan bukan Nindi. Tiara terkejut melihat kehadiran Leon disana, ia menatap penasaran tak mengerti mengapa Leon datang ke rumahnya pagi-pagi begini.


"Pak Leon ya? Kok bapak datang ke rumah saya? Ada apa?" tanya Tiara penasaran.

__ADS_1


"Saya mau jemput Nindi, boleh kan mbak?" jawab Leon agak gugup.


"Bo-boleh aja sih, tapi tumben banget bapak mau jemput adik saya. Apa ini perintah mas Galen juga?" heran Tiara.


"Enggak mbak, kali ini saya datang atas kemauan saya sendiri. Saya memang ingin mengantar Nindi ke sekolahnya pagi ini," ucap Leon.


"Oh gitu, yaudah kamu duduk aja dulu. Biar saya panggil Nindi ya di dalam?" ucap Tiara.


"Baik mbak, terimakasih." Leon mengangguk setuju dan terduduk di kursi yang tersedia.


Setelahnya, Tiara pun berbalik lalu masuk ke dalam rumahnya. Ia menemui Nindi di kamar dan memberitahu padanya bahwa ada Leon di depan yang sudah menunggu, sontak Nindi langsung sumringah mendengarnya dan buru-buru menyelesaikan dandanannya.


Tiara geleng-geleng kepala melihat tingkah sang adik, namun ia senang karena saat ini Nindi sudah tidak murung seperti dulu lagi. Semua itu terjadi saat Nindi mengenal Leon, tentunya Tiara berharap Nindi bisa terus bahagia bersama Leon, meski ia tak tahu ada hubungan apa diantara mereka.


"Kakak lihat-lihat kamu senang banget pas dengar Leon ada di depan, kalian itu sebenarnya ada hubungan apa sih? Kata Rifka, kalian juga makin kesini makin dekat aja ya?" ujar Tiara.


"Apa sih kak? Kita gak ada apa-apa kok," sangkal Nindi sambil tersenyum.


"Masa? Kamu aja senyum-senyum terus begitu, pasti kamu udah bayangin berduaan sama Leon kan nanti?" goda Tiara.


"Ih kak Tiara mah ngada-ngada aja! Aku sama kak Leon itu cuma teman kak," ucap Nindi.


"Oh gitu, ya bagus deh kalau kalian cuma teman. Tapi, semisal kalian mau jalin hubungan lebih juga gak masalah kok. Kakak setuju sama kalian, apalagi Leon itu dilihat-lihat orangnya baik," ucap Tiara.


"Soal itu mah gausah dibahas sekarang kak, aku kan masih sekolah. Udah ya aku mau ke depan dulu temuin kak Leon?" ucap Nindi antusias.


"Hm, iya iya. Kamu suruh dia masuk juga gih buat sarapan bareng! Ingat Nindi, kamu harus sarapan sebelum berangkat sekolah!" ucap Tiara.


"Siap kak!" ucap Nindi patuh.


Nindi pun berjalan ke luar kamarnya, ia pergi menemui Leon yang duduk menunggu di depan rumahnya. Sedangkan Tiara tetap disana dan tersenyum melihat kelakuan sang adik, Tiara sangat senang karena Nindi terlihat bahagia sekali bersama Leon, asisten pribadi Galen itu.


Di depan, Nindi langsung memanggil Leon yang tampak tengah memandang ke arah samping. "Kak Leon!" sapanya dengan lembut.


Pria itu menoleh dan tersenyum memandang wajah gadis cantik di sebelahnya, "Eh Nindi?" ucapnya seraya bangkit dari kursi.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2