
Setelahnya, Tiara pun berbalik lalu masuk ke dalam rumahnya. Ia menemui Nindi di kamar dan memberitahu padanya bahwa ada Leon di depan yang sudah menunggu, sontak Nindi langsung sumringah mendengarnya dan buru-buru menyelesaikan dandanannya.
Tiara geleng-geleng kepala melihat tingkah sang adik, namun ia senang karena saat ini Nindi sudah tidak murung seperti dulu lagi. Semua itu terjadi saat Nindi mengenal Leon, tentunya Tiara berharap Nindi bisa terus bahagia bersama Leon, meski ia tak tahu ada hubungan apa diantara mereka.
"Kakak lihat-lihat kamu senang banget pas dengar Leon ada di depan, kalian itu sebenarnya ada hubungan apa sih? Kata Rifka, kalian juga makin kesini makin dekat aja ya?" ujar Tiara.
"Apa sih kak? Kita gak ada apa-apa kok," sangkal Nindi sambil tersenyum.
"Masa? Kamu aja senyum-senyum terus begitu, pasti kamu udah bayangin berduaan sama Leon kan nanti?" goda Tiara.
"Ih kak Tiara mah ngada-ngada aja! Aku sama kak Leon itu cuma teman kak," ucap Nindi.
"Oh gitu, ya bagus deh kalau kalian cuma teman. Tapi, semisal kalian mau jalin hubungan lebih juga gak masalah kok. Kakak setuju sama kalian, apalagi Leon itu dilihat-lihat orangnya baik," ucap Tiara.
"Soal itu mah gausah dibahas sekarang kak, aku kan masih sekolah. Udah ya aku mau ke depan dulu temuin kak Leon?" ucap Nindi antusias.
"Hm, iya iya. Kamu suruh dia masuk juga gih buat sarapan bareng! Ingat Nindi, kamu harus sarapan sebelum berangkat sekolah!" ucap Tiara.
"Siap kak!" ucap Nindi patuh.
Nindi pun berjalan ke luar kamarnya, ia pergi menemui Leon yang duduk menunggu di depan rumahnya. Sedangkan Tiara tetap disana dan tersenyum melihat kelakuan sang adik, Tiara sangat senang karena Nindi terlihat bahagia sekali bersama Leon, asisten pribadi Galen itu.
Di depan, Nindi langsung memanggil Leon yang tampak tengah memandang ke arah samping. "Kak Leon!" sapanya dengan lembut.
Pria itu menoleh dan tersenyum memandang wajah gadis cantik di sebelahnya, "Eh Nindi?" ucapnya seraya bangkit dari kursi.
__ADS_1
"Kamu cantik banget Nindi! Saya kira tadi bukan kamu loh, sampai saya bengong sebentar karena ngiranya kamu itu bidadari khayangan," ucap Leon.
"Hadeh, kak Leon kok gombal terus sih? Setiap perempuan mah pasti cantik kali kak, tapi gak ada yang bisa menyamai bidadari," ucap Nindi malu-malu.
"Kamu hampir kok Nindi, kecantikan kamu itu gak kalah juga dari bidadari," ucap Leon.
"Emang kak Leon udah pernah ketemu sama bidadari sebelumnya?" tanya Nindi.
"Ya belum sih, ini kali pertama aku lihat dan bicara sama bidadari dunia. Sensasinya sungguh luar biasa loh Nindi," jawab Leon.
Nindi sampai tersipu dan memerah mendengar perkataan Leon, ia pun menunduk coba menyembunyikan wajahnya dari tatapan Leon karena malu. Leon mendekat, lalu menarik dagu Nindi agar bisa menatap wajah gadis itu dengan jelas.
"Hey, kamu jangan nunduk dong! Saya kan mau lihat wajah cantik kamu, kalau kamu nunduk nanti saya gak bisa lihat dong?" ujar Leon.
"Ahaha, udah ah kak jangan gombal terus! Lama-lama aku bisa gumoh tau sama gombalan kamu!" ucap Nindi.
"Ya ya ya, udah yuk kak kita masuk ke dalam aja! Tadi kak Tiara ajakin kamu buat sarapan bareng, sekalian temenin aku," ucap Nindi.
"Ohh, kamu belum sarapan jadinya?" tanya Leon.
Nindi menggeleng sebagai jawaban, dan Leon pun tersenyum lalu meraih satu tangan Nindi untuk digenggam.
"Yaudah, saya mau temani kamu. Saya juga gak pengen lah kamu sekolah tapi gak sarapan, nanti yang ada di sekolah kamu malah lemas lagi. Tapi, saya mah gak ikut sarapan ya cantik? Soalnya tadi saya udah sarapan di rumah," ucap Leon.
"Yah kok gitu sih kak? Aku maunya kamu temenin aku sarapan sekaligus sarapan juga, gak enak lah kalau kamu cuma ngeliatin aku makan doang. Nanti yang ada aku gak selera makan," ucap Nindi.
__ADS_1
"Kamu gak perlu gak enak gitu Nindi, kan ini rumah kamu tau," ucap Leon tersenyum.
"Tetap aja aku maunya kamu ikut makan juga, kalau kamu gak mau yaudah aku juga gak mau!" paksa Nindi dengan wajah cemberut.
"Okay, saya mau sarapan juga deh demi kamu. Supaya kamu gak sakit lagi," ucap Leon.
"Nah gitu dong, yaudah yuk kita masuk kak ke dalam!" ajak Nindi.
"Iya cantik," Leon mengangguk pelan disertai senyuman lebar, tangannya menggenggam telapak tangan gadis itu dan mulai melangkah ke dalam.
Akan tetapi, kedatangan Galen secara tiba-tiba membuat Leon serta Nindi terkejut dan tidak jadi masuk ke dalam rumah itu. Leon terlihat gugup saat Galen menatapnya sambil senyum-senyum mencurigakan, Leon sungguh bingung dan reflek melepaskan genggaman tangannya.
"Wah wah wah, rajin banget kamu Leon pagi-pagi sudah datang ke rumah Tiara. Jadi ternyata kamu sekarang udah ada hubungan sama Nindi ya? Selamat ya Leon!" ucap Galen.
"Eh pak, jangan salah paham dulu! Kita berdua gak ada hubungan apa-apa kok," elak Leon.
Galen hanya tersenyum sembari manggut-manggut kecil, pria itu seolah tahu bahwa Leon menyembunyikan sesuatu darinya. Namun, sebagai seorang bos, ia tak mau terlalu dalam ikut campur urusan asistennya itu. Biarlah Leon sendiri yang mengatur bagaimana kehidupannya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...•...
...•...
__ADS_1
...SEKALI LAGI AKU MINTA KOMEN YA GUYS, ATAU AKU BAKAL GANTUNG CERITANYA DI PERTENGAHAN KALAU KALIAN TETAP GAK MAU KOMEN. PLEASE LAH, AUTHOR BUTUH KOMEN JUGA GUYS BIAR SEMANGAT🥺...