Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku
Bab 14. Gombal terus


__ADS_3

Ciara dan teman-temannya berniat membalas perbuatan Hanum yang sudah membuat Ciara malu di depan banyak orang tadi, kini mereka sudah berada di lorong sekolah saat jam pulang tiba. Mereka bertiga menunggu Hanum muncul agar bisa segera membalas dendam padanya.


Akan tetapi, disana mereka justru kembali bertemu dengan Reno dan Seno yang sedang berjalan. Kedua pria itu pun penasaran dengan para wanita yang berdiam diri di depan mereka, sontak Reno langsung menegur Ciara dan bertanya padanya mengapa harus berhenti disana.


"Hey, Ciara! Kamu sama teman-teman kamu ngapain pada disini? Gak mau pulang nih kalian?" tanya Reno keheranan.


"Eee kita lagi nungguin seseorang kak, dia belum lewat-lewat nih. Padahal udah daritadi loh kita tunggu dia, kita juga gak tahu dia kemana," jawab Ciara.


"Oh siapa emang orangnya? Gak coba ditelpon aja biar pasti?" tanya Reno.


"Gausah, kita tuh niatnya mau kasih surprise buat dia. Eh dia malah ngilang gak tahu kemana sehabis dari kelas tadi," jawab Ciara.


"Hah? Kok surprise sih Ciara? Bukannya kita mau balas dendam ya?" sela Cleo dengan polosnya.


Ciara langsung menginjak kaki Cleo dan membuat sang empu meringis kesakitan, "Awss lu kenapa sih Ciara? Ini kaki gue tau bukan keset yang bisa lu injak seenaknya!" protes Cleo.


"Makanya lu jangan berisik! Udah, biar gue aja yang ngobrol sama kak Reno!" sentak Ciara.


"Iya iya.." Cleo pun merengut dibuatnya.


"Ahaha, kalian ini sebenarnya mau apa? Balas dendam ke siapa hayo? Ingat loh, dendam itu gak baik tau!" ujar Reno.


"Gak kok kak, Cleo mah jangan didengerin! Kalian kan tahu sendiri dia orangnya kayak gimana," ucap Ciara sambil tersenyum.


"Justru itu, biasanya yang modelan Cleo ini suka jujur loh kalo ngomong," kekeh Reno.


"Gak juga tuh kak, buktinya barusan Cleo ngomong gak bener. Dia emang kadang suka sengklek gitu kak," ucap Ciara.


"Yaudah, berarti kalian mau balas dendam atau enggak nih?" tanya Reno memastikan.


Ciara sontak menggeleng, "Jelas enggak dong kak, mana mungkin kita mau balas dendam? Lagian buat apa juga coba?" jawabnya berbohong.


"Betul tuh kak, balas dendam kan gak baik. Toh kita juga gak ada masalah sama siapa-siapa di sekolah ini," sahut Anin.


"Yang bener? Awas ya kalau kalian macam-macam, nanti kita laporin ke guru loh!" ancam Reno.


"Waduh, jangan gitu lah kak! Beneran kok kita cuma mau kasih surprise ke orang," ucap Ciara.


"Terus kenapa ya si Hanum sampe ketakutan gitu sama kalian?" tanya Seno tiba-tiba.

__ADS_1


"Hah? Maksudnya apa ya kak? Emang Hanum kenapa takut sama kita?" Ciara mencoba untuk pura-pura tidak tahu.


"Ya entahlah, dia sekarang lagi ngumpet gitu terus pas kita tanya dia kenapa, eh dia bilang dia lagi menghindar dari kalian," jelas Seno.


"Iya tuh, emangnya kalian ada masalah apa sih sama Hanum?" tanya Reno.


Ciara reflek melirik ke arah Anin dan Cleo, ia meminta bantu kedua sahabatnya, tetapi tak ada juga yang bisa membantunya. Ciara pun semakin bingung, apalagi Reno dan Seno terus mencecar dirinya dengan pertanyaan mengenai Hanum yang sangat sulit untuk dijawab.


"Bukan apa-apa kak, kita gak punya masalah apa-apa kok. Ya kan guys?" elak Ciara.


"Hehe iya betul.." sahut Anin dan Cleo bersamaan.


"Eee kalo gitu udah ya kak, kita bertiga mau pulang dulu? Bye kak Reno, kak Seno!" pamit Ciara.


"Loh loh, kasih surprise nya gak jadi?" tanya Reno kebingungan.


"Enggak kak," jawab Ciara sambil berlari bersama teman-temannya.


Sontak Reno dan Seno pun dibuat kebingungan dengan tingkah gadis-gadis mungil itu.




Saat sedang asyik berlari, tanpa sengaja Ciara justru menabrak sosok lelaki dari arah berlawanan yang tak lain ialah Davin, pamannya. Tentu saja Ciara kaget dan reflek meminta maaf, namun begitu ia menyadari yang ada di depannya adalah Davin, ia pun langsung memutar bola matanya.


"Eh eh eh, kamu apa-apaan sih Ciara? Ngapain coba lari-larian kayak gitu? Kalian lagi main kejar-kejaran apa gimana?" tanya Davin heran.


"Duh, ketemu lagi sama om ganteng. Hai om! Apa kabar?" sapa Anin dengan genit.


"Ahaha, saya baik kok. Kalian berdua juga baik-baik kan?" ucap Davin ramah.


"Iya dong om, kita baik banget. Apalagi ada om ganteng sekarang disini," ucap Anin.


"Bener banget, kondisi kita jadi makin baik deh sejak lihat om disini," sahut Cleo.


"Hus! Kalian jangan genit ya sama om gue!" tegur Ciara.


Davin seketika tersenyum mendengarnya, "Tenang aja Ciara, meskipun mereka godain om, tapi hati om cuma untuk kamu kok!" ucapnya santai.

__ADS_1


"Ih om apaan sih?" ujar Ciara.


"Hahaha, udah yuk kita pulang! Daritadi om nungguin kamu malah gak keluar-keluar, yaudah om susulin aja kesini. Eh malah ditabrak sama kamu," ucap Davin.


"Ya maaf om, abisnya om juga jalan tapi matanya kemana-mana. Berarti gak murni kesalahan aku dong om?" ucap Ciara sambil nyengir.


"Iya iya, kamu mah mana pernah salah sih?" goda Davin seraya mencolek pipi keponakannya.


"Mau juga dong dicolek kayak gitu sama om ganteng," ucap Anin tanpa ragu.


Ciara langsung mencubit lengan Anin dan menatap tajam ke arahnya, seketika Anin pun tersenyum lebar lalu berjanji tidak akan lagi menggoda Davin. Sedangkan Davin sendiri hanya menggeleng sambil terkekeh pelan melihat reaksi Ciara saat ini, ia tahu gadis itu cemburu dengan sahabatnya sendiri.


"Yaudah, mau pulang apa masih mau disini nih kamu?" tanya Davin pada Ciara.


"Pulang dong om, aku udah capek banget nih," jawab Ciara sambil mengeluh.


"Ahaha, namanya sekolah pasti capek lah. Kalo gitu pamit dong sama teman-temannya!" ucap Davin.


"Ya om." Ciara menurut dan berpamitan pada kedua temannya sebelum pergi bersama Davin.


Setelahnya, Ciara kini masuk ke mobil omnya dan melaju pergi dari sekolah itu. Terlihat Davin yang duduk di sebelahnya terus melirik ke arah gadis itu sambil tersenyum tipis, Ciara pun keheranan melihat pamannya berulang kali menatapnya dan tersenyum tanpa alasan yang jelas.


"Om kenapa sih? Ada yang salah sama aku sampai om ngeliatin aku begitu terus sambil senyum?" tanya Ciara penasaran.


"Enggak lah Ciara, om cuma kagum sama kamu. Abisnya kamu tuh cantik banget sih sayang, kamu bikin om jadi terpesona," jawab Davin.


"Hahaha, kapan sih om gak gombalin aku? Kayaknya setiap hari deh om begitu terus," ujar Ciara.


"Masalah buat kamu? Suka-suka om dong, om mau gombalin kamu atau apa kek itu terserah om. Lagian suruh siapa kamu cantik banget kayak gitu?" ucap Davin sambil mencolek pipi gadis itu.


"Om, aku boleh minta sesuatu gak sama om? Kali ini penting banget om," tanya Ciara.


Davin sontak kaget dan menatap wajah Ciara dengan penasaran, "Minta apa sayang? Apapun yang kamu mau, pasti bakal om turuti," ucapnya.


"Eee..."


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2