Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku
Bab 13. Harus dibalas


__ADS_3

Anin dan Cleo yang membantu membersihkan rok milik Ciara itu kini berhenti setelah dirasa semua saus yang ada disana hilang, tapi akibatnya rok Ciara pun terlihat basah sekali dan membuat gadis itu tidak nyaman. Apalagi jika nanti ada yang melihatnya dan mengira yang tidak-tidak.


"Nah, udah bersih nih Ciara. Tapi, rok lu agak basah sih gara-gara air," ucap Anin.


"Ish, ini mah bukan agak basah, tapi basah banget Anin. Lagian ngapa pake air sih? Emang kalian gak ada yang punya tisu?" protes Ciara.


"Punya kok, tapi tinggal dikit. Sayang-sayang kalo cuma buat bersihin saus di rok lu," ucap Cleo.


"Heh kurang ajar ya lu! Menurut lu, saus di rok gue itu gak penting gitu? Pokoknya kalian harus tanggung jawab, gue gak mungkin keluar dalam keadaan rok basah kayak gini!" sentak Ciara.


"Sabar Ciara! Basahnya gak banyak kok, nanti kita bantu tutupin deh pas di jalan," ucap Anin.


"Enggak ah, gue mau disini aja sampai rok gue kering. Ini aja kerasa basah banget tau, nanti kalau ada yang lihat ngiranya gue ngompol lagi," ucap Ciara memegangi roknya.


Kriiiinggg kriiiinggg


Tiba-tiba bel masuk berbunyi, sontak Ciara bertambah panik karena ia tak tahu harus bagaimana saat ini.


"Tuh bel udah bunyi Ciara, lu yakin tetap mau disini?" ucap Anin tersenyum.


"Sial! Gimana dong ini? Gue gak mau ada yang lihat dan ngetawain gue nantinya," ucap Ciara panik.


"Tenang aja, udah yuk kita keluar! Biar gue sama Cleo yang bantu tutupin lu dari samping sama belakang," ucap Anin.


"Lo yakin bakal berhasil?" tanya Ciara.


Anin mengangguk mencoba meyakinkan Ciara, begitupun dengan Cleo. Akhirnya Ciara percaya dan setuju dengan usulan kedua sohibnya itu, mereka pun keluar dari dalam toilet dan mulai melangkah secara perlahan. Ciara benar-benar cemas, pasalnya keadaan disana sangat ramai.


Benar saja, disaat mereka sedang berjalan ada seseorang yang menyapa Ciara dan membuat gadis itu bertambah kaget. Sontak Anin serta Cleo langsung membantu menutupi rok basah Ciara agar tidak dilihat oleh orang-orang disana yang jumlahnya sangat banyak.


"Ciara! Kalian kenapa jalannya kok dempetan kayak tadi?" tanya si pria yang ternyata Reno.

__ADS_1


Ciara pun kebingungan, ia melirik ke arah Anin dan Cleo seperti meminta bantuan mereka. Namun, kedua gadis itu juga tidak tahu harus menjawab apa pada Reno dan Seno.


"Eee anu kak, soalnya itu roknya Ciara—"


"Hus Cleo!" Ciara langsung menyela ucapan Cleo dan menegur gadis itu.


"Kenapa sih Ciara? Kak Reno itu nanya, ya harus dijawab dong. Lagian emang salah ya kalau gue kasih tau ke kak Reno?" heran Cleo.


"Cleo, lu diem aja deh! Biar gue sama Ciara yang ngomong ke kak Reno dan Seno!" ujar Anin.


Cleo menunduk dengan wajah cemberut, ia hanya bisa mengangguk patuh walau masih ada rasa penasaran mengapa ia dilarang bicara. Sedangkan Anin terus berusaha menutupi rok Ciara yang basah itu dari pandangan Reno, ia tak mau Ciara menanggung malu tentunya.


"Kalian ini sebenarnya kenapa dah? Kasih tau dong ke kita, bikin penasaran aja deh! Terus pada ngapain tadi di toilet?" ujar Reno lagi.


"Kita ya cuma buang air biasa, kak. Eh udah ya kita mau ke kelas dulu kak? Udah bel juga tuh soalnya, kita takut telat kak," ucap Ciara.


"Iya kak, sorry banget ya kita gak bisa lama-lama!" sahut Anin sambil tersenyum.




Saat sampai di kelas, Ciara melirik sinis ke arah Hanum yang sedang terduduk santai di kursinya memegangi handphone. Ciara benar-benar emosi, sebab gadis itu terlihat tidak merasa bersalah sama sekali atas apa yang sudah dia lakukan padanya di kantin tadi.


Anin serta Cleo pun menahan Ciara yang hendak menghampiri Hanum, mereka tidak mau terjadi keributan di kelas itu yang nantinya bisa saja malah membahayakan diri Ciara sendiri. Namun, Ciara tetap memaksa dan ingin melabrak Hanum secara langsung sangking emosinya.


"Ish lepas! Gue udah gak bisa tahan diri lagi, gue mau labrak tuh cewek karena dia udah bikin gue malu di kantin!" sentak Ciara.


"Sabar Ciara sabar! Lo gak bisa kebawa emosi kayak gini, tahan diri lu!" pinta Anin.


"Enak banget lu ngomong, lu gak ngerasain jadi gue sih!" kesal Ciara.

__ADS_1


"Iya iya gue ngerti, tapi ayolah lu jangan emosi karena itu bisa bikin lu celaka sendiri! Lo gak mau kan didiskualifikasi dari lomba?" ucap Anin.


Ciara terdiam sejenak untuk berpikir, kemudian ia menggeleng tanda bahwa ia tak mau didiskualifikasi sebab itu adalah mimpinya sejak lama untuk menjadi wakil lomba menyanyi sekolahnya. Dan ketika kesempatan itu sudah tiba, tentu Ciara tak mau menyia-nyiakannya.


"Nah, kalo gitu lu harus nurut sama gue sekarang! Ayo kita ke tempat duduk aja, jangan mikirin lagi si Hanum! Dia itu cuma iri sama lu Ciara, tandanya lu lebih berhasil dari dia!" ucap Anin.


"Iya deh iya, gue gak mikirin dia lagi. Tapi, masalahnya di dalam hati gue tuh masih ngerasa kesel banget sama dia!" ucap Ciara.


"Tenang Ciara, sabar ya!" ucap Anin.


Ciara hanya mengangguk pelan, akhirnya ia mau mengikuti Anin menuju tempat duduk dan terduduk disana bersama juga dengan Cleo. Meski begitu, tetap saja pandangan Ciara terus mengarah ke tempat Hanum berada. Tampaknya Ciara belum bisa memaafkan gadis yang telah mengerjainya itu.


"Ci, lu ngapain masih ngeliatin dia terus? Udah lah gausah dibahas lagi dia mah!" ucap Anin.


"Iya Ci, mending kita siap-siap buat pelajaran selanjutnya nih," usul Cleo.


"Susah guys, gue tuh benci banget sama dia! Gue gak terima lah dipermalukan kayak gitu di depan orang-orang, gue harus balas apa yang dia lakukan ke gue tadi!" ucap Ciara penuh emosi.


"Ciara, lu kenapa sih masih kayak gitu aja? Lu katanya udah gak mau mikirin dia, terus kenapa lu malah mau balas dendam?" tanya Anin heran.


"Ya abisnya gue kesel banget sama dia, kalau kalian sohib gue harusnya kalian bantu gue buat balas perbuatan dia tuh!" jawab Ciara.


"Gimana caranya Ciara? Sekarang kan udah bel masuk, terus bentar lagi juga guru datang. Mending kita fokus aja ke pelajaran deh," ucap Cleo.


"Haish, kan bisa nanti pas pulangnya. Gue gak rela dia senang-senang terus kayak gitu di atas penderitaan gue! Pokoknya gue harus balas dia gimanapun caranya!" ucap Ciara.


Anin dan Cleo saling menatap satu sama lain, mereka bingung harus bagaimana lagi saat ini.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2