
Galen langsung saja mencengkram tangan Ciara yang tadi memukulnya, ia menatap tajam ke arah gadis yang tengah meringis kesakitan saat pergelangan tangannya dicengkeram kuat oleh Galen. Sontak Ciara berusaha keras melepaskan tangan kakaknya itu, tetapi yang ada ia malah merasakan semakin sakit pada lengannya.
"Awhh sakit banget kak, udah ah lepas ih! Kakak!" rintih Ciara memohon pada sang kakak.
"Berani kamu mukul kakak? Siapa sih yang ajarin kamu jadi kayak gini, ha?" geram Galen.
"Ish, iya iya aku minta maaf. Udah dong lepasin kak, sakit tau!" mohon Ciara.
"Kakak bakal lepasin, asalkan kamu mau bantu kakak buat ketemu sama kak Tiara nanti siang!" pinta Galen.
"Hah? Ih gak boleh kak, kakak kan lagi dipingit tau. Jadi, ya kakak gak bisa ketemu sama kak Tiara selama tiga hari ini," ucap Ciara.
"Justru itu Ciara, kakak gak tahan kalau gak ketemu sama Tiara. Ayolah kamu bantu kakak ya!" bujuk Galen.
Ciara berpikir sejenak, ia juga sudah tak tahan dengan cengkraman Galen pada lengannya. Namun, ia tak tahu harus bagaimana untuk bisa mempertemukan Galen dengan Tiara, apalagi pastinya orangtuanya nanti akan mengetahui apapun yang ia lakukan.
"Gimana Ciara? Kamu mau kan bantu kakak? Nanti kakak kasih hadiah deh buat kamu, terus tangan kamu juga bakal kakak lepasin," ucap Galen.
Ciara menggeleng pelan, "Enggak ah, aku gak mau lakuin itu. Aku juga takut ketahuan sama mama kak," ucapnya.
"Halah gausah takut, kamu lebih pilih mana? Mau temuin kakak sama Tiara, atau tangan kamu ini kakak patahin?" tanya Galen.
"Hah??" Ciara melongok lebar, terkejut mendengar ancaman kakaknya.
Lalu, tiba-tiba saja Nadira muncul dan meneriaki nama putranya yang sedang mencengkram lengan sang adik disana.
"Galen!" ucap Nadira dengan tegas.
Sontak Galen juga Ciara reflek menoleh menatap wajah mamanya, pria itu pun melepas tangan Ciara dari genggamannya dan seketika itu juga Ciara meringis memegangi lengannya yang bekas dicengkeram oleh sang kakak.
"Kamu itu apa-apaan? Kenapa tangan adik kamu dicengkeram kayak gitu?" tanya Nadira.
"Ma, marahin aja tuh kak Galen! Dia masa katanya mau patahin tangan aku tau," ucap Ciara mengadu.
"Apa? Ya ampun, kamu tuh ada masalah apa sih sama Ciara, Galen?" heran Nadira.
__ADS_1
"Gak ada kok ma, tadi dia nakal aja sama aku. Masa iya dia berani pukul-pukul aku?" ucap Galen.
"Benar begitu Ciara?" tanya Nadira pada Ciara untuk memastikan.
Dengan cepat Ciara menggeleng, "Enggak ma, aku mukul kak Galen juga gara-gara ulah kak Galen duluan," jawabnya.
"Sudah sudah, kalian berdua jangan ribut terus! Lagian ngapain sih kalian malah pada disini? Ngalangin orang mau lewat tau!" ujar Nadira.
"Tadi tuh aku cuma tegur kak Galen, abisnya jam segini dia baru bangun. Eh dia malah marah-marah terus jitak aku," ucap Ciara.
"Ngadu aja terus, ngadu!" cibir Galen.
"Ih biarin, emang kayak gitu kok kenyataannya," ucap Ciara mengerucutkan bibirnya.
"Yaudah lah, jangan pada ribut terus ah! Kalian kan adik-kakak, harusnya kalian saling sayang bukan malah saling pukul!" ucap Nadira.
"Gimana bisa aku sayang sama dia, ma? Dia aja kayak gitu tuh," ujar Galen.
"Lah apaan, kok jadi aku? Ma, tadi kak Galen masa maksa aku juga tau buat temuin dia sama kak Tiara. Padahal kan mereka lagi dipingit ya?" ucap Ciara.
"Ciara!" Galen semakin kesal karena Ciara membeberkan permintaannya tadi pada Nadira.
•
•
Disisi lain, Tiara baru selesai sarapan bersama sang adik di meja makan. Jujur saja Tiara sebenarnya sangat gugup dan belum bisa tenang, sebab tiga hari lagi ia akan menikah dengan Galen. Bahkan, pagi ini Tiara tidak bisa memasak sehingga Nindi lah yang memasak untuk sarapan mereka kali ini.
"Kak, makanan aku gimana? Enak gak?" tanya Nindi setelah membereskan piring-piring di meja.
"Enak kok Nindi, malahan enak banget. Besok-besok kamu aja lagi yang masak ya? Sekalian nanti buat makan siang," jawab Tiara.
"Yeh kakak malah ketagihan, aku gak bisa dong masak buat makan siang kan aku harus sekolah," ucap Nindi.
"Oh iya ya, kamu mesti sekolah ya. Berarti kakak sendirian dong disini?" ucap Tiara merengut.
__ADS_1
"Gausah sedih kak, biasanya juga ada kak Rifka yang datang kesini," ucap Nindi.
"Iya, kamu sekolah aja yang bener supaya bisa bikin mama papa bangga di atas sana!" ucap Tiara menepuk pundak adiknya.
"Aamiin, yaudah aku berangkat sekolah dulu ya kak? Ini piringnya kakak yang cuci kan?" pamit Nindi.
"Iya iya Nindi, kamu berangkat aja gih sana! Urusan rumah mah biar kakak yang urus, nanti kamu telat lagi kalo gak berangkat sekarang," ucap Tiara.
"Iya kak," singkat Nindi.
Akhirnya Nindi pamit dengan mencium tangan Tiara dan mengambil tasnya, ia pun melangkah ke luar rumah bermaksud pergi ke sekolahnya. Nindi juga mengambil ponsel untuk memesan ojek online agar ia bisa sampai lebih cepat di sekolah tanpa harus menunggu lama angkot yang jarang muncul.
Akan tetapi, tanpa disangka saat ia membuka pintu dan hendak melangkah, ia justru bertemu dengan Leon yang sudah berdiri di depannya sambil tersenyum ramah. Sontak saja Nindi terkejut, pasalnya sebelum ini Leon tak memberi kabar lebih dulu bahwa dia ingin datang ke rumahnya.
"Kak Leon, kok kamu bisa ada di rumah aku? Lagi ngapain kak?" tanya Nindi keheranan.
"Ahaha, selamat pagi Nindi yang cantik! Saya kesini cuma mau ketemu kamu kok, dan kebetulan kamu juga lagi pengen berangkat sekolah kan? Jadi, kita bareng aja perginya biar cepat," jawab Leon.
"Ih pake bertele-tele segala, bilang aja kali kalo kamu tuh kesini mau jemput aku dan antar aku ke sekolah!" goda Nindi.
"Ya deh, saya ngaku kalau saya emang niat pengen jemput kamu. Soalnya saya tuh gak bisa walau sehari aja gak ketemu kamu Nindi," ucap Leon sembari mencubit pipi gadisnya.
"Aw kamu nakal ya main cubit-cubit pipi aku? Gak boleh gitu tau kak!" cibir Nindi.
"Apa salahnya? Toh saya juga udah sering pegang pipi kamu, ya kan? Lagian kamu pasti suka kan digituin?" goda Leon.
"Ih apa sih kak? Udah yuk kita berangkat aja sebelum kak Tiara tahu kamu disini!" ajak Nindi.
"Loh emangnya kenapa kalau mbak Tiara tau saya disini? Apa dia gak suka ya saya dekati adiknya yang cantik ini?" heran Leon.
"Bukan gitu, ya aku cuma—"
Belum sempat Nindi selesai bicara, Tiara sudah lebih dulu muncul dan meledeknya saat melihat adiknya itu berdua bersama Leon di halaman depan dan tampak mesra.
"Cie cie, ihiy makin dekat aja nih kalian dilihat-lihat!" goda Tiara sambil terkekeh kecil.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...