Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku
Bab 30. Guru magang


__ADS_3

Tiara beralih memandang pria yang tak lain ialah mantannya beberapa tahun lalu itu. Si pria pemilik nama Nico itu pun tersenyum sambil bergerak mendekati Tiara, ia berhenti saat sudah berada tak jauh dari tubuh Tiara yang cukup menggoda baginya.


"Tiara, apa kabar? Kamu kelihatan makin cantik aja, aku jadi nyesel udah pisah dari kamu waktu itu," ucap Nico pelan.


Tiara menggeleng sembari memalingkan wajahnya, ia sangat tidak suka mendengar perkataan Nico barusan. Jujur saja rasanya ia ingin muntah saat lelaki itu memuji kecantikannya.


"Mau apa kamu kesini? Masih punya keberanian ya kamu datang ke rumah aku? Apa kamu lupa sama yang udah kamu lakuin dulu?" ketus Tiara.


"Ya aku ingat Tiara, justru itu aku kesini untuk menebus semuanya. Aku mau perbaiki hubungan kita Tiara," ucap Nico.


"Cih, aku gak sudi balikan sama kamu Nico! Bagi aku, kamu udah gak ada lagi di dunia ini!" ucap Tiara.


Nico menggerakkan tangannya mencoba meraih satu telapak tangan Tiara, tapi dengan cepat gadis itu menepis tangan Nico pertanda ia tak mau disentuh oleh lelaki itu. Sontak Nico terkejut dan menatap Tiara penuh keheranan, tak biasanya Tiara bersikap kasar seperti itu padanya.


"Kamu kenapa pukul aku begitu sih Tiara? Kamu gak mau dipegang sama aku? Segitu bencinya kah kamu sama aku Tiara?" tanya Nico.


"Itu kamu tau, terus ngapain kamu masih disini? Sana kamu pergi, aku udah gak mau terima kamu lagi disini!" usir Tiara.


"Please Tiara, biarin aku bicara sebentar sama kamu! Aku mau tebus semua kesalahan yang pernah aku lakukan ke kamu, tolong kamu beri aku waktu dong Tiara!" bujuk Nico.


Rifka yang sudah tak tahan akhirnya maju ke depan mendekati lelaki itu dengan tatapan tajam.


"Heh! Lo kalo kesini cuma buat ngarep balikan sama Tiara, mending lu pergi deh! Tiara gak akan mungkin mau balikan sama lu lagi, karena dia udah ada calon dan sebentar lagi bakal nikah," ucap Rifka tegas.


"Apa??" Nico tersentak kaget dan kedua matanya melongok lebar mendengar ucapan Rifka.


Nico pun menatap Tiara dengan wajah tak percaya, ia masih belum yakin seratus persen dengan perkataan Rifka barusan kalau Tiara akan menikah sebentar lagi. Nico yakin sekali jika Tiara masih mencintainya, itu sebabnya ia datang kesana dan menemui gadis itu lagi.


"Tiara, itu bohong kan? Gak mungkin kamu mau nikah tanpa aku, pasti yang dibilang Rifka gak benar kan?" tanya Nico memastikan.


"Buat apa gue bohong? Emang beneran kok Tiara mau nikah," sela Rifka.

__ADS_1


"Iya Nico, aku bakal nikah tiga hari lagi. Sekarang aja asal kamu tahu aku lagi dipingit sebelum pernikahan itu, jadi kamu gausah ngarep deh buat balikan sama aku!" sahut Tiara.


Nico menggeleng tak percaya, "Enggak, aku gak percaya sama kamu Tiara. Aku yakin ini cuma permainan kalian supaya aku nyerah dan pergi dari sini, ya kan?!" ujarnya.


"Terserah kamu deh Nico, aku udah muak bicara sama kamu. Emang kamu gak lihat nih cincin di jari aku ini?" ucap Tiara seraya menunjukkan cincin yang melekat di jari manisnya.


Nico kembali dibuat tercengang, itu memang seperti sebuah cincin pertunangan yang biasa digunakan oleh sepasang kekasih. Namun, Nico tak mau semudah itu percaya karena yang ia pikir Tiara hanya sedang mengerjainya. Nico pun masih tetap yakin jika Tiara mencintainya dan mau kembali bersamanya.


"Kamu pendusta Tiara, aku gak percaya sama kamu! Apapun itu, aku akan terus berjuang untuk bisa kembali sama kamu!" tegas Nico.


Tiara benar-benar kesal, ia menarik lengan Rifka dan mengajak wanita itu masuk ke dalam rumahnya. Tiara bahkan membanting pintu dengan keras sampai membuat Nico terkejut, pria itu pun terus berteriak memanggil Tiara berharap agar Tiara mau keluar dan berbincang dengannya lagi.


"Tiara, keluar dong Tiara!" teriak Nico lantang.




Lalu, dua orang temannya yang penasaran pun menghampirinya dengan wajah bingung. Mereka duduk di samping kanan dan kiri Ciara untuk bertanya pada gadis itu apa masalahnya, tak biasa memang Ciara seperti ini saat di dalam kelas sebab Ciara adalah gadis periang.


"Eh eh eh, lu kenapa Ciara pagi-pagi udah ngelamun kayak gini? Mikirin apa sih lu cantik? Ada masalah?" tanya Anin sembari mengusap rambut Ciara.


Ciara terkejut dan sadar dari lamunannya, "Kalian ih ngagetin aja, gue gapapa kok gak ada yang lagi gue pikirin. Tadi itu gue kedinginan aja karena dari semalam kan hujan terus tuh," ucapnya.


"Halah bohong mulu lu, kita gak percaya sama lu. Mending udah deh lu kasih tau aja ke kita ada apa, supaya kita bisa bantu!" ucap Anin.


"Iya Ciara, gue sama Anin ini kan sohib lu. Jadi, kalo lu ada masalah ya cerita dong ke kita cantik!" timpal Cleo.


"Makasih ya Cleo, Anin? Kalian emang paling perduli deh sama gue, tapi kali ini gue tuh gak ada masalah apa-apa kok. Gue lagi pusing aja karena dingin banget cuacanya," bohong Ciara.


"Iya sih emang dingin banget, lu mau kita peluk biar hangat?" tanya Anin menawarkan diri.

__ADS_1


Ciara menjawab dengan anggukan, lalu ketiga gadis mungil itu pun saling berpelukan disana dan juga mengusap tubuh satu sama lain untuk memberi kehangatan. Mereka terus begitu sampai tiba-tiba seorang pria muda berpakaian rapih masuk ke dalam kelas itu dan mengucap salam.


"Selamat pagi semua!" seketika seisi kelas langsung menatap ke arah pria tersebut yang tengah berjalan dan terduduk di tempat guru.


"Hah? Tuh orang ngapain masuk sini terus duduk di kursi guru?" heran Anin dengan mata melotot.


"Tau ih aneh banget, lagian siapa coba dia? Ada urusan apa ya dia ke kelas kita dan duduk disitu?" sahut Cleo yang juga merasa bingung.


"Gak tahu, tapi kayaknya gue kenal deh sama tuh cowok," ucap Ciara.


Sontak Cleo dan Anin beralih menatap wajah Ciara, bahkan Anin sampai menarik wajah gadis itu ke arahnya dan bertanya siapa lelaki yang ada di depan.


"Siapa emang cowok itu Ciara?" tanya Anin.


"Ish, ini baru dugaan gue. Tapi, dia tuh kayak cowok yang waktu itu gue temuin di aplikasi dating online. Seriusan deh mirip banget, kalo gak salah namanya.." ucapan Ciara terhenti lantaran pria di depan mereka itu bangkit dari duduknya.


"Halo semuanya, perkenalkan saya guru magang baru di sekolah ini! Nama saya Christianson Terry, kalian bisa panggil aja saya Terry atau pak Terry!" ucap lelaki itu mengenalkan diri.


"Nah iya iya, bener itu namanya. Sekarang gue yakin banget dia orangnya!" ucap Ciara.


"Serius lu Ciara? Berarti tuh cowok yang pernah ngedate sama lu dong?" tanya Cleo.


Ciara mengangguk cepat, "Iya benar, eh tapi gak sampe ngedate juga sih. Soalnya dia tiba-tiba menghindar dan ninggalin gue gitu aja," jawabnya.


"Lah kok gitu? Aneh banget!" heran Anin.


"Ehem!" tiba-tiba Terry berdehem menegur ketiga gadis itu, dan tanpa sadar Terry sudah berada di dekat mereka sehingga ketiganya pun terkejut bukan main.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2