Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku
Bab 38. Tempat itu lagi


__ADS_3

Davin tersenyum puas dan ikut terduduk di sebelah gadis manis itu, ia terus memandang wajah Ciara yang tampak cemberut seolah tak menyukai keberadaan Davin disana. Davin pun menarik wajah gadis itu agar menatap ke arahnya, Ciara yang terkejut pun tak sempat mengelak.


"Ish, om apa-apaan sih?!" dengan cepat Ciara menepis tangan Davin dari wajahnya dan memberi tatapan tajam ke arah pria itu.


"Hahaha, kamu kenapa sayang? Kelihatannya kamu lagi kesel ya, siapa yang bikin kamu kesel begini cantik?" tanya Davin.


"Bukan siapa-siapa, udah deh om tolong jangan sok perhatian sama aku karena aku gak suka digituin!" kesal Ciara.


"Kenapa sih kamu begitu banget sama om? Apa salah om coba sampai kamu jutek banget ke om dari kemarin? Ayolah Ciara, kamu jangan begitu dong!" ucap Davin.


"Om masih tanya salah om apa sama aku? Om lupa kalau om terus-terusan ancam aku pakai video gak senonoh itu?" geram Ciara.


Davin menyeringai lebar dan mulai membelai rambut gadis itu, "Jadi karena itu kamu gak suka sama om? Terus kamu pengen om hapus video itu sayang?" ujarnya.


Ciara mengangguk pelan, "Iyalah om, tolong hapus video itu om! Aku gak mau terus-terusan hidup dalam ancaman kayak gini," ucapnya.


"Video apa?" keduanya dikejutkan dengan suara seorang wanita yang muncul tiba-tiba, mereka menoleh lalu menemukan Nindi berdiri di sebelah Davin dengan wajah penasaran.


"Nindi? Ka-kamu.." Ciara sangat gugup dan gemetar saat melihat Nindi di dekatnya.


"Jelasin ke aku Ciara, video apa yang om Davin punya? Kok kamu sampai ketakutan gitu dan mohon-mohon ke om Davin buat hapus videonya?" tanya Nindi dengan penasaran.


"Eee..." Ciara terlihat bingung saat hendak menjawabnya pertanyaan dari Nindi barusan.


Davin pun berdiri menatap Nindi sambil tersenyum bermaksud menjelaskan pada gadis itu terkait pembicaraannya dengan Ciara tadi yang membuat Nindi penasaran, ia melirik sekilas ke arah Ciara yang masih kebingungan dan khawatir kalau Davin akan menceritakan semuanya pada Nindi.


"Gak ada apa-apa kok, video yang Ciara maksud itu video aib dia. Waktu itu dia lagi joget-joget gitu, terus saya gak sengaja videoin dan kasih lihat ke dia. Eh dia langsung malu banget," ucap Davin.

__ADS_1


"Hah? Serius om? Hahaha, lawak banget sih kamu Ciara! Ngapain coba kamu joget-joget begitu? Aku mau lihat videonya dong om," ucap Nindi terkekeh.


"Ih jangan! Aku marah nih kalo om kasih lihat videonya ke Nindi, mending om buruan hapus deh!" ucap Ciara menyela.


"Ya ampun Ciara, kamu kenapa takut banget gitu sih? Emang apa salahnya kalau om Davin punya video kamu lagi joget? Malahan bagus, siapa tau nanti bisa viral loh," ujar Nindi.


"Enggak ya, aku gak mau. Bukannya viral nanti aku malah jadi malu sendiri," ucap Ciara.


"Udah udah, om gak akan sebar videonya kok. Biar itu jadi konsumsi om sendiri, kamu gausah khawatir ya Ciara!" ucap Davin tersenyum.


"Om, nanti kirimin videonya ke nomor aku juga ya? Aku mau lihat tau," pinta Nindi.


"Oke, begitu Ciara pergi nanti om kirim ke kamu biar kamu bisa lihat juga," ucap Davin.


Ciara langsung melotot tajam ke arah pamannya itu, tetapi bukannya takut Davin justru merasa gemas dan mencubit kedua pipi gadis itu di hadapan Nindi sambil terkekeh kecil. Nindi yang melihatnya pun ikut terbawa suasana, ia tak tahu seperti apa rasa takut yang dialami Ciara saat ini karena video panasnya ada di dalam hp milik pamannya.




"Kenapa sih om suka banget maksa aku kayak tadi?" tanya Ciara heran.


"Suruh siapa kamu susah banget dikasih tahu? Om kan udah bilang, kamu pulang sama om. Mama kamu aja udah setuju kok tadi, kenapa kamu malah nolak coba?" ujar Davin.


"Ya masalahnya aku gak mau pulang sama om, soalnya om itu mesum dan nyebelin. Aku mending pulang sendiri dibanding sama om," ucap Ciara.


"Yakin mau pulang sendiri? Yaudah, om turunin kamu disini sekarang," ucap Davin yang langsung melipirkan mobilnya ke pinggir.

__ADS_1


"Ih ih om apaan sih? Masa om tega ninggalin aku sendiri disini malam-malam begini? Kalau aku nanti kenapa-napa gimana? Om mau tanggung jawab?" ucap Ciara protes.


"Lah tadi kan kamu yang bilang mending pulang sendiri, kenapa sekarang malah marah-marah begitu ke om?" ujar Davin keheranan.


"Ya itu kan tadi om sewaktu di tempat pesta, gak disini juga yang aku gak tahu kita dimana. Om mah emang tega banget, om gak sayang sama aku!" ucap Ciara cemberut.


"Iya iya, om juga bercanda kok. Gak mungkin lah om tinggalin kamu sendiri disini sayang," ucap Davin.


Ciara menghela nafas lega, sedangkan Davin malah terkekeh melihat ekspresi menggemaskan gadis itu saat ini. Pria itu pun kembali melajukan mobilnya seperti sebelumnya, tapi ia tidak akan membawa Ciara pulang melainkan menuju apartemennya. Ya Davin belum puas ingin bermain dengan tubuh keponakannya itu dan merasakan kenikmatan yang lain, yang belum pernah ia rasakan.


Ciara tentunya hafal betul jalan menuju rumahnya, dan kali ini ia tidak merasa jika pamannya melewati jalan kesana. Sontak Ciara berniat protes, ia menatap wajah Davin dari arah samping dengan mata tajam serta mulut terbuka seolah bersiap melampiaskan kekesalannya.


"Om, kita mau kemana lagi ini? Om mah bukan antar aku pulang tau, udah ah aku kesel banget sama om!" kesal Ciara.


"Kamu diam deh Ciara! Om emang gak mau bawa kamu pulang, tapi malam ini kita nginep di apartemen om," ucap Davin.


"Hah? Ih aku gak mau, kita pulang aja ah om! Aku kepengen pulang, jangan bawa aku ke apartemen om yang aneh itu!" ucap Ciara.


"Aneh gimana? Perasaan apartemen om baik-baik aja deh kayak apartemen pada umumnya," tanya Davin keheranan.


"Ya aneh lah, setiap masuk situ pasti aku langsung jadi korban pelecehan om Davin," ucap Ciara.


Davin tergelak mendengar ucapan Ciara, "Hahaha, kamu kalo bicara tuh suka ngasal aja ya? Lucu deh kamu, bikin om makin gemas dan gak sabar buat nikahin kamu!" ucapnya menggoda.


Ciara sontak mengembungkan pipinya, "Dih nikahin, aku belum mau nikah ya sorry!" ucapnya.


Davin hanya menggeleng dan fokus menyetir, kemudian ia menghentikan mobilnya begitu sampai di depan apartemen miliknya. Ia dan Ciara pun bersiap turun dari mobil, meskipun Ciara sangat tidak ingin menginjakkan kaki disana lagi.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2