Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku
Bab 21. Sarapan bareng


__ADS_3

Nindi sampai tersipu dan memerah mendengar perkataan Leon, ia pun menunduk coba menyembunyikan wajahnya dari tatapan Leon karena malu. Leon mendekat, lalu menarik dagu Nindi agar bisa menatap wajah gadis itu dengan jelas.


"Hey, kamu jangan nunduk dong! Saya kan mau lihat wajah cantik kamu, kalau kamu nunduk nanti saya gak bisa lihat dong?" ujar Leon.


"Ahaha, udah ah kak jangan gombal terus! Lama-lama aku bisa gumoh tau sama gombalan kamu!" ucap Nindi.


"Kamu emang cantik kok, saya rasa siapapun orangnya kalau lihat kamu juga akan melakukan hal yang sama seperti saya," ucap Leon.


"Ya ya ya, udah yuk kak kita masuk ke dalam aja! Tadi kak Tiara ajakin kamu buat sarapan bareng, sekalian temenin aku," ucap Nindi.


"Ohh, kamu belum sarapan jadinya?" tanya Leon.


Nindi menggeleng sebagai jawaban, dan Leon pun tersenyum lalu meraih satu tangan Nindi untuk digenggam.


"Yaudah, saya mau temani kamu. Saya juga gak pengen lah kamu sekolah tapi gak sarapan, nanti yang ada di sekolah kamu malah lemas lagi. Tapi, saya mah gak ikut sarapan ya cantik? Soalnya tadi saya udah sarapan di rumah," ucap Leon.


"Yah kok gitu sih kak? Aku maunya kamu temenin aku sarapan sekaligus sarapan juga, gak enak lah kalau kamu cuma ngeliatin aku makan doang. Nanti yang ada aku gak selera makan," ucap Nindi.


"Kamu gak perlu gak enak gitu Nindi, kan ini rumah kamu tau," ucap Leon tersenyum.


"Tetap aja aku maunya kamu ikut makan juga, kalau kamu gak mau yaudah aku juga gak mau!" paksa Nindi dengan wajah cemberut.


"Okay, saya mau sarapan juga deh demi kamu. Supaya kamu gak sakit lagi," ucap Leon.


"Nah gitu dong, yaudah yuk kita masuk kak ke dalam!" ajak Nindi.


"Iya cantik," Leon mengangguk pelan disertai senyuman lebar, tangannya menggenggam telapak tangan gadis itu dan mulai melangkah ke dalam.


Akan tetapi, kedatangan Galen secara tiba-tiba membuat Leon serta Nindi terkejut dan tidak jadi masuk ke dalam rumah itu. Leon terlihat gugup saat Galen menatapnya sambil senyum-senyum mencurigakan, Leon sungguh bingung dan reflek melepaskan genggaman tangannya.


"Wah wah wah, rajin banget kamu Leon pagi-pagi sudah datang ke rumah Tiara. Jadi ternyata kamu sekarang udah ada hubungan sama Nindi ya? Selamat ya Leon!" ucap Galen.


"Eh pak, jangan salah paham dulu! Kita berdua gak ada hubungan apa-apa kok," elak Leon.

__ADS_1


Galen hanya tersenyum sembari manggut-manggut kecil, pria itu seolah tahu bahwa Leon menyembunyikan sesuatu darinya. Namun, sebagai seorang bos, ia tak mau terlalu dalam ikut campur urusan asistennya itu. Biarlah Leon sendiri yang mengatur bagaimana kehidupannya.


"Bapak kenapa datang kesini juga? Ah saya tahu, pasti bapak mau ketemu sama mbak Tiara kan?" tebak Leon.


"Jelas lah, Tiara itu kan calon istri saya. Jadi, saya mau temui dia dan ajak dia pergi pagi ini. Tapi ingat loh Leon, jangan sekali-kali kamu sakiti Nindi!" ucap Galen tegas.


"Tenang aja pak, saya gak pernah ada niat untuk menyakiti perasaan Nindi ataupun fisik Nindi kok!" ucap Leon sambil tersenyum.


"Kita masuk aja yuk kak!" sela Nindi.


"Iya Nindi," ucap Leon pelan.


Akhirnya Leon dan Nindi kembali melangkah ke dalam rumah itu, namun kali ini mereka tak bergandengan tangan seperti sebelumnya sebab ada Galen yang mengikuti dari belakang.




Di dalam, Tiara sungguh terkejut melihat kehadiran Galen. Gadis itu sama sekali tak menyangka jika Galen akan datang ke rumahnya pagi ini, padahal sebelumnya pria itu tidak ada mengatakan ingin datang kesana. Tiara pun bangkit dari duduknya, lalu menghampiri Galen dengan wajah terheran-heran.


"Ih kamu ngapain datang kesini coba? Perasaan aku gak ada minta kamu buat datang deh, terus kamu juga gak ngabarin aku dulu. Aku kira kamu gak mau datang loh," heran Tiara.


Galen mendekat dan merangkul Tiara sambil mengecupi pipinya, merapatkan tubuh mereka sampai Tiara merasa tidak enak sebab dilihat oleh sang adik secara langsung. Apalagi disana juga ada Leon yang menambah rasa malu Tiara, namun tak membuat Galen melepaskannya begitu saja.


"Galen, kamu jangan kayak gini dong ah! Malu tau ada Nindi sama pak Leon!" pinta Tiara.


"Kenapa Tiara sayang? Aku suka banget peluk kamu, apalagi kamu wangi begini," goda Galen.


"Ya gak sekarang juga dong sayang, kan bisa nanti pas di kantor atau di jalan gitu. Pokoknya pas kita berduaan aja," ucap Tiara.


"Eits, kalo pas berdua mah lain lagi dong sayang," ucap Galen dengan sensual.


Tiara tersipu malu saat digoda seperti itu oleh Galen, sedangkan pria itu sendiri malah mencolek dagunya disertai senyuman menggoda. Sementara Leon serta Nindi hanya tersenyum tipis melihat aksi sepasang kekasih itu, terbesit keinginan di hati Nindi untuk bisa melakukan hal yang sama bersama Leon.

__ADS_1


"Ehem ehem, udah dong jangan pacaran mulu! Kasihan tau ini ada dua orang jomblo disini," cibir Nindi.


"Tuh kan ih, kamu sih Galen!" sentak Tiara sembari menjauh dari kekasihnya.


"Hehe, abisnya aku gak tahan sama kecantikan kamu sayang. Lagian Nindi kan juga ada Leon, kenapa gak pelukan aja?" ujar Galen.


"Enak aja, jangan! Nindi belum boleh pelukan sama lawan jenisnya!" ucap Tiara memperingati.


"Loh kenapa begitu? Aku yakin Nindi pasti juga mau mesra-mesraan kayak kita, ya kan Nindi?" ucap Galen.


"Eee enggak kok kak," elak Nindi.


"Ah masa? Udah kamu ngaku aja, kalau Tiara marah nanti biar aku yang bicara sama dia supaya gak marah!" ucap Galen.


"Galen, udah ya jangan ngomong yang enggak-enggak sama Nindi!" tegur Tiara.


Galen hanya tersenyum sembari mengusap wajah mulus sang kekasih, Tiara pun mencoba menyudahi percakapan tidak beres itu dengan cara mengajak mereka semua sarapan bersama disana.


"Udah udah, kita sarapan aja yuk semua! Galen, kamu pasti belum makan kan?" ajak Tiara.


"Iya belum, aku sengaja gak sarapan di rumah supaya bisa makan sama kamu sayang," ucap Galen sambil tersenyum.


"Haish, yaudah ayo kita ke meja makan sekarang! Pak Leon, kamu ikut juga aja gapapa!" ucap Tiara.


"Eee saya..."


"Kak, udah ayo gapapa! Biar aku ada temennya juga, jadi aku gak cuma jadi nyamuk nanti. Kan kak Leon tau disini ada pasangan kekasih yang lagi dimadu asmara, nanti kalau kak Leon gak ikut aku cuma sendirian dong," sela Nindi membujuk Leon.


Leon pun tersenyum mendengarnya, "Iya Nindi, saya mau kok sarapan bareng kalian," ucapnya.


"Nah gitu dong!" ucap Nindi dengan senang.


Akhirnya mereka berempat sama-sama melangkah menuju meja makan, sudah seperti dua pasang kekasih yang melakukan double date.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2