Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku
Bab 29. Ribut lagi


__ADS_3

Ciara hanya mengangguk, kemudian turun dari mobil papanya dan bergegas melangkah menuju ke dalam sekolah. Akan tetapi, langkahnya terhenti karena namanya dipanggil dari belakang oleh seorang pria. Ciara sontak menoleh, matanya menemukan sosok Davin yang berdiri di depan sana menatap ke arahnya.


"Ciara!" panggil Davin dengan suara lantang, berharap Ciara dapat mendengar dan menghampirinya.


"Om Davin?" lirih Ciara merasa cemas, pasalnya Gavin alias papanya masih ada di dekat sana.


Davin dengan nekat mendekati Ciara, ia tak sadar jika dari dalam mobil Gavin sudah memantau dengan tatapan tajam dan tangan terkepal ketika melihat adiknya datang kesana menemui putrinya. Mungkin saja Davin bisa dimarahi habis-habisan oleh Gavin saat ini.


"Hai Ciara! Kamu kok cantik banget sih?" sapa Davin sembari mencolek dagu keponakannya.


"Om, ngapain sih om kesini? Masih ada papa tau disana, kalau papa turun dan marah sama om gimana?" ujar Ciara.


"Hah??" Davin terkejut dan menoleh ke arah mobil yang ditunjuk Ciara, disitu ia menyadari bahwa Gavin tengah memperhatikannya.


"Iya om, makanya om buruan pergi deh dari sini sebelum papa lihat!" ucap Ciara panik.


"Kamu gausah khawatir Ciara, kalaupun papa kamu lihat ya gak masalah kok. Lagipun om kesini cuma mau lihat wajah cantik kamu sayang," ucap Davin sembari membelai rambut gadisnya.


"Om, please jangan bikin aku kena masalah lagi! Aku juga gak mau om sama papa ribut kayak kemarin, udah deh mending om pergi!" ucap Ciara.


"Kamu usir om sayang?" tanya Davin tak percaya.


"Bukan ngusir, lebih tepatnya aku minta om buat pergi dari sini karena aku gak mau om dan papa ribut lagi," jawab Ciara.


"Davin!" suara teriakan itu memecah obrolan mereka, benar saja ketakutan Ciara tadi bahwa papanya melihat keberadaan Davin disana dan langsung turun dari mobilnya.


"Papa? Tuh kan, om sih gak mau pergi jadinya papa turun deh!" ucap Ciara.


"Kamu tenang aja Ciara, biar om yang hadapi papa kamu itu!" ucap Davin santai.


Davin beralih menatap Gavin yang sudah berada di dekatnya, sepasang kakak beradik itu pun saling bertatapan dengan ekspresi yang berbeda. Gavin tentunya dengan wajah marah, sedangkan Davin merasa gugup dan agak cemas saat Gavin berdiri tepat di hadapannya.

__ADS_1


"Eh bang, lu makin ganteng aja dah gue lihat-lihat. Tumben ya lu mau anterin Ciara sekolah, biasanya juga Ciara bareng kakaknya," ujar Davin.


"Galen lagi dipingit, dia gak boleh keluar selama tiga hari. Makanya gue yang antar Ciara ke sekolah, lagian gapapa lah itu kan juga termasuk tugas gue sebagai seorang ayah," ucap Gavin.


"Iya bang, gue ngerti kok. Gue kan juga gak ngelarang lu buat antar Ciara," ucap Davin.


"Terus lu mau apa samperin anak gue? Dia harus sekolah, lu gak boleh ganggu dia!" ucap Gavin.


"Siapa sih yang mau ganggu Ciara? Gue cuma pengen ketemu dia kok, gue kangen lah sama ponakan gue yang cantik ini," ucap Davin.


"Oh ya? Gue rasa lu ada niat lain deketin anak gue, bilang aja yang jujur kali Dav!" ucap Gavin.


"Niat lain kayak gimana maksud lu bang? Gue gak ada niat lain kok," elak Davin.


Gavin emosi dan tiba-tiba saja menarik kerah baju Davin di hadapan Ciara, seketika Ciara panik lalu berupaya memisahkan mereka agar tidak terjadi keributan yang lebih serius disana.


"Sialan lu ya, masih pura-pura gak tahu aja lu! Mending lu jujur ke gue, apa niat lu deketin anak gue!" sentak Gavin.


"Pa, papa udah pa! Please, aku mohon jangan ribut disini aku gak mau ada yang lihat dan urusannya jadi ribet!" ucap Ciara menengahi.




"Tiara!" sang pemilik nama itu menoleh ke asal suara, menemukan sosok pria berdiri sambil tersenyum menatapnya.


Tiara tersentak kaget, ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Mantan yang sudah lama ia lupakan justru hadir kembali di depannya dengan tampilan yang sangat berbeda, tentu saja Tiara sangat terkejut bahkan sampai tak bisa beralih dari tubuh pria itu.


"Eh Tiara, itu kan si Nico. Mantan lu yang dulu nyakitin lu kan? Kok dia bisa ada disini lagi sih? Terus tampilannya juga berubah drastis woi dari yang dulu," bisik Rifka di telinga Tiara.


"Gue juga gak ngerti, tapi gue males banget asli ketemu dan bicara sama dia lagi," ucap Tiara.

__ADS_1


"Terus ini gimana? Gue yakin banget dia pasti mau ganggu hidup lu lagi deh Ti, apa gue usir aja dia ya?" tanya Rifka.


"Tahan tahan, biar gue tahu dulu maksud dia apa datang kesini," pinta Tiara.


"Okay," Rifka mengangguk pelan setuju dengan ucapan Tiara walau ia agak sedikit ragu.


Lalu, Tiara beralih memandang pria yang tak lain ialah mantannya beberapa tahun lalu itu. Si pria pemilik nama Nico itu pun tersenyum sambil bergerak mendekati Tiara, ia berhenti saat sudah berada tak jauh dari tubuh Tiara yang cukup menggoda baginya.


"Tiara, apa kabar? Kamu kelihatan makin cantik aja, aku jadi nyesel udah pisah dari kamu waktu itu," ucap Nico pelan.


Tiara menggeleng sembari memalingkan wajahnya, ia sangat tidak suka mendengar perkataan Nico barusan. Jujur saja rasanya ia ingin muntah saat lelaki itu memuji kecantikannya.


"Mau apa kamu kesini? Masih punya keberanian ya kamu datang ke rumah aku? Apa kamu lupa sama yang udah kamu lakuin dulu?" ketus Tiara.


"Ya aku ingat Tiara, justru itu aku kesini untuk menebus semuanya. Aku mau perbaiki hubungan kita Tiara," ucap Nico.


"Cih, aku gak sudi balikan sama kamu Nico! Bagi aku, kamu udah gak ada lagi di dunia ini!" ucap Tiara.


Nico menggerakkan tangannya mencoba meraih satu telapak tangan Tiara, tapi dengan cepat gadis itu menepis tangan Nico pertanda ia tak mau disentuh oleh lelaki itu. Sontak Nico terkejut dan menatap Tiara penuh keheranan, tak biasanya Tiara bersikap kasar seperti itu padanya.


"Kamu kenapa pukul aku begitu sih Tiara? Kamu gak mau dipegang sama aku? Segitu bencinya kah kamu sama aku Tiara?" tanya Nico.


"Itu kamu tau, terus ngapain kamu masih disini? Sana kamu pergi, aku udah gak mau terima kamu lagi disini!" usir Tiara.


"Please Tiara, biarin aku bicara sebentar sama kamu! Aku mau tebus semua kesalahan yang pernah aku lakukan ke kamu, tolong kamu beri aku waktu dong Tiara!" bujuk Nico.


Rifka yang sudah tak tahan akhirnya maju ke depan mendekati lelaki itu dengan tatapan tajam.


"Heh! Lo kalo kesini cuma buat ngarep balikan sama Tiara, mending lu pergi deh! Tiara gak akan mungkin mau balikan sama lu lagi, karena dia udah ada calon dan sebentar lagi bakal nikah," ucap Rifka tegas.


"Apa??" Nico tersentak kaget dan kedua matanya melongok lebar mendengar ucapan Rifka.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2