
Hanum yang sudah pergi lebih dulu ke kantin, mempunyai rencana jahat terhadap Ciara karena ingin membalaskan dendamnya. Ia pun mendatangi salah satu kios disana dan meminta sebotol saos, tidak ada kecurigaan dari si pemilik kios sebab Hanum memang bukan dikenal sebagai orang jahat atau licik yang suka mengerjai orang-orang.
Gadis itu pun membawa saos di tangannya menuju tempat dimana Ciara serta teman-temannya biasa duduk, ya seperti yang sudah dapat ditebak Hanum akan menuangkan saos itu ke kursi yang akan diduduki Ciara. Namun, ia sedikit ragu untuk menuangkan saos itu di kursi pinggir atau tengah, sebab Ciara seringkali berpindah-pindah tempat.
"Duh, yang mana ya yang bakal didudukin sama Ciara? Ah bingung banget gue," gumamnya.
Saat sedang berpikir, tiba-tiba saja ia mendengar suara tawa dari Cleo. Sontak ia panik dan langsung melihat ke depan, ya benar disana terlihat rombongan Ciara sudah tiba di kantin. Tentu saja Hanum memilih mempercepat aksinya dan menuang saos ke kursi tengah.
"Bodoamat deh, berdoa aja semoga si Ciara yang duduk disini!" ujar Hanum pelan.
Setelahnya, ia menutup tutup botol saos tersebut, kemudian mengembalikannya. Untuk memastikan rencananya berjalan lancar, Hanum memantau dari jarak tak jauh yang tentunya tidak akan ketahuan oleh Ciara ataupun teman-temannya. Ia sudah tidak sabar ingin melihat Ciara dipermalukan.
Sementara Ciara dan teman-temannya seperti biasa berhenti tepat di tempat mereka biasa kumpul, Cleo dan Anin masih terus tertawa-tawa akibat candaan mereka di jalan tadi. Tak ada yang sadar bahwa kursi paling tengah sudah ditaburi saos oleh Hanum, dan kebetulan juga Cleo serta Anin duduk di kursi pinggir kanan dan kiri.
Ciara pun berjalan ke kursi tengah, Hanum yang melihatnya tampak gembira dan sudah tidak sabar ingin berteriak. Ketika Ciara menempelkan bagian belakang tubuhnya ke kursi, ia mulai merasa tidak nyaman. Dengan cepat ia berdiri lalu melihat kondisi rok belakangnya sudah dipenuhi cairan merah.
"Hah? Ini apaan?" Ciara berteriak kaget sambil menarik rok abu-abunya, membuat seisi kantin terkejut lalu menatap ke arahnya.
"Ahaha ahaha.." semuanya tiba-tiba tertawa, Ciara pun heran sekaligus menahan malu.
"Ih Ciara, lu bocor? Ya ampun, lu hati-hati dong Ciara! Masa bisa sampe kayak gini sih? Tuh lu sampe diketawain loh," tanya Cleo.
"Apaan sih? Gue gak datang bulan, gue juga gak tahu ini cairan merah apaan," elak Ciara.
"Serius lu Ciara? Tapi kalau dilihat-lihat, itu emang kayak bukan darah sih," ucap Anin.
"Ya emang bukan guys, percaya dong sama gue! Lagian gue gak mungkin bocor kali, ngaco aja kalian mah!" ucap Ciara.
"Iya sih, terus itu apa dong?" heran Anin.
"Mana gue tau?!" kesal Ciara.
__ADS_1
Akhirnya Ciara menyentuh cairan di roknya itu dengan jari telunjuk, ia cium sekilas dan merasa tidak asing dengan baunya.
"Ish jorok Ciara!" ujar Cleo.
"Ini saos Cleo, bukan darah. Kayaknya ada yang iseng taruh saus di kursi gue deh," ucap Ciara.
"Masa sih??" Cleo melotot tak percaya.
"Wah kurang ajar tuh orang! Siapa coba yang berani kayak gitu sama lu?" ujar Anin emosi.
Ciara menggeleng tanda tidak tahu, tapi kemudian seorang wanita yang kebetulan duduk di dekatnya beralih menatap ke arah mereka dan membocorkan rahasia Hanum tadi. Ya ia memang melihat saat Hanum menuangkan saus disana, tapi ia tak tahu kalau niat Hanum adalah ingin menjahati Ciara.
"Aku tahu siapa yang tuang saus ke kursi kamu Ciara, dia tuh Hanum vokalis band," ujar wanita itu.
"Apa??!" Ciara, Cleo dan Anin terkejut bersamaan.
•
•
Tiara pun hanya bisa menuruti kemauan calon suaminya itu, melawan pun percuma sebab ia masih terikat kontrak perjanjian dengan Galen. Hingga kini Tiara juga bingung apakah Galen ingin menikahinya hanya karena surat kontrak itu atau karena dia memang benar-benar mencintainya.
"Pak, ada apa lagi sih? Kenapa bapak panggil saya lagi? Saya baru aja turun beberapa menit lalu, saya capek tau pak bolak-balik!" tanya Tiara protes.
"Kamu jangan banyak protes sayang! Duduk aja sini, temani saya karena ada sesuatu yang saya ingin bicarakan sama kamu! Saya yakin kamu pasti senang dengarnya sayang," ucap Galen.
"Emangnya bapak mau ngomong soal apa?" tanya Tiara penasaran dan ingin tahu.
"Kepo ya? Yaudah, duduk sini kalau mau tau!" ujar Galen yang membuat Tiara makin penasaran.
Akhirnya wanita itu terpaksa menuruti kemauan bosnya, ia duduk di sofa bersebelahan dengan Galen sambil menatap wajah pria itu dengan raut penasaran. Sedangkan Galen meraih dua tangan Tiara lalu menggenggam dan mengecupnya, Tiara dibuat salah tingkah oleh ulah lelaki itu.
__ADS_1
"Bapak apa-apaan sih? Harusnya saya yang cium tangan bapak, kan nanti saya yang jadi istri bapak, bukan sebaliknya," ujar Tiara.
"Gapapa, tangan kamu halus sih jadi saya kepengen cium terus sama jilat," ucap Galen sensual.
"Ish, bapak emang mesum dasar! Udah buruan kasih tau bapak mau ngomong apa!" sentak Tiara.
"Saya gak akan kasih tau, sebelum kamu panggil saya sayang dan bukan bapak lagi!" ucap Galen.
"Hadeh, masa harus gitu sih pak? Enakan manggil bapak pake kata bapak tau, biar beda juga gitu dari pasangan lainnya," ucap Tiara.
"Ah enggak, gak ada enaknya. Malahan saya malah ngerasa lebih tua tau, padahal usia saya ini masih muda banget," ucap Galen.
"Ih gapapa kali pak, panggilan bapak gak melulu buat orang yang tua. Buat orang tampan dan kaya seperti kamu juga bisa kok," ucap Tiara.
"Kamu goda saya nih?" Galen mendekat lalu membelai rambut gadisnya.
Tiara hanya tersenyum sambil mengangguk, dan sedetik kemudian Galen sudah menyatukan bibir mereka. Tiara terkesiap menerima ciuman dadakan dari pria itu, tapi ia tetap membalas walau sedikit kesulitan karena Galen terlalu bergairah. Pria itu terus menekan tengkuk Tiara seakan tak mau melepasnya.
"Haaahhh haaahhh bapak gila!" ucap Tiara mengamuk sesudah Galen melepas bibirnya.
"Gila apanya? Kamu suka kan sama ciuman saya? Buktinya kamu tadi bergairah banget tuh balasnya," kekeh Galen.
"Kalau mau cium tuh bilang-bilang dulu kek pak, saya kan gak siap tadi!" kesal Tiara.
"Masa cium bibir calon istri sendiri harus pake bilang dulu segala? Suka-suka saya dong, mau saya cium kamu kapanpun itu terserah saya," ujar Galen.
"Ya ya ya, terus bapak mau bicara apa tadi? Jangan merambat ke yang lain dong!" ucap Tiara.
Galen tersenyum dan mengecup sekilas bibir Tiara. Sambil menyelipkan rambut wanita itu ke sela-sela telinga Galen berkata, "Saya mau besok kita foto prewedding, sayang." Tiara yang mendengarnya langsung menganga seolah tak percaya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...