Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku
Bab 36. Kita bakal menikah


__ADS_3

Ciara yang berada di apartemen milik pamannya itu nampak bingung harus bagaimana agar bisa keluar dari sana, jujur saja ia ragu untuk melakukan apa yang ingin dilakukan pamannya. Meski hanya sekedar menyusu seperti sebelumnya, tetap saja Ciara merasa bimbang sebab itu sama saja ia akan merendahkan dirinya sendiri di depan sang paman.


Tidak mungkin Ciara akan sukarela melepas pakaiannya di depan pamannya, meskipun ia telah berkata pada Davin tadi kalau ia bersedia melakukan apa yang Davin inginkan. Ciara kini coba mencari ponselnya di sekitar sana untuk menghubungi papanya, ia harap Davin telah menaruh ponsel miliknya itu di area sekitar apartemen yang luas ini.


Saat ini Davin tengah membersihkan tubuhnya di kamar mandi, sehingga Ciara punya kesempatan untuk bisa mencari dimana Davin meletakkan ponsel kesayangannya. Ciara terus mondar-mandir demi bisa menemukan ponsel itu, hanya itulah satu-satunya cara bagi Ciara untuk mendapat bantuan dan keluar dari tempat terkutuk itu.


"Duh, hp aku ditaruh dimana ya sama om Davin? Kok gak ada juga sih disini? Aku butuh banget hp itu supaya aku bisa telpon papa," gumamnya.


Disaat Ciara sedang membuka dan mengobrak-abrik isi laci serta lemari di kamar itu, tiba-tiba saja Davin keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk sepinggang. Davin menatap heran saat mengetahui Ciara tengah membongkar semua isi lemari, ia menggeleng lalu menghampiri gadis itu perlahan-lahan.


"Dimana ya?" ujar Ciara yang masih terus berusaha mencari ponselnya.


"Apanya yang dimana Ciara?" tanya Davin tiba-tiba, sontak membuat Ciara terkejut bukan main dan reflek berbalik.


"Hah paman??" kaget Ciara dengan mulut terbuka.


"Apa yang kamu cari sayang? Kenapa kamu sampai berantakin barang-barang om? Terus kok kamu masih pake baju sih? Ayo dong dibuka Ciara!" ucap Davin sambil tersenyum smirk.


"Eee enggak kok om, aku gak lagi cari apa-apa. Tadi aku gabut aja nungguin om selesai mandi, makanya aku pengen cari sesuatu gitu biar aku gak bosan," bohong Ciara.


"Ohh, bukan mau cari hp kamu yang om simpan kan?" tanya Davin memancing.


"Ahaha, enggak lah om. Aku mana berani ambil hp aku itu tanpa izin dari om, nanti yang ada aku bisa dimarahin sama om," jawab Ciara.


"Baguslah, kalo gitu ayo kita ke kasur! Om udah gak sabar pengen cicipin tubuh kamu lagi sayang," pinta Davin.


Glek

__ADS_1


Ciara menelan saliva nya susah payah mendengar perkataan pamannya, ia sangat bingung harus apa saat ini. Sedangkan Davin sudah tampak tidak sabar ingin segera menikmati tubuh sang ponakan kembali seperti sebelumnya, pria itu telah menunggu lama untuk momen ini.


"Kenapa diam Ciara? Jangan bilang kamu ragu dan gak mau turutin kemauan om!" ucap Davin.


"Bukan gitu om, aku gugup aja. Waktu itu kan om yang maksa, masa sekarang aku dengan sukarela serahin tubuh aku gitu aja ke om? Mending om paksa aku lagi deh," ucap Ciara gugup.


"Oh jadi kamu maunya dipaksa? Waw ternyata kamu suka genre kekerasan juga ya Ciara? Okay, om akan paksa kamu!" ucap Davin menyeringai.


"Ta-tapi om, jangan kasar-kasar juga nanti aku sakit!" pinta Ciara.


"Gak kasar kok sayang, malah nikmat." Davin tersenyum sembari melangkah mendekati Ciara, dua tangannya sudah mendekap tubuh gadis itu dan mulai menciumi leher serta pundaknya.


Ciara tak tahan ingin bersuara saat diperlakukan seperti itu, ia menggigit bibirnya menahan suara nikmat yang hendak ia keluarkan. Sedangkan Davin langsung mendorongnya perlahan sampai mepet ke dinding dengan mencengkram erat dua tangan gadis itu sehingga tak bisa bergerak.




Ciara bangkit dari posisi tidurnya, ia bersandar dan terus mengusap bagian atas tubuhnya itu agar rasa nyerinya hilang. Tapi tak lama kemudian, Davin justru ikut tersadar karena merasakan gerakan dari tubuh Ciara. Lelaki itu pun membuka matanya, lalu tersenyum ke arah Ciara.


"Hey Ciara, morning!" sapa Davin dengan senyum lebarnya yang justru membuat Ciara ngeri.


"Kamu ngapain pagi-pagi gini udah bangun? Emang udah puas tidurnya? Semalam kan kita tidur udah mau pagi loh, gara-gara kamu ketagihan sama permainan saya," goda Davin.


"Om cukup ya! Aku gak pernah keenakan atau ketagihan seperti yang om bilang!" kesal Ciara.


"Suka-suka om dong, om kan bicara sesuai apa yang om lihat sayang. Semalam itu kamu kelihatan puas banget tau dari raut wajah kamu," ujar Davin.

__ADS_1


"Udah deh om, jangan bicarain itu lagi! Aku kan udah nurutin kemauan om, sekarang om tolong lepasin aku!" ucap Ciara.


"Okay baby, om pasti akan lepaskan kamu dan biarkan kamu pulang kok. Tapi, kamu harus janji sama om kalau kamu gak akan beberkan ini ke papa atau mama kamu!" ucap Davin.


Ciara mengangguk pasrah, "Aku janji sama om," ucapnya pelan.


"Bagus, kamu memang harus nurut sama om kalau kamu gak mau video kamu tersebar!" ucap Davin.


Ciara semakin menunduk patuh pada kemauan pamannya, ia sudah tidak punya keberanian lagi untuk menolak atau membantah permintaan Davin saat ini karena pria itu masih memiliki video panas dirinya. Tentu Ciara tak mau video itu tersebar di sosial media, namanya sebagai seorang public figure bisa tercemar nantinya.


"Om, tolong hapus video aku itu om! Aku kan udah mau muasin om semalam, masa om masih gak mau juga hapus video aku?" ucap Ciara memohon.


"Hahaha, itu saja belum cukup sayang. Kecuali kalau kamu berniat untuk berikan kesucian kamu buat om, mungkin om akan pikirkan hal itu," ucap Davin sambil tersenyum.


"Sampai kapanpun aku gak akan mau kasih mahkota aku yang paling berharga ini ke om, karena ini khusus buat suami aku!" ucap Ciara.


"Om suka sama ketegasan kamu Ciara, tapi nanti juga kan yang jadi suami kamu itu om. Jadi, kamu gak salah kok kalau kamu serahin mahkota kamu buat om," ucap Davin.


Ciara kembali menggeleng, "Kata siapa om bakal jadi suami aku? Emang om bisa tahu takdir?" tanyanya pada sang paman.


"Gak perlu tahu takdir, om yakin kita akan segera menikah secepatnya. Kalau kamu menolak, om bisa sebarkan video kamu itu ke sosial media," ucap Davin terus mengancam.


Ciara terdiam berpikir, pamannya itu selalu saja mengancam dengan video yang ada di ponselnya. Rasanya Ciara ingin memukul Davin saat ini juga dan memaksa pria itu menghapus videonya, tapi apa daya ia tak memiliki keberanian itu dan hanya bisa pasrah mengikuti omongan pamannya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2