
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, kini adalah hari dimana Galen dan Tiara akan bersanding di pelaminan dalam pernikahan mereka. Galen sudah sangat tidak sabar akan itu, ia tersenyum melihat Tiara muncul melangkah menghampirinya dengan mengenakan gaun putih yang menambah kecantikan wanita itu. Mereka duduk berdampingan dan saling memandang sambil tersenyum, sudah bersiap juga sang penghulu yang akan memandu pembacaan ijab kabul Galen hari ini.
Meski tampak gugup, namun Tiara sangat senang karena akhirnya ia dan Galen akan resmi bersatu. Sudah cukup lama ia menantikan momen ini, ia sampai tidak bisa mengekspresikan perasaan yang ia rasakan saat ini karena sangking senangnya. Ia pun tersenyum lebar menatap sesekali wajah calon suaminya, walau di pernikahannya kali ini ia tidak bisa ditemani oleh kedua orangtuanya.
Galen mengucap kalimat ijab dengan tegas dan lantang, tanpa ada kesalahan sedikitpun. Seketika semua orang disana mengucap syukur karena kedua manusia itu kini telah sah menjadi sepasang suami-istri, begitu juga Galen yang langsung tersenyum lebar seraya mengusap dadanya. Ia merasa lega karena tidak ada halangan dalam pernikahan mereka.
"Tiara, kita sekarang udah menikah. Kamu sekarang istri aku dan aku suami kamu, pasti kamu senang juga kan kayak aku?" ucap Galen menatap istrinya.
Tiara mengangguk malu, "Iya mas, aku senang banget bisa jadi istri kamu. Semoga kita berdua bisa jadi pasangan yang sakinah mawadah warahmah ya mas!" ucapnya sambil tersenyum.
"Aamiin, kamu cantik banget hari ini istriku! Aura kamu kelihatan beda gitu dibanding biasanya, apa mungkin karena kita udah sah ya?" ujar Galen.
"Hahaha, udah ah mas malu! Tuh dilihatin sama pak penghulu dan orang tua kamu tau, mending bahas yang lain aja!" ucap Tiara malu-malu.
Galen terkekeh, ia gemas melihat ekspresi istrinya saat ini yang tampak tersipu malu itu. Ia kecup kening sang istri, lalu menggenggam tangannya. Tak lupa Tiara juga mencium punggung tangan Galen sebagai tanda hormatnya pada sang suami, semua disana pun bersorak gembira melihatnya.
Setelah semua proses selesai, Galen dan Tiara pun duduk berdampingan di atas pelaminan. Mereka berdua mulai menyambut tamu yang datang untuk mengucap salam, termasuk Ciara serta Nindi yang naik bersamaan ke atas sana. Kedua gadis itu terus senyum-senyum menatap pengantin baru tersebut.
"Cie cie yang udah sah, langsung main cium-cium aja," sindir Ciara saat melihat kakaknya tengah bermesraan dengan Tiara disana.
"Hadeh, kamu ngapain sih kesini Ciara? Sana kamu duduk di bawah aja, sekalian makan tuh yang banyak!" ucap Galen ketus.
"Yeh malah marah-marah, aku kan bicara baik-baik tau kak. Aku kesini juga cuma pengen ucapin selamat ke kakak sama kak Tiara, semoga pernikahan kalian langgeng terus ya!" ucap Ciara.
"Aamiin, makasih ya Ciara? Aku juga doain kamu supaya bisa cepat nyusul," ucap Tiara.
"Hah? Boro-boro kak, pacar aja aku belum punya. Terus sering banget kena ghosting lagi," ucap Ciara.
__ADS_1
"Ahaha, kasihan banget sih adik ipar aku yang satu ini?" goda Tiara.
"Biarin aja sayang, dia mah emang belum pantas buat dapat pasangan. Sifatnya aja masih kayak anak kecil, wajar jadinya kalau dia jomblo begini," ucap Galen terkekeh.
"Ish, sukanya kok ngecengin adiknya terus!" Ciara yang kesal akhirnya memasang wajah cemberut dan pergi begitu saja meninggalkan pasangan suami-isteri itu.
"Eh eh Ciara, kamu mau kemana??" Tiara reflek berteriak dan hendak bangkit, namun Galen buru-buru menahannya agar tidak pergi.
"Mau ngapain Tiara? Biarin aja dia pergi, dia mah nanti juga baikan lagi kok. Paling sekarang dia lapar terus pengen makan, udah kamu disini aja gak enak nanti kalau ada yang datang tapi pengantin perempuannya gak ada!" ucap Galen.
"Iya kak, benar kata kak Galen. Udah kakak disini aja, biar aku yang kejar Ciara," sahut Nindi.
Tiara mengangguk setuju, "Iya iya, kamu tolong kejar Ciara dan bujuk dia ya supaya gak marah lagi!" ucapnya pada sang adik.
"Tenang aja kak, yaudah kalo gitu aku kesana dulu ya kak? Sekali lagi selamat buat kalian!" ucap Nindi.
Nindi langsung bergerak menyusul Ciara, sedangkan Galen mendekap istrinya dan menenangkan wanita itu agar tidak terus mencemaskan Ciara. Mereka pun kembali terduduk disana, meskipun Tiara masih saja memikirkan Ciara yang terlihat kesal tadi karena ucapan Galen.
"Udah udah, kamu gausah mikirin Ciara terus! Fokus aja ke acara pernikahan kita sayang!" sentak Galen yang diangguki Tiara.
•
•
Ciara kini duduk di kursi tamu seorang diri sambil terus mengerucutkan bibirnya, ia melipat kedua tangan di depan dan menatap tajam ke arah pelaminan dimana kakaknya berada. Ciara juga mendengus kesal, entah kenapa ia emosi sekali karena merasa Galen selalu mengejeknya.
"Ehem ehem.." tiba-tiba sebuah suara deheman berat muncul di telinganya dan membuat gadis itu terkejut, lalu reflek menoleh.
__ADS_1
"Om Davin?" betapa kagetnya Ciara, yang ia lihat saat ini adalah pamannya yang mesum itu.
"Hai Ciara! Om boleh kan ikut duduk di sebelah kamu?" sapa Davin.
"Eee bo-boleh kok om, lagian ini kan kursinya bukan punya aku," ucap Ciara gugup.
Davin tersenyum puas dan ikut terduduk di sebelah gadis manis itu, ia terus memandang wajah Ciara yang tampak cemberut seolah tak menyukai keberadaan Davin disana. Davin pun menarik wajah gadis itu agar menatap ke arahnya, Ciara yang terkejut pun tak sempat mengelak.
"Ish, om apa-apaan sih?!" dengan cepat Ciara menepis tangan Davin dari wajahnya dan memberi tatapan tajam ke arah pria itu.
"Hahaha, kamu kenapa sayang? Kelihatannya kamu lagi kesel ya, siapa yang bikin kamu kesel begini cantik?" tanya Davin.
"Bukan siapa-siapa, udah deh om tolong jangan sok perhatian sama aku karena aku gak suka digituin!" kesal Ciara.
"Kenapa sih kamu begitu banget sama om? Apa salah om coba sampai kamu jutek banget ke om dari kemarin? Ayolah Ciara, kamu jangan begitu dong!" ucap Davin.
"Om masih tanya salah om apa sama aku? Om lupa kalau om terus-terusan ancam aku pakai video gak senonoh itu?" geram Ciara.
Davin menyeringai lebar dan mulai membelai rambut gadis itu, "Jadi karena itu kamu gak suka sama om? Terus kamu pengen om hapus video itu sayang?" ujarnya.
Ciara mengangguk pelan, "Iyalah om, tolong hapus video itu om! Aku gak mau terus-terusan hidup dalam ancaman kayak gini," ucapnya.
"Video apa?" keduanya dikejutkan dengan suara seorang wanita yang muncul tiba-tiba, mereka menoleh lalu menemukan Nindi berdiri di sebelah Davin dengan wajah penasaran.
"Nindi? Ka-kamu.." Ciara sangat gugup dan gemetar saat melihat Nindi di dekatnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...