Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku
Bab 28. Mantan Tiara


__ADS_3

Ciara hanya merengut sambil memalingkan wajahnya, tiba-tiba Gavin menarik wajah sang putri sampai kembali menghadap ke arahnya. Entah kenapa suasana di dalam mobil itu berubah tegang, apalagi saat Gavin menunjukkan wajah datarnya pada Ciara.


"Umm papa kenapa sih? Kok tiba-tiba mukanya serius gitu? Jangan bikin aku takut dong pa!" ucap Ciara keheranan.


"Hahaha, papa cuma pengen tanya sesuatu sama kamu. Ini soal Davin, pasti kamu belakangan ini dekat dengan paman kamu yang playboy dan gak bener itu kan?" ucap Gavin.


"Loh kenapa papa malah jadi bahas soal om Davin? Aku gak ada waktu pa, aku harus sekolah," ucap Ciara.


Saat Ciara hendak turun dari mobil, Gavin kembali menahan lengan gadis itu dan seolah tak membiarkan ia pergi begitu saja. Gavin memang masih ingin tahu apa sebenarnya yang sudah dilakukan Davin pada putrinya, pasalnya ia sangat curiga jika terjadi sesuatu diantara mereka.


"Ciara, kamu jawab dulu pertanyaan papa! Kamu ngapain aja selama ini kalau sama om Davin? Apa dia pernah macam-macam sama kamu? Jujur aja sama papa, sayang!" ucap Gavin tegas.


"Pa, om Davin itu baik. Dia gak pernah kok nyakitin aku atau apalah itu," bohong Ciara.


"Masa sih? Papa kok gak percaya ya sama kamu?" ucap Gavin curiga.


"Terserah papa deh, udah ah aku mau turun dulu!" Ciara kesal dan melepas paksa tangannya dari cengkraman sang papa.


"Iya iya, kamu sekolah yang benar ya sayang?" ucap Gavin mengalah dan membiarkan Ciara pergi.


Ciara hanya mengangguk, kemudian turun dari mobil papanya dan bergegas melangkah menuju ke dalam sekolah. Akan tetapi, langkahnya terhenti karena namanya dipanggil dari belakang oleh seorang pria. Ciara sontak menoleh, matanya menemukan sosok Davin yang berdiri di depan sana menatap ke arahnya.


"Ciara!" panggil Davin dengan suara lantang, berharap Ciara dapat mendengar dan menghampirinya.


"Om Davin?" lirih Ciara merasa cemas, pasalnya Gavin alias papanya masih ada di dekat sana.


Davin dengan nekat mendekati Ciara, ia tak sadar jika dari dalam mobil Gavin sudah memantau dengan tatapan tajam dan tangan terkepal ketika melihat adiknya datang kesana menemui putrinya. Mungkin saja Davin bisa dimarahi habis-habisan oleh Gavin saat ini.


"Hai Ciara! Kamu kok cantik banget sih?" sapa Davin sembari mencolek dagu keponakannya.


"Om, ngapain sih om kesini? Masih ada papa tau disana, kalau papa turun dan marah sama om gimana?" ujar Ciara.


"Hah??" Davin terkejut dan menoleh ke arah mobil yang ditunjuk Ciara, disitu ia menyadari bahwa Gavin tengah memperhatikannya.

__ADS_1


"Iya om, makanya om buruan pergi deh dari sini sebelum papa lihat!" ucap Ciara panik.


"Kamu gausah khawatir Ciara, kalaupun papa kamu lihat ya gak masalah kok. Lagipun om kesini cuma mau lihat wajah cantik kamu sayang," ucap Davin sembari membelai rambut gadisnya.


"Om, please jangan bikin aku kena masalah lagi! Aku juga gak mau om sama papa ribut kayak kemarin, udah deh mending om pergi!" ucap Ciara.


"Kamu usir om sayang?" tanya Davin tak percaya.


"Bukan ngusir, lebih tepatnya aku minta om buat pergi dari sini karena aku gak mau om dan papa ribut lagi," jawab Ciara.


"Davin!" suara teriakan itu memecah obrolan mereka, benar saja ketakutan Ciara tadi bahwa papanya melihat keberadaan Davin disana dan langsung turun dari mobilnya.


"Papa? Tuh kan, om sih gak mau pergi jadinya papa turun deh!" ucap Ciara.


"Kamu tenang aja Ciara, biar om yang hadapi papa kamu itu!" ucap Davin santai.


Davin beralih menatap Gavin yang sudah berada di dekatnya, sepasang kakak beradik itu pun saling bertatapan dengan ekspresi yang berbeda.




TOK TOK TOK...


"Assalamualaikum, morning spada!" ucap Rifka dari luar rumah. "Woi assalamualaikum, kemana sih orangnya gak keluar-keluar?" sambungnya.


Tiara menggeleng kemudian langsung membuka pintu sembari menjawab salam Rifka, "Waalaikumsalam, iya iya sabar elah gausah pake teriak-teriak gitu kali!" ucapnya.


Ceklek


"Nih gue udah keluar, puas kan lu? Berisik banget sih pagi-pagi juga!" ketus Tiara.


"Hehe, sorry Tiara abisnya lu gue panggil-panggil gak nyaut sih," kekeh Rifka.

__ADS_1


"Hadeh, mau ngapain lu ke rumah gue pagi-pagi? Gue kan gak nyuruh lu kesini, lagian Nindi juga udah sekolah kok," ucap Tiara.


"Ya gapapa Tiara, gue pengen main aja sekalian nemenin lu. Gue tahu lu sendiri dan butuh teman, ya kan?" ucap Rifka.


"Boleh deh, yaudah ayo masuk sekalian lu bantu gue beberes!" ujar Tiara.


"Yeh ngapa jadi beberes? Gue kan kesini cuma mau temenin lu, bukan mau jadi babu lu!" ucap Rifka geleng-geleng.


"Biarin dong Rifka, bantu tetangga itu dapat pahala loh," ucap Tiara.


"Iya iya, lu butuh bantuan apapun tinggal bilang aja ke gue!" ucap Rifka.


Tiara tersenyum dan mengajak sahabatnya itu masuk ke dalam rumah, tapi tanpa diduga suara seorang pria terdengar di telinga mereka meneriaki nama gadis itu. Tiara sontak terkejut lalu menghentikan langkahnya, ia tidak jadi masuk ke dalam dan memilih menoleh untuk mencari tahu siapa yang datang.


"Tiara!" sang pemilik nama itu menoleh ke asal suara, menemukan sosok pria berdiri sambil tersenyum menatapnya.


Tiara tersentak kaget, ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Mantan yang sudah lama ia lupakan justru hadir kembali di depannya dengan tampilan yang sangat berbeda, tentu saja Tiara sangat terkejut bahkan sampai tak bisa beralih dari tubuh pria itu.


"Eh Tiara, itu kan si Nico. Mantan lu yang dulu nyakitin lu kan? Kok dia bisa ada disini lagi sih? Terus tampilannya juga berubah drastis woi dari yang dulu," bisik Rifka di telinga Tiara.


"Gue juga gak ngerti, tapi gue males banget asli ketemu dan bicara sama dia lagi," ucap Tiara.


"Terus ini gimana? Gue yakin banget dia pasti mau ganggu hidup lu lagi deh Ti, apa gue usir aja dia ya?" tanya Rifka.


"Tahan tahan, biar gue tahu dulu maksud dia apa datang kesini," pinta Tiara.


"Okay," Rifka mengangguk pelan setuju dengan ucapan Tiara walau ia agak sedikit ragu.


Lalu, Tiara beralih memandang pria yang tak lain ialah mantannya beberapa tahun lalu itu. Si pria pemilik nama Nico itu pun tersenyum sambil bergerak mendekati Tiara, ia berhenti saat sudah berada tak jauh dari tubuh Tiara yang cukup menggoda baginya.


"Tiara, apa kabar? Kamu kelihatan makin cantik aja, aku jadi nyesel udah pisah dari kamu waktu itu," ucap Nico pelan.


Tiara menggeleng sembari memalingkan wajahnya, ia sangat tidak suka mendengar perkataan Nico barusan. Jujur saja rasanya ia ingin muntah saat lelaki itu memuji kecantikannya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2