Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku
Bab 32. Datang tepat waktu


__ADS_3

Ciara memutar bola matanya sembari menghela nafas, ia yang kesal akhirnya memilih pergi lebih dulu dan melangkah dengan cepat. Sontak Anin serta Cleo terkejut lalu berusaha mengejar sohib mereka itu, sangking cepatnya melangkah Ciara sampai tak fokus ke depan dan malah menabrak tubuh seseorang di hadapannya.


Bruuukkk


"Awhh!!" Ciara memekik merasakan sakit saat tubuhnya bertabrakan dengan seorang lelaki yang lebih besar darinya.


"Hah Ciara?" laki-laki itu terkejut dan menghampiri Ciara yang tergeletak di lantai.


Sang lelaki mengulurkan tangannya ke arah Ciara, tetapi hanya dibalas dengan tatapan sinis dari mata gadis itu. Tampaknya Ciara sangat kesal atas insiden barusan, meskipun semua itu terjadi karena ulahnya yang berjalan tanpa melihat ke depan. Ciara pun bangkit sendiri tanpa bantuan si lelaki.


"Kamu gapapa Ciara? Ada yang luka? Kalau ada, biar saya bantu kamu ke UKS," tawar si pria.


"Gausah pak," ketus Ciara sambil membersihkan roknya yang sedikit kotor setelah terjatuh tadi.


Benar saja yang barusan bertabrakan dengan Ciara adalah Terry, guru magang di sekolah itu yang juga merupakan mantan cowok dating online yang pernah ditemui Ciara sebelumnya. Maka dari itu, Ciara masih agak canggung saat bertatapan langsung dengan Terry disana.


"Kamu itu kenapa sih Ciara? Ada yang salah sama saya? Kok kayaknya kamu gak suka banget ketemu sama saya?" tanya Terry pada intinya.


Ciara hanya terdiam masih dengan wajah berpaling dari Terry, ia belum berani memandang wajah pria itu karena suasana jantungnya yang terus berdetak kencang tak karuan. Entah apa yang Ciara rasakan saat ini, ia pun juga bingung apakah ia membenci pria itu atau justru menyukainya.


Perlahan Terry mendekati gadis itu, ia mencoba menyentuh pundak Ciara disaat suasana sekitar mereka tengah ramai oleh para siswa siswi. Ciara sedikit kaget saat merasakan sentuhan tangan di area pundaknya, gadis itu reflek menoleh ke arah Terry dan disambut dengan senyuman lebar.


"Nah gitu dong Ciara, saya kan jadi suka lihatnya kalau kamu tatap wajah saya. Kamu cerita dong ke saya Ciara, kamu itu sebenarnya ada masalah apa!" ucap Terry.


"Apaan sih pak? Gausah sok asik deh! Saya mau ke kantin udah lapar nih," ujar Ciara.


"Ciara tunggu! Kamu pasti masih ingat siapa saya kan? Tapi, kenapa kamu kayak jutek gini ke saya? Apa salah saya?" tanya Terry.


"Bapak gak punya salah kok, dan maaf saya juga gak ingat apa-apa tentang bapak!" bohong Ciara.


"Kamu bohong Ciara! Saya yakin banget kamu pasti ingat siapa saya!" ujar Terry.


"Yaudah iya, saya ingat dan tahu siapa bapak. Terus kenapa? Bapak mau apa sekarang?" ucap Ciara akhirnya mengaku.

__ADS_1


Terry tersenyum senang dan tiba-tiba memegang lengan Ciara dengan kuat, sontak Ciara merasa terkejut lalu berusaha melepaskan diri dari pegangan pria itu. Namun, tenaga Terry terlalu kuat sehingga Ciara tidak bisa berbuat apa-apa karena usahanya sia-sia saja.


"Ish, apa-apaan sih bapak?! Saya teriak nih kalau bapak macam-macam sama saya!" sentak Ciara.


"Saya gak mau macam-macam kok Ciara, kamu ikut saya sekarang ya!" ucap Terry.


"Gak! Saya gak mau!" tegas Ciara yang terus berontak.


"Kamu harus mau Ciara!" paksa Terry.


Disaat Terry hendak menarik paksa tubuh Ciara, kedua teman gadis itu pun muncul dan terlihat heran saat mengetahui kelakuan Terry disana. Mereka berdua sampai menutup mulut seolah tak percaya, sedangkan Ciara yang melihat itu pun meminta pertolongan dari mereka.


"Hah pak Terry? Bapak ngapain pegang-pegang Ciara kayak gitu? Bapak mau apa ih?" tanya Cleo dengan wajah kagetnya.


"Ka-kalian jangan salah paham dulu! Saya gak ada niat jahat kok sama teman kalian," jawab Terry.


"Bohong, dia tadi mau paksa bawa gue pergi dari sini! Kalian cepat tolongin gue dong, gue gak mau dibawa sama dia!" sela Ciara.


"I-i-iya iya, ini saya lepaskan kok." Terry panik dan langsung melepaskan lengan Ciara, seketika itu juga Ciara berlari ke dekat teman-temannya.


"Ciara, lu gapapa kan?" tanya Cleo cemas.


Ciara menggeleng, "Gue baik-baik aja kok, thanks ya kalian datang tepat waktu!" jawabnya.


"Iya, yaudah cabut yuk!" ajak Anin.


Ciara mengangguk setuju, mereka bertiga pun pergi meninggalkan Terry disana sendirian. Tampak Terry cukup kesal dan memukul angin, ia harus memutar otak untuk bisa mendekati Ciara karena rencananya tadi telah gagal.




Saat pulang sekolah, Ciara menunggu jemputan dari orang rumah di area depan sekolahnya. Gadis itu duduk seorang diri sembari memegang ponselnya setelah Anin serta Cleo pulang lebih dulu, ia tampak jenuh lantaran jemputan yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang hingga kini.

__ADS_1


Awalnya semua biasa-biasa saja dan tidak terjadi apa-apa, tapi kemudian Terry muncul menyapa Ciara dari atas motor yang ia kendarai. Ciara sontak terkejut melihat keberadaan guru magangnya disana, ia reflek bangkit menatap ke arah Terry yang turun dari motor dan mendekatinya.


"Hai Ciara! Kamu belum pulang? Bagus deh, kamu bareng saya aja yuk pulangnya!" ucap Terry.


"Pak, bapak ngapain lagi sih? Saya gak mau pulang sama bapak, lagian sebentar lagi saya juga bakal dijemput kok," ucap Ciara menolak tawaran Terry.


"Tapi daritadi saya perhatiin kamu disini terus tuh, mana jemputan kamu Ciara?" ucap Terry.


"Ya mungkin aja masih di jalan, makanya saya tunggu disini. Udah deh bapak kalo mau pulang ya pulang aja sendiri sana, gausah sok akrab pake ajak-ajak saya segala!" ucap Ciara ketus.


"Niat saya kan baik Ciara, saya mau sekalian antar kamu sampai ke rumah. Kenapa kamu jutek gitu sih sama saya?" ucap Terry.


"Karena bapak orang aneh tau!" kesal Ciara.


"Saya gak aneh kok, saya biasa aja seperti yang lainnya. Mungkin kamu yang terlalu berlebihan sama saya, coba deh kamu hilangkan semua pikiran buruk kamu tentang saya!" ucap Terry.


"Saya gak bisa pak, apalagi sejak bapak tadi berani pegang-pegang saya dan paksa saya buat ikut sama bapak. Saya jadi makin takut tau sama bapak, coba aja bapak gak kayak gitu," ucap Ciara.


"Ya soal itu saya minta maaf, ayolah kamu jangan begitu sama saya!" mohon Terry.


"Cukup pak, saya gak mau bicara sama bapak lagi!" sentak Ciara.


"Tunggu Ciara!" Terry mencekal lengan Ciara yang hendak pergi darinya.


"Ih lepas!" Ciara berontak dan tak terima jika Terry terus menyentuhnya seperti ini.


Tiba-tiba saja Davin muncul disana dan langsung menyingkirkan tangan Terry dari Ciara, pria itu bahkan juga memukul wajah Terry hingga sang guru magang tersebut terjatuh ke jalan. Ciara sontak berteriak seraya menutup mulutnya, ia terkejut dengan kedatangan pamannya dan apa yang dilakukan sang paman barusan itu.


"Ayo Ciara, kamu ikut om!" Davin menoleh ke arah Ciara dan mengajak gadis itu ikut dengannya, Ciara menurut saja karena ia tak memiliki pilihan lain.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2