
Ciara telah dibawa pergi oleh Davin dari sekolahnya dan kini mereka pun berada di dalam mobil milik pria itu, Ciara tampak tak percaya kalau saat ini ia bisa kembali bersama pamannya itu. Padahal Ciara sedang berusaha untuk menjauh dari Davin, karena usulan papanya yang tidak ingin sesuatu terjadi padanya kalau terlalu dekat dengan Davin.
Tapi semua memang bukan keinginan Ciara, ya gadis itu juga tidak mau berada dalam bahaya jika tak mengikuti langkah pamannya. Bisa saja tadi ia dipaksa terus oleh Terry untuk ikut dengannya jika sang paman tak datang ke sekolah, untuk itulah Ciara bersyukur dan bernafas lega karena Davin datang tepat waktu untuk menolongnya.
"Om, makasih ya om tadi udah datang dan tolong aku? Kalau gak ada om, mungkin aku masih disana sama orang itu," ucap Ciara terengah-engah.
"Sama-sama sayang, itu udah tugas om buat jaga dan melindungi kamu. Lagian kamu kenapa masih di sekolah sih jam segini? Emang kamu ada kegiatan tambahan?" ujar Davin.
Ciara menggeleng, "Sebenarnya gak ada sih om, aku tadi cuma lagi tunggu jemputan. Gak tahu juga siapa yang bakal jemput aku, soalnya gak datang-datang," ucapnya.
"Wah kok gitu sih? Biar nanti om bicara sama papa kamu deh, om tegur dia supaya gak telantarin kamu kayak gini. Ini pasti dia lagi sibuk nih urusin pernikahan si Galen itu, makanya dia sampai lupa buat jemput kamu," ucap Davin.
"Om, aku mohon jangan ya! Aku gak mau om sama papa ribut, apalagi tadi pagi kan kalian udah berantem gara-gara hal sepele," ucap Ciara.
"Mau gimana lagi Ciara? Papa kamu sok kasih tau om buat jauh-jauh dari kamu, eh tapi dia aja gak bener jagain kamu," ucap Davin.
"Aku gapapa kok om, papa mungkin telat aja kali buat jemput aku tadi," ucap Ciara.
"Tetap aja dia itu gak bener jadi ayah, harusnya kan dia lebih pentingin kamu dibanding yang lainnya. Apalagi urusan pernikahan, si Galen itu kan udah gede, jadi biarin lah dia urus sendiri," ucap Davin.
"Udah lah om, please jangan marah-marah terus! Aku pengennya tuh om sama papa akur, bukan malah berantem," ucap Ciara.
"Iya Ciara, maafin om ya?" ucap Davin tersenyum.
__ADS_1
Ciara manggut-manggut sambil tersenyum, tangan Davin pun mulai terulur mengusap puncak kepala serta mengacak-acak rambut gadis itu. Ciara langsung memasang wajah cemberut, ia mengerucutkan bibirnya tanda tak suka dengan apa yang dilakukan pamannya itu saat ini.
"Om mah gitu, demen banget acak-acak rambut aku. Susah tau benerin nya om," protes Ciara.
"Hahaha, jangan ngambek dong sayang! Abisnya om gemes banget sama kamu sih, kamu tuh terlalu imut gitu jadi orang," ujar Davin.
"Lebay! Mending om sekarang buka hp om, terus hapus video kita waktu itu!" ucap Ciara.
Davin terkejut dan reflek menoleh ke arah Ciara, "Kok tiba-tiba kamu bahas video itu? Emangnya kalau dihapus, nanti kamu mau buat ulang gitu videonya?" ucapnya sambil terkekeh.
"Ngaco aja ah om! Aku minta hapus ya biar om gak bisa ancam-ancam aku lagi dan aku bisa bebas!" ucap Ciara dengan tegas.
"No no no, om gak akan hapus video itu sayang! Soalnya om suka sekali sama video itu, malahan setiap malam om terus tonton videonya sambil bayangin wajah kamu," ucap Davin sensual.
Ciara mendengus kesal, lalu membuang muka karena malas berbincang dengan pamannya yang selalu berpikiran mesum itu.
•
•
Gavin langsung menghampiri sosok satpam tersebut untuk bertanya padanya mengenai Ciara, ia sungguh khawatir dengan kondisi putrinya yang saat ini tak nampak di hadapannya. Gavin juga berharap agar Ciara baik-baik saja dan tidak mengalami hal-hal yang buruk.
"Eee permisi pak, saya boleh tanya tentang putri saya gak? Dia namanya Ciara, putih terus rambutnya panjang. Suka pake hoodie abu-abu gitu, bapak tahu gak dimana dia?" tanya Gavin.
__ADS_1
"Oh neng Ciara yang cantik banget itu ya pak? Tadi saya lihat dia duduk disini sih pak tunggu jemputan, tapi abis itu dia pergi sama seseorang pake mobilnya. Nah, terus saya gak tahu lagi deh dia kemana," jawab sang satpam.
"Apa? Siapa orang yang bawa anak saya pergi? Apa bapak kenal sama orangnya?" tanya Gavin.
"Waduh, saya gak kenal pak. Tapi, kayaknya dia udah sering juga deh ke sekolah ini. Saya pernah lihat dia sebelumnya jemput neng Ciara juga pak," jawab satpam itu.
"Sial! Pasti itu si Davin, kurang ajar! Padahal saya sudah larang dia untuk dekati Ciara, tapi dia masih aja ngeyel!" geram Gavin dengan suara lirih.
Satpam itu hanya terdiam menundukkan wajahnya, sedangkan Gavin terlihat terus mengumpat kecil karena tindakan Davin yang semakin mengesalkan dengan membawa pergi Ciara tanpa seizin darinya. Tentu saja Gavin sangat emosi, ia pun pergi begitu saja dan kembali ke mobilnya.
Di dalam mobil, Gavin yang kesal coba untuk menghubungi nomor Davin dan menanyakan kondisi Ciara saat ini. Akan tetapi, nomor adiknya itu tidak dapat dihubungi dan membuat Gavin makin kesal. Pria itu memukul-mukul setir dengan emosi sambil berteriak, ia bersumpah akan menghajar Davin jika nanti ia menemui pria itu.
"Sialan banget emang si Davin! Awas aja, saya pasti akan habisi kamu Davin kalau saya berhasil bertemu dengan kamu! Tapi, untuk saat ini saya harus cari keberadaan mereka dulu. Saya gak mau Ciara dalam bahaya karena terus sama dia!" gumam Gavin.
Lalu, Gavin pun kali ini mencoba menghubungi nomor putrinya. Ia berharap Ciara aktif dan mau mengangkat telpon darinya, tapi sayang untuk yang pertama kali telpon dari Gavin itu tidak diangkat oleh Ciara. Namun Gavin tak menyerah sampai disitu, ia mencoba sekali lagi sehingga Ciara mengangkat telpon tersebut. Gavin langsung tersenyum sumringah, ia tak mau berlama-lama dan meminta Ciara memberitahu dimana dirinya.
📞"Ha-halo sayang! Kamu dimana Ciara? Kamu lagi sama siapa sekarang? Ini papa ke sekolah, tapi kata satpam kamu udah pergi dijemput cowok. Siapa dia sayang?" ucap Gavin dengan nada panik.
Hanya keheningan yang Gavin dapat, ia sungguh tak mengerti apa yang terjadi pada putrinya. Ia pun semakin panik, lalu mencoba kembali berbicara pada Ciara secara terus-menerus walau Ciara tak kunjung juga menjawab.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...•...
...NIH DAH GA DIULANG-ULANG YA GUYS, TOLONG KOMEN JUGA BIAR AUTHOR GA MELAKUKAN PENGULANGAN LAGI KAYAK KEMARIN🙏...