Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku
Bab 31. Benci atau suka?


__ADS_3

Ciara menjawab dengan anggukan, lalu ketiga gadis mungil itu pun saling berpelukan disana dan juga mengusap tubuh satu sama lain untuk memberi kehangatan. Mereka terus begitu sampai tiba-tiba seorang pria muda berpakaian rapih masuk ke dalam kelas itu dan mengucap salam.


"Selamat pagi semua!" seketika seisi kelas langsung menatap ke arah pria tersebut yang tengah berjalan dan terduduk di tempat guru.


"Hah? Tuh orang ngapain masuk sini terus duduk di kursi guru?" heran Anin dengan mata melotot.


"Tau ih aneh banget, lagian siapa coba dia? Ada urusan apa ya dia ke kelas kita dan duduk disitu?" sahut Cleo yang juga merasa bingung.


"Gak tahu, tapi kayaknya gue kenal deh sama tuh cowok," ucap Ciara.


Sontak Cleo dan Anin beralih menatap wajah Ciara, bahkan Anin sampai menarik wajah gadis itu ke arahnya dan bertanya siapa lelaki yang ada di depan.


"Siapa emang cowok itu Ciara?" tanya Anin.


"Ish, ini baru dugaan gue. Tapi, dia tuh kayak cowok yang waktu itu gue temuin di aplikasi dating online. Seriusan deh mirip banget, kalo gak salah namanya.." ucapan Ciara terhenti lantaran pria di depan mereka itu bangkit dari duduknya.


"Halo semuanya, perkenalkan saya guru magang baru di sekolah ini! Nama saya Christianson Terry, kalian bisa panggil aja saya Terry atau pak Terry!" ucap lelaki itu mengenalkan diri.


"Nah iya iya, bener itu namanya. Sekarang gue yakin banget dia orangnya!" ucap Ciara.


"Serius lu Ciara? Berarti tuh cowok yang pernah ngedate sama lu dong?" tanya Cleo.


Ciara mengangguk cepat, "Iya benar, eh tapi gak sampe ngedate juga sih. Soalnya dia tiba-tiba menghindar dan ninggalin gue gitu aja," jawabnya.


"Lah kok gitu? Aneh banget!" heran Anin.


"Ehem!" tiba-tiba Terry berdehem menegur ketiga gadis itu, dan tanpa sadar Terry sudah berada di dekat mereka sehingga ketiganya pun terkejut bukan main.


"Eh pak Terry, ngapain pak kesini? Tadi perasaan masih di depan deh," ujar Anin.


"Saya yang seharusnya tanya ke kalian, kenapa kalian duduk bertiga kayak gini? Kalian gak lihat posisi duduk yang lain apa?" tegur Terry.


"Eh iya pak, ini anu itu.." Anin gugup saat hendak menjelaskannya.

__ADS_1


"Sudah, kalian kembali ke tempat duduk masing-masing karena pelajaran akan segera dimulai!" perintah Terry.


"Tapi pak, bapak ngajar pelajaran apa ya?" tanya Cleo.


"Saya guru fisika, jadi saya akan mengajarkan pelajaran itu," jawab Terry.


"Waduh, susah dong pak pagi-pagi udah belajar fisika!" keluh Cleo.


"Ya memang itu yang saya ajarkan disini, sudah ayo cepat kembali ke tempat masing-masing!" ucap Terry dengan tegas.


"I-i-iya pak," Cleo dan Anin langsung bangkit lalu berpindah ke tempat duduk mereka.


Terry masih tetap disana, ia menatap wajah Ciara yang juga tengah memandanginya dari posisi duduk dengan serius. Terry tahu betul kalau gadis itu adalah Ciara yang pernah ia temui lewat aplikasi dating online, ia pun masih tak menyangka bisa bertemu kembali dengan gadis itu disana.


"Hey, kenapa kamu ngeliatin saya aja kayak gitu? Naksir?" tanya Terry.


Ciara langsung mengernyitkan dahinya, "Dih, enggak lah pak saya cuma penasaran aja," elaknya.


"Yaudah, kamu simak ya pembelajaran kita hari ini dan jangan mengobrol!" ucap Terry.




Saat istirahat tiba, Ciara bersama Cleo dan Anin langsung pergi ke luar kelas berniat untuk menuju kantin. Akan tetapi, kedua sahabatnya itu tampak curiga melihat Ciara yang terus melamun sepanjang di kelas sampai saat ini. Mereka pun coba bertanya dan mencari tahu apa yang terjadi.


"Ciara, lu sebenarnya kenapa sih? Daritadi kita perhatiin kok lu bengong terus kayak gitu? Lu lagi mikirin apaan?" tanya Anin penasaran.


"Umm, gue cuma belum percaya aja kalau ternyata tuh cowok yang gue temuin di aplikasi dating online malah jadi guru gue sekarang. Serius deh rasanya gue kaget banget tadi," jawab Ciara.


"Oalah gara-gara itu, emang kenapa sih Ciara? Lo masih demen sama tuh cowok?" heran Anin.


"Dih ya enggak lah! Yakali gue suka sama cowok model begitu, yang belum ketemu aja udah minder duluan," cibir Ciara.

__ADS_1


"Yakin lu gak suka sama dia? Tapi, kok lu ngeliatin dia terus tadi?" goda Cleo.


"Apaan sih kalian? Sejak kapan gue ngeliatin dia? Gue cuma penasaran kenapa dia bisa ngajar disini, perasaan gue lihat-lihat dia belum pantas deh buat jadi pengajar," ucap Ciara.


Anin dan Cleo hanya saling pandang sambil tersenyum tipis, membuat Ciara merasa jengkel lalu menegur kedua temannya itu.


"Heh! Ngapain kalian kayak gitu?" sentak Ciara.


"Gak kok, kita cuma heran aja sama lu Ciara. Padahal jelas tau tadi lu ngeliatin pak Terry sampai begitu banget, eh masih aja ngelak. Harusnya mah udah ngaku aja kali!" ujar Cleo.


"Cleo, lu harus dikasih tau berapa kali sih? Gue gak ngeliatin dia!" kesal Ciara.


"Iya iya, udah kali jangan pada berantem gitu! Kita kan mau ke kantin buat makan, bukan malah berantem," ucap Anin menengahi.


Ciara memutar bola matanya sembari menghela nafas, ia yang kesal akhirnya memilih pergi lebih dulu dan melangkah dengan cepat. Sontak Anin serta Cleo terkejut lalu berusaha mengejar sohib mereka itu, sangking cepatnya melangkah Ciara sampai tak fokus ke depan dan malah menabrak tubuh seseorang di hadapannya.


Bruuukkk


"Awhh!!" Ciara memekik merasakan sakit saat tubuhnya bertabrakan dengan seorang lelaki yang lebih besar darinya.


"Hah Ciara?" laki-laki itu terkejut dan menghampiri Ciara yang tergeletak di lantai.


Sang lelaki mengulurkan tangannya ke arah Ciara, tetapi hanya dibalas dengan tatapan sinis dari mata gadis itu. Tampaknya Ciara sangat kesal atas insiden barusan, meskipun semua itu terjadi karena ulahnya yang berjalan tanpa melihat ke depan. Ciara pun bangkit sendiri tanpa bantuan si lelaki.


"Kamu gapapa Ciara? Ada yang luka? Kalau ada, biar saya bantu kamu ke UKS," tawar si pria.


"Gausah pak," ketus Ciara sambil membersihkan roknya yang sedikit kotor setelah terjatuh tadi.


Benar saja yang barusan bertabrakan dengan Ciara adalah Terry, guru magang di sekolah itu yang juga merupakan mantan cowok dating online yang pernah ditemui Ciara sebelumnya. Maka dari itu, Ciara masih agak canggung saat bertatapan langsung dengan Terry disana.


"Kamu itu kenapa sih Ciara? Ada yang salah sama saya? Kok kayaknya kamu gak suka banget ketemu sama saya?" tanya Terry pada intinya.


Ciara hanya terdiam masih dengan wajah berpaling dari Terry, ia belum berani memandang wajah pria itu karena suasana jantungnya yang terus berdetak kencang tak karuan. Entah apa yang Ciara rasakan saat ini, ia pun juga bingung apakah ia membenci pria itu atau justru menyukainya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2