Rascal In Love

Rascal In Love
Wisuda SMA


__ADS_3

“Siswi Kehormatan. Anggun Rejoprastowo!” Sahut Pak Rendi sambil memanggil Anggun maju ke depan podium.


“Wuhuuuuuu!”


“Biasaaa Anggun udah biasaaaa!”


“Flexing teroooos!”


Semua murid menyoraki Anggun. Ada yang memang senang, ada yang terkesima, ada juga diselipi dengan ejekan-ejekan alay yang iri.


Bagaimana pun Anggun memang memperoleh nilai tertinggi dalam SBMPTN Tingkat Nasional. Dan pada UTBK tahun ini, Anggun berhasil lolos ke dua pilihan kampus negerinya. Masih ditambah ada 3 kampus negeri lain yang menawarinya beasiswa.


Anggun menerima medali dan piagam kehormatan, lalu berdiri di depan semuanya dengan senyum puas. Juga, sebagai ganti Ikhsan, si Ketua Osis fucek yang putus sekolah dan kabur ke Amerika, Anggun pun menyampaikan pidato terakhirnya sebagai wakil siswa kelas 12 periode 2023.


Di depannya, ada Rio. Pemuda itu berdiri agak di tengah, bersama teman-temannya.


Lalu Anggun menoleh ke samping.


Di sana ada Bu Ariel dan Ketua Osis yang baru, namanya Ariel Clodio Rejoprastowo. Nama yang sama dengan Bu Ariel, juga sebagai Sepupu Anggun


Anggun menghela nafas dan tersenyum manis. Senyum terbaiknya selama ini.


Bagaimana pun, ini hari terakhir mereka bertemu sebagai siswa SMA Bhakti Putra.


“Pendidikan itu apa? Sekolah itu apa? Perlu tidak kita melalui keduanya? Bisa ya, bisa tidak tergantung mindset kalian dibentuk.” Kata Anggun. Ia bicara tanpa teks.


“Pada dasarnya tujuan pendidikan adalah mengganti pikiran kosong dengan pikiran terbuka. Setiap pagi kalian punya dua pilihan, melanjutkan tidur dan kembali bermimpi, atau bangun dan mengejar mimpimu. Kelemahan terbesar kita terletak pada menyerah. Jangan berharap segala urusan akan dimudahkan. Manusia bukan tempat berharap, kalian pasti akan kecewa kalau berharap kepada manusia. Tapi berharaplah kamu jadi lebih baik. Karena, Sulit untuk mengalahkan orang yang tidak pernah menyerah. Jadi, belajarlah dengan serius, dan seriuslah saat harus belajar, apa pun yang kalian pelajari. Dunia ini adalah tempatnya belajar. Terima kasih, semoga semua sukses dengan goal masing-masing.”


Sesaat semua tidak ada yang bersorak. Suasana sangat hening.


Karena, semua sedang terpana menatap Anggun.


Sampai akhirnya Abbas berteriak.


“Gila Nggun gue merinding!! Keren luuuu!”


“Anggun! Anggun! Anggun!”


“Makasih Inspirasinya Angguuun!!”


Dan seketika bangsal itu ramai dengan siswa yang terkesan dengan pidato terakhir Anggun.


Sang Ratu sudah turun tahta, kini digantikan oleh Sang Raja.


“Ketua Osis yang baru, Ariel Clodio Rejoprastowo. Kelas XI-IPS E” Kata Pak Rendi.


“Rejoprastowo lageeee, laaah!” seru salah satu murid.


“Sepupunya si Anggun tuh,” bisik yang lain.


“Namanya sama dengan Bu Ariel,”

__ADS_1


“Ketua Osis dari kelas bermasalah, IPS E...” bisik yang lain.


“Iya dia memang tukang bikin onar, makanya dijadikan Ketua Osis biar nggak kambuh sablengnya!”


“Jangan berisik,” desis Pak Rendi.


Dan Saat Ariel Clodio naik ke podium, Semua malah tercengang.


“An jing! Ganteng banget!” keluh Meneer.


“Wooooooo wo wo wo sapa ituuuu!!”


Dan akhirnya kehebohannya melebihi saat Anggun ada di depan.


“Ajigile, di lehernya ada Tatto,”


“Kalo nggak rangking 5 besar, nggak mungkin dibolehin gitu-gituan.”


Ariel Clodio pun menatap semuanya dengan tatapannya yang sinis.


Lalu ia memulai pidatonya.


“Selamat Lulus ya Kaka-kaka, selamat menempuh kehidupan orang dewasa. Untuk teman-teman di belakang sana, nikmati saja dulu proses belajar kalian. Orang tua kita bilang, dari sekian tahun mereka hidup, masa sekolah adalah sesuatu yang ingatannya paling lekat bertahan di otak. Jadi ukirlah dengan sesuatu yang ‘menyenangkan’.”


“Ketos punya pacar nggaaaak?” seru salah seorang murid, langsung dicie-cie’in sama yang lain.


“Banyak,” jawab Ariel enteng. “Pendaftaran masih terbuka,”


“Ariel,” Pak Rendi mengingatkan. Ia bagaikan mendapat siswa perpaduan banyak orang istimewa dalam satu tubuh. Kekuatan seperti Rio, cara berpikir seperti Meneer, kepandaian setara Anggun dan tingkahnya se-sinting Abbas. Kalau ada maunya dia bisa semanis Junot, tapi dia seringkali bertindak se-gegabah Agung.


Terus terang saja Ariel Clodio ini cukup unik.


Hari pertama ia bersekolah saja, ia sudah membuat sekolah ini dilempari batu oleh murid dari sekolah lain.


“Teman-teman, Jangan Baper, Jangan Lebay, Jangan Drama Queen, Jangan Playing Victim. Di luar sana kalian anak pejabat, di dalam sini kalian hanya pelajar. Di luar sana kalian anak pemulung, di dalam sini kalian berseragam. Semua sama di mata kami dan di mata para guru, hanya siswa yang sedang menempuh pendidikan. Yang kalian benci, bisa jadi adalah atasan kalian di dunia kerja, yang kalian rundung bisa jadi di masa depan dia jadi Presiden. Masa depan itu abu-abu. Jadi, selama di dalam lingkungan sekolah... Jadilah orang baik. Terima kasih,” Dan Ariel menyudahi pidatonya dengan senyum sinis mode ‘Ganteng Sangat’ level pedes.


Pak Rendi menarik nafas tegang. Bu Ariel menggelengkan kepalanya.


“Bu Ariel,” Pak Rendi mencondongkan tubuhnya sambil berbisik, “Murid-murid tahun ini rasanya bisa lebih berat dari tahunnya Rio,”


“Tangan saya masih sakit,”


“Kamu yang nampar Ariel, kok malah kamu yang sakit...”


“Pipinya keras banget udah kayak tembok,” gerutu Bu Ariel. Ia menampar Ariel karena cowok itu berbuat kasus melempar ruang guru dengan botol minuman keras. Walau pun tak sengaja tapi ya membuat kekesalan yang amat sangat.


**


“Foto yuk?” Tawar Anggun sambil memeluk pinggang Rio.


“Geng, foto geng!”

__ADS_1


“Horeee selfie! Selfie!”


“Riel, fotoin Riel!”


Ariel menerima ponsel Anggun dan berjalan ke depan lulusan terbaik.


“Wih, ini sih satu circle, Calon CEO semua...” desis Ariel sambil mesem-mesem.


“Kita bakal ketemu lo di kantor, oke?” desis Abbas


“Yess, tungguin gue 4 tahun lagi!” kata Ariel sambil memfokuskan pandangan. Lalu ia mengernyit. “Kak Anggun?”


“Ya?” tanya Anggun.


“Gemukan ato gimana kak?” tanya Ariel.


“Oh, keluarin aja ya bajunya...” kata Anggun sambil mengeluarkan ujung kemejanya.


Rio sudah berdehem menanggapi Anggun.


Sementara Meneer langsung maju ke depan dan terang-terangan menatap perut Anggun. “Lo... hamil Nggun?’


Anggun menyeringai.


“Beuh! Riooooo!! Bang sat gilaaa! Lo tuh- astaganagaaaa!!” seru Meneer.


“Serius oy serius?” Junot sampai menempelkan tangannya ke perut Anggun. “Lah bener juga, ini bukan gendut biasa, si Anggun kagak pernah gendut perutnya!”


“Berapa... bulan?” Abbas sampai kehilangan kata-kata.


“Jalan 3 bulan,” jawab Rio.


“Uh lemes gue...” Abbas langsung jongkok di aspal. Lututnya bagai kehilangan tulang.


“Jangan lemes dong, ikut senang laaah!” sahut Rio.


“Ya seneng laaaah! Tapi gue shock! Lu tuh... parah lo berdua!”


“Ntar resepsi dateng yak!” kekeh Anggun.


“Ya pasti laaaah! Gue bahkan nyumbang buat resepsi lo!!” seru Abbas sambil berdiri. Tiba-tiba ia terisak. “Lu Bang Ke Riooo gila kok gue seneng yaaa! Temen luck nut banget sih loooo!! Dek Soleeeeh ini Om Abbaaaaas!!” Abbas memeluk Rio dan Anggun sambil bercucuran air mata.


“Udah dinamain duluan... Soleh.” Gumam Rio.


Dan akhirnya semua berkumpul sambil peluk-pelukan, terus loncat-loncatan kegirangan.


Ariel hanya berdiri dan mengabadikan situasi dalam bentuk video.


“Selanjutnya... giliran cerita gue.” desisnya licik.


(Kisah Bu Ariel dan si Ketos Ariel sudah launching di Noveltoon. Berjudul “Antonim Akal, Sinonim Sayang”. Silakan kalau berkenan mampir ya Sedulur Tercintaaaa.)

__ADS_1


TAMAT.


__ADS_2