
Melisa membantu Mario. dia masih sangat bingung harus membantu Mario seperti apa. dia tidak memiliki pengalaman sebagai seorang suster dan apalagi sebagai pekerja medis.
"Apa yang harus aku bantu sekarang?" tanya Melisa kepada Mario.
"Kamu bantu saya di sini, panggil pasien sesuai dengan urutan antrian mereka. dan kamu ke bagian apoteker. karena apoteker kita sedang cuti selama satu bulan." Perintah Mario.
Melisa mengambil alih tugas-tugas Lisa. Dia memanggil satu persatu antrian pasien berikutnya. sedangkan Lisa pergi ke ruangan apoteker untuk menyiapkan obat sesuai dengan resep yang telah ditulis oleh dokter Mario.
"sebenarnya siapa sih sosok baru itu. dia tuh bener-bener nggak layak membantu pekerjaan dokter Mario." Lisa menggerutu di dalam ruang apoteker.
"lisa itu siapa sih?"tanya salah satu dokter yang lain.
"itu loh dok perawat baru yang diminta oleh dokter Mario untuk membantunya," jawab Lisa.
Lisa langsung menyambar beberapa resep obat yang sudah ditulis oleh dokter Mario untuk beberapa pasiennya.
__ADS_1
...****************...
Mario melihat cara kerja Melisa. merasa Melisa cukup lihai meskipun Baru kali ini dia bekerja di pusat kesehatan masyarakat.
"ternyata kamu cukup cekatan,"ujar Mario.
"iyalah Melisa gitu loh. aku ini perempuan pintar. jadi cuman kerjain kayak gini sih urusan kecil." Melisa mulai menyombongkan dirinya.
Mario pun tertawa mendengar ucapan sombong yang keluar dari mulut Melisa.
Melisa merasa bingung kenapa bisa dokter Mario malah sama tawakannya. padahal tadi dia sedikit menyanjung kepintaran Melisa.
"Melisa ... Melisa. kerjaan kayak tadi itu anak SD juga bisa. memanggil nomor urut pasien itu hal yang gampang Melisa. kamu baru disanjung segitu aja sombongnya sudah selangit." sindir dokter Mario kepada Melisa.
mendengar sindiran dari dokter Mario Melisa merasa kalau dirinya disanjung setinggi langit dan dijatuhkan dengan kasar ke dasar bumi. harga dirinya sungguh terluka karena sindiran dari dokter Mario.
__ADS_1
Melisa memasang wajah cemberutnya karena kesal mendengar kata-kata dari dokter yang sedang dia bantu kerja.
"udah dibantuin bukannya terima kasih malah nyindir orang." Melisa meletakkan papan yang berisikan nama pasien dan nomor urutnya di meja dokter Mario.
Melisa yang merasa kesal ingin keluar dari ruangannya dokter Mario dan pulang ke rumah kakek dan neneknya.
"hei kamu itu mau ke mana?"tanya Mario dengan cepat.
"mau pulang males di sini kok cuman jadi bahan sindiran doang." wajah Melisa yang cemberut karena kesal membuat Mario semakin gemas kepadanya.
"oke kamu boleh pulang, tapi ingat besok kamu akan mendapat tugas yang lebih berat. namun, kalau kamu masih membantu saya sampai Puskesmas ini tutup. besok saya pastikan kamu akan mendapatkan tugas yang lebih ringan." Mario berhasil menghentikan langkah Melissa dengan kata-katanya.
"oke kalau kayak begitu. kalau kamu berbohong maka saya anggap hutang lunas dan saya tidak perlu lagi bekerja di pusat kesehatan masyarakat ini!" Melisa menggebrak meja kerja Mario.
"Melisa kamu itu sangat lucu sekali. saat kamu marah rasanya saya semakin senang menggodamu." batin dokter Mario.
__ADS_1
Mario dan Melisa kembali bekerja. masih banyak pasien yang harus mereka periksa. kan Lisa masih sibuk dengan beberapa obat yang harus ia siapkan untuk pasien yang sudah selesai diperiksa dan didiagnosa penyakitnya oleh dokter Mario.