
Lisa berada di ruangan dokter Mario. dia menyiapkan segala keperluan dokter Mario karena memang hari ini akan ada jadwal pemberian imunisasi kepada anak-anak batita dan balita.
Lisa yang sudah hafal dengan suara kuda besi dokter Mario langsung membuka pintu ruangan dan berlari ke depan. Dia tidak menyangka kalau dokter Mario datang dengan wanita yang selama ini sudah mampu mencuri perhatian pria yang disukainya.
"Pagi Lisa." Sapa Melisa saat mereka berpapasan.
"Pagi." Jawab Lisa datar.
"Pagi Lisa. kamu sudah datang?" tanya Dokter Mario sambil menenteng tas kerjanya.
"Pagi dokter. Iyah saya sudah datang sejak tadi. saya mau persiapkan untuk kegiatan hari ini." Lisa bicara begitu lembut dan manis kepada dokter Mario. berbeda dengan cara bicaranya kepada Melisa.
"Oh Iyah, hari ini ada imunisasi ya. kalau begitu saya akan bersiap-siap. Kamu nanti akan di bantu oleh Melisa juga." Dokter Mario melenggang masuk ke dalam ruang kerjanya.
Lisa menatap punggung tegap pria yang dipujanya itu. Setelah dokter Mario berlalu. rasa kesal di hati Lisa kembali timbul.
"Melisa lagi, Melisa lagi. Lagi pula aku bisa kok bantuin dokter Mario sendirian. Kenapa sih cewek ngeselin dan sok baik itu bantu kegiatan di sini!" Sungut Lisa.
Lisa melangkah masuk ke dalam dan kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda demi menyambut pangeran berkudanya datang.
"Lisa, apa yang bisa aku bantu. Kata dokter Mario, hari ini akan ada kegiatan imunisasi ya? Pasti banyak anak kecil dong ya yang datang." Melisa terlihat senang.
"Terus kenapa kalo banyak anak kecil yang datang? kamu mau gunain mereka buat caper ke dokter Mario?" tanya Lisa dengan sangat ketus.
__ADS_1
"Caper? sama dokter Mario? yang benar saja Lisa. buat apa aku menggunakan mereka untuk hal seperti itu? aku bukan tipe penggoda pria." Melisa tertawa kecil padahal di dalam hatinya di sangat dongkol. hanya saja dia harus bisa menyingkirkan rasa kesalnya selama di lingkungan Puskesmas.
"Sepertinya dia tidak suka denganku. apa jangan-jangan dia suka lagi sama Mario? kalau benar dia suka sama Mario, pasti dia bakalan kaget banget gue sedang Mario udah lamaran." Melisa tertawa kaku sambil bergumam di dalam hatinya.
Lisa pergi meninggalkan Melisa dan masuk ke dalam ruang sterilisasi dan menyiapkan alat suntikan serta cairannya.
"Lisa, nanti kamu ajarkan Melisa bagaimana cara melayani dan menangani pasien anak kecil yang datang untuk melakukan imunisasi. dia pasti sangat canggung dan gugup. jadi butuh bimbingan." Jelas Dokter Mario.
Lisa hanya mengangguk dan mendengus halus agar tak terdengar oleh dokter Mario.
...****************...
Sebuah villa yang dekat dengan kebun teh di sanalah Orlando menginap. Dia meminta kepada kakeknya untuk tinggal beberapa hari di sana.
"Den Ando mau kemana?" tanya penjaga villa.
"Loh katanya mau tinggal di sini sekitar satu Minggu, hitung-hitungan pergi liburan." Pak Yono terus mengintrogasi anak majikannya.
"Tidak jadi, pak. saya mau kembali saja ke Jakarta. lagipula orang yang saya perjuangkan sudah milik orang lain sekarang." Orlando bicara penuh rasa sesal.
"Maksudnya den?" tanya pak Yono sambil garuk-garuk kepalanya.
"Sudahlah pak. tidak perlu di bahas. tolong semua barang ini di bawa ke dalam bagasi mobil." Pinta Orlando setelah selesai packing.
__ADS_1
pak Yono langsung melaksanakan perintah anak majikannya itu. dia langsung mengangkut satu persatu barang bawaan Orlando dan memastikan tidak ada yang tertinggal.
"Terima kasih ya pak Yono. saya merasa nyaman tinggal di sini berkat pak Yono. saya titip villa lagi. Assalamualaikum." Orlando berpamitan dan langsung melajukan mobilnya.
...****************...
Lisa berjalan keluar hendak membeli makan siang di warung nasi yang tidak jauh dari tempatnya bekerja.
"Bu beli nasi bungkusnya dua. yang satu pakai ayam serundeng dan perkedel. satu lagi pakai orek tempe ayam serundeng sambal dan tahu goreng."bisa menunjuk beberapa lauk yang ada di etalase warung.
di saat pemilik warung sedang sibuk mempersiapkan pesanan milik Lisa. bisa duduk dan memainkan ponselnya.
"saya dengar semalam keluarga Pak Arjuna dan keluarga Pak Brahma bersilaturahmi."
"iya saya juga dengar katanya cucu Pak Arjuna, melamar cucu Pak Brahma."
ada dua ibu-ibu yang sedang asyik makan sambil berbincang-bincang. mereka berdua tengah membicarakan dua sosok yang juga dikenal oleh Lisa.
"setahu aku pak Brahma hanya memiliki Melisa sebagai cucunya. sedangkan Pak Arjuna tinggal dokter Mario yang belum menikah. apakah mereka berdua bertunangan semalam? tapi rasanya tidak mungkin. mereka berdua baru saja saling kenal. masa iya langsung memutuskan untuk bertunangan."
Lisa mengambil Dua bungkus pesanannya dan langsung bergegas menuju Puskesmas.
saat dia hendak masuk ke dalam ruangan dokter Mario. dia mendengar dari luar dokter Mario dan Marissa sedang asyik mengobrol sambil tertawa lepas.
__ADS_1
"tidak mereka sudah seakrab ini? Aku bahkan yang sudah lebih dulu mengenal dokter Mario saja tidak bisa membuat dirinya mengobrol lama dan tertawa seperti itu. aku tidak terima kalau perempuan itu memiliki dokter Mario. pasti dia adalah cucu salah satu sesepuh di sini. tetap dia tidak pantas untuk dokter Mario. hanya aku yang pantas mendampinginya."
Lisa menggenggam erat tangannya sambil terus mendengarkan apa yang dua orang itu bicarakan di dalam.