Ratu Malam

Ratu Malam
Part 37 - Rahasia


__ADS_3

Melisa baru menyadari kalau selama ini ternyata pria yang dia terima sebagai seorang tunangannya sudah lama dia kenal. Pantas saja Melisa merasa kalau pria itu sangat dekat dengannya dan terasa tidak asing.


Keterkejutan Melisa membuat dirinya menjadi minder kepada dokter Mario.


"Kamu kenapa sejak tadi diam saja? Apa kamu masih memikirkan yang dibicarakan Lisa?" tanya dokter Mario kepada Melisa.


"tidak bukan itu yang aku pikirkan. aku hanya sedang memikirkan kenapa kamu bisa mengawasiku selama ini?" tanya Melisa kepada dokter Mario secara tidak langsung.


"masalah itu nanti akan aku ceritakan. untuk saat ini yang terpenting kamu istirahat dan jernihkan kembali pikiranmu. tidak perlu kamu memikirkan kunjungan warga mengenai apa yang dikatakan oleh Lisa kepada mereka. Aku tahu kamu adalah wanita baik-baik maka dari itu aku jatuh cinta kepadamu."


mereka berdua saling bertatapan. Melisa tidak menyangka kalau dokter Mario begitu mencintai bahkan sebelum ia mengungkapkan perasaannya kepada mereka. Melisa merasa mendapatkan sosok seorang pria yang begitu tulus kepada dirinya.

__ADS_1


pada akhirnya Melisa menjadi mengerti kenapa yangkungnya sangat ingin menikahkan mereka berdua. Dokter Mario memeluk Melisa dengan sangat erat.


"Kamu adalah cinta pertamaku saat kita berdua masih duduk di bangku Sekolah menengah atas. kamu tahu betapa aku sangat mengagumimu. kamu seorang siswi teladan di sekolah. dan setelah kamu kuliah lulus kuliah aku terus memperhatikanmu dan mengawasi mu. kedua orang tua kita bahkan warga kita semua sudah merencanakan pernikahan kita sejak kamu dan aku masih kecil. Aku benar-benar mencintaimu Melisa bukan karena perjodohan tapi murni karena hatiku dan karena kamu."


Melisa menjadi semakin terharu. diyakini bisa mendapatkan cinta yang tulus dari seorang pria. dia akan berusaha untuk belajar mencintai dokter Mario. karena baginya belajar mencintai pria yang tulus kepadanya jauh lebih mudah daripada harus mengejar cinta pria yang dia cintai.


"Sekarang kita pulang. mereka pasti sudah menunggu dirimu." Dokter Mario menggandeng calon istrinya untuk pulang ke rumah yangkung Brahma.


Mereka banyak mengobrol selama perjalanan menuju ke rumah. bahkan dokter Mario selalu bisa membuat Melisa tertawa dengan setiap celotehnya.


"Melisa." Katty memeluk putrinya.

__ADS_1


"Mami." Melisa memeluk erat maminya.


"Sayang." Arga menyapa putri semata wayangnya.


"Daddy." Melisa bergantian memeluk Daddynya.


Arga dan Katty menumpahkan rasa rindunya kepada Melisa. Mereka memang kadang keras kepala, tapi Arga dan Katty selalu menyayangi putrinya.


"Mario, om terima kasih sekali karena selama ini kamu selalu ada di samping Melisa. kamu memang pria yang sangat bisa diandalkan." Arga menepuk bahu dokter Mario.


Dokter Mario hanya tersenyum tipis. dokter Mario merasa tersipu karena mendapatkan pujian dari calon mertuanya.

__ADS_1


"Mario ayok sekarang kita pulang. besok kalian akan bekerja lagi. jadi harus istirahat. Melisa, kamu tidak perlu memikirkan kejadian hari ini. Semua akan berlalu dan warga sudah kembali percaya kepadamu. Jangan takut atau merasa minder selama kamu sudah berubah." Ujar kakek dari dokter Mario.


Melisa juga yakin kepada dirinya yang sudah bisa meninggalkan dunia club malam meski rasanya tangan itu begitu gatal ingin memainkan piringan hitam dan berjoget kecil. Sebagai seorang Disk jockey Melisa selalu menghayati setiap lagu yang dibawakan sehingga dia selalu menggoyangkan tubuhnya meski hanya sedikit untuk menghidupkan suasana saja.


__ADS_2