Ratu Malam

Ratu Malam
Part 30 - Niat baik harus dipercepat


__ADS_3

tok tok tok


suara pintu rumah diketuk oleh seseorang yang juga mengucapkan salam.


"waalaikumsalam."eyangkung Brahma saat membukakan pintu.


"Pak, Bu."mencium telapak tangan kedua mertuanya.


"kalian sehat-sehat kan?"tanya Eyangti Jamilah.


"Alhamdulillah bu. kami berdua dalam kondisi sehat dan selamat sampai di sini." senyum Katy kepada mertuanya.


"ya sudah kalian temui dulu Melisa. dia pasti senang melihat kedua orang tuanya ada di sini sekarang."


jadi dan Arga langsung masuk ke dalam rumah dan menuju kamar Putri tercintanya.


"Melisa."panggil Arga dari luar kamar.


Melisa yang sedang berada di dalam kamar dan mendengarkan musik menggunakan headset di telinganya, tidak mendengar panggilan yang diserukan oleh daddynya.


Harga dengan cepat membuka pintu kamar dan melihat putrinya tengah asik menikmati alunan musik yang hanya bisa didengar olehnya.


harga menepuk kaki sebelah kanan putrinya dan Melisa segera membuka mata. dengan cepat ia menyingkirkan kabel panjang yang tadi berada di telinganya.


"Dad, Mam." dengan cepat Melisa melompat dari atas kasur dan memeluk kedua orang tuanya erat.


"Melisa kangen banget sama mami dan Daddy."Melisa menitikan air matanya.


"eh kok anak mami malah nangis. Mami kan sama Daddy, udah di sini." Katy menghapus air mata putrinya.


"Melisa kangen." suara lirih terdengar.


"sudah sekarang kamu keluar yuk. kita kangen-kangenannya di luar sambil ngobrol."


Melisa, Katty dan Arga keluar dari kamar. mereka duduk di ruang tamu dan berbincang-bincang kecil untuk melepaskan rasa rindu.

__ADS_1


"Daddy dan Mami kemari dalam rangka apa?" tanya Melisa yang sama sekali tidak mengetahui kalau kedua orang tuanya akan pulang ke desa Cemara.


"eyangkung yang meminta Mami dan Daddy pulang. katanya kita akan ada acara makan malam bersama."jelas Katty sambil mengelus lembut rambut lurus putrinya.


"Sayang kapan kamu rencananya mau pulang?"tanya Arga kepada putrinya.


"Aku males pulang ke rumah. Aku mau menetap di rumah eyangkung aja. di rumah terlalu sepi. Nanti kalau aku salah pergaulan lagi, bisa-bisa Daddy bukan hanya mengirim ku ke desa Cemara, tapi mungkin akan mengirimku ke Antartika." celetuk Melisa dengan senyuman tipis di wajahnya.


mereka yang mendengar perkataan Melisa langsung tertawa. Arga bahagia ternyata keputusannya mengirim putrinya ke desa Cemara untuk tinggal dengan kedua orang tuanya adalah keputusan yang tepat. bukan hanya menjadikan Melisa sosok yang mandiri dan bijaksana, tapi mereka juga mendapatkan seorang calon menantu yang akan bisa membuat Melisa menjadi jauh lebih baik lagi.


"Bu Apa ada yang bisa Katty dibantu?"kata Katty saat mengikuti Ibu mertuanya masuk ke dalam dapur.


"udah kamu kangen-kangenan saja sama anakmu. Ibu tahu, kamu sangat merindukan Melisa bukan?"ibu mertua nya menepuk pundak Katty.


Memang bener apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya itu. Ia begitu merindukan Melisa. Arga selalu melarangnya untuk menemui Melisa di desa Cemara. Karena dia takut putri mereka akan merengek ikut pulang ke Jakarta.


"sepertinya Melisa sudah sangat nyaman di rumah ibu. mungkin kalau di Jakarta dia tidak akan mendapatkan suasana seperti di sini."merundukkan kepalanya dan memiliki rasa sesal di dalam hatinya.


"jangan bicara seperti itu. Ibu tahu kalian berdua sangat sibuk. jadi coba kalian belajar dari apa yang terjadi belakangan ini. perbaiki hubungan kalian dengan anak kalian. dengan begitu Melisa mungkin bisa menjadi putri seperti dulu lagi."Eyang Jamilah menyentuh lembut wajah cantik menantunya.


Katty tersenyum mendengar penuturan dari ibu mertuanya. dia berjanji kini akan menjadi sosok seorang ibu yang lebih baik lagi dan lebih memperhatikan putrinya yang dia punya satu-satunya.


"aku dan Mas Arga mungkin akan menetap beberapa hari di sini Bu. aku ingin menikmati suasana Desa Cemara yang sudah lama sekali tidak kulihat."


"dengan sangat senang jika kalian berdua sering-sering datang dan berkumpul di kampung halaman kita ini. Jangan pernah melupakan asal kita nak. yang begitu kita tidak akan kehilangan jati diri kita."


...****************...


matahari mulai tenggelam. sinar terang yang dipancarkan oleh matahari ditarik mundur dan digantikan oleh gelapnya malam.


"ayo sudah siap semua belum?"suruh kakek Arjuna sambil menenteng tongkatnya.


"sudah siap kakek."teriak Azam sambil berlari keluar rumah.


"Azzam Jangan lari-lari nanti kalau jatuh bajunya kotor."teriak wulan dari dalam villa.

__ADS_1


keluarga kakek Arjuna masuk ke dalam mobil dan melaju pergi ke rumah Eyangkung Brahma.


di dalam mobil Azzam sangat senang sekali. bocah kecil itu tidak henti-hentinya bersenandung.


"Azzam sepertinya yang lebih bersemangat. dia tidak berhenti untuk bernyanyi."tengok Vero dari kaca spion tengah.


"iya sayang sepertinya anak kita ini sangat menyetujui hubungan Omnya dengan bidadari tak bersayap itu." Wulan tersenyum.


"syukurlah kalau semua anggota keluarga menyetujui dan menyukai Melisa. sudah dipastikan rencana ini akan berjalan dengan lancar." senyum tipis kakek Arjuna.


mobil berwarna merah itu berhenti di depan pagar rumah yang mereka tuju.


di depan rumah sudah terlihat sahabat kakek Arjuna menanti kedatangan keluarganya.


"assalamualaikum."salam kakek Arjuna dan beberapa anggota keluarga lainnya.


"waalaikumsalam, silakan masuk." eyangkung Brahma begitu antusias menyambut kedatangan keluarga sahabatnya.


Melisa yang sejak tadi diminta untuk menunggu di dalam kamar terkejut mendengar suara banyak orang yang datang ke rumah.


"Mih, itu seperti suara kakek Arjuna. kenapa kakek Arjuna datang malam hari dan sepertinya membawa banyak orang?"tanya Melisa kepada Maminya.


"sudah kamu diam saja. ini semua untuk kamu. keluarga kakek Arjuna mungkin malam ini akan melamar kamu untuk dokter Mario."Katy membuka suara.


"melamar?" tanya Melisa kaget.


"iya sayang. Apa kamu tidak mau?"tanya Katy sambil menatap wajah putrinya yang sudah dipoles oleh riasan.


"Bu-bukan tidak mau Mih. hanya saja aku dan dokter Mario baru merencanakan untuk menjalani saja hubungan ini. aku tidak terpikirkan kalau lamaran ini akan dilangsungkan segera." Melisa menatap lekat kedua manik maminya.


"lebih cepat lebih baik baik Melisa." kata-kata sambil mengelus wajah cantik putrinya.


"dengarkan Mami sayang. pacaran terlalu lama itu tidak baik, jadi lebih baik setelah baru memulai hubungan dan pria itu memiliki niat yang baik dan tulus. maka sebaiknya kita percepat saja." Katty menggenggam erat kedua tangan putrinya.


Melisa hanya bisa menggangguk. jujur memang dia sudah menyimpan rasa yang cukup dalam untuk dokter Mario saat ini. dia berusaha menyiapkan hatinya untuk bertemu dengan keluarga dokter Mario dan menerima pinangan pria yang baru beberapa jam ini pasti menjadi kekasihnya.

__ADS_1


__ADS_2