Ratu Malam

Ratu Malam
Part 22 - Dunia begitu sempit


__ADS_3

Melisa sibuk mendokumentasikan semua kegiatan acara hari ini. saat dia sedang merekam momen hari ini dia tidak sengaja menubruk seseorang.


"Maaf saya tidak sengaja,"kata Melisa dengan meminta maaf dalam kondisi belum melihat siapa yang ditubruknya.


"Melisa"panggil seseorang


mendengar namanya disebut Melissa langsung menegakkan pandangannya.


"kamu?"Melisa memekik terkejut.


Melisa terkejut karena dia tidak menyangka akan bertemu dengan Orlando di desa Cemara.


"selanjutnya, saya akan memperkenalkan putra saya. kebetulan sekali Dia sedang tidak ada kegiatan jadi bisa ikut dengan saya. Orlando silakan naik ke atas."Bupati memanggil nama yang sangat dikenal oleh Melisa.


Melisa langsung melihat ke atas panggung dan kembali menatap Orlando yang tersenyum penuh makna kepadanya.


Melisa mengurutkan dahinya dia tidak menyangka ternyata Orlando adalah anak dari Bupati Desa Cemara.


Melisa tidak menyangka dunia benar-benar sempit. sehingga dia bertemu lagi dengan orang yang sudah menghianatinya.


Orlando naik ke atas panggung Dia memberikan kata sambutan dengan bahasa yang begitu menyanjung dan sangat ramah. membuat semua telinga yang mendengarnya merasa terkesan dengan tutur katanya.

__ADS_1


Melisa yang mendengar kata sambutan dari Orlando merasa muak. dia tidak bisa mendengarnya lagi dan memutuskan untuk pulang saja.


"Kak Melisa mau ke mana?"tanya salah satu anak.


"Kakak akan pulang dulu. kalian bersiap lah untuk pertunjukan penutupan. sebentar lagi acara akan selesai bukan?"tanya Melisa.


"tapi kami mau kakak juga ikut menari dengan kami di atas panggung."minta anak-anak itu saat menghampiri Melisa.


Melisa sungguh merasa tersanjung, tapi dia tidak bisa melakukan hal itu. dia tidak mau melihat dan terlihat oleh Orlando.


"ayo Kak Melisa mau ya."


para anak yang akan melakukan pertunjukan menari. menarik-narik tangan Melisa. dokter Mario yang melihat kejadian itu dan mendengar percakapan mereka semua menghampiri.


memang benar hal ini memang sangat jarang terjadi. karena Bupati tidak kemari untuk waktu yang dekat. Melisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Melisa menjadi bingung. pasalnya ternyata bapak bupati adalah Ayah dari pria yang sudah melukai hatinya begitu dalam. dia tidak mau melihat Orlando lagi. sakit hatinya belum pulih seutuhnya.


"ayo dong Kak Melisa jangan lama-lama mikirnya."anak-anak itu semakin memaksa Melisa.


Risa akhirnya mengangguk dan menyetujui apa yang diminta oleh mereka semua.

__ADS_1


Melisa beserta dengan anak-anak yang akan melakukan pertunjukan Tari naik ke atas panggung. dari tempat duduk penonton terdengar suara tepuk dan sorakan yang begitu nyari. Melisa melihatnya dan ternyata itu adalah Orlando. Melisa semakin muak dan kesan melihat dan mendengar suara Orlando.


Melisa menari di atas panggung bersama anak-anak dengan sangat lihai dan lincah. pertunjukan menari yang mereka pertontonkan selesai dan disambut dengan sorak-sorai dari para warga yang hadir.


setelah acara selesai Melisa membantu rekan-rekan kerjanya untuk merapikan kembali semua peralatan, dibantu oleh warga desa.


saya sedang asyik merapikan bangku tiba-tiba Orlando menghampiri Melisa dan menyapanya.


"hai aku tidak mengira kita akan ketemu di sini. Apa kabarmu?"tanya Orlando kepada Melisa.


Melisa sama sekali tidak menghiraukan sapaan dari Orlando. dia terus merapikan bangku dan menyusunnya.


"hei kenapa kamu sangat ketus seperti ini? aku sudah berusaha meminta maaf kepadamu, tapi kamu tidak memberikan jawaban." Orlando terus mendekati Melisa.


Melisa benar-benar mengacuhkan Orlando. dia sama sekali tidak ingin bicara apalagi bertemu.


"Melisa please Jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini. aku sudah susah payah mencari informasi tentang keberadaanmu. sehingga aku mendapat kabar ternyata kamu berada di desa ini. dan yang paling mengejutkan kebetulan sekali papaku adalah Bupati di sini."tutur Orlando.


"Maaf aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan dan tidak perlu lagi kita juga bertemu. kisah kita sudah usai. jangan mencariku lagi."Melisa bicara dengan sangat ketus.


Orlando benar-benar sangat merasa bersalah dan dia sangat menyesal telah menduakan Melisa.

__ADS_1


"Mel aku mohon maafkan Aku. Aku janji tidak akan pernah mengulangi hal itu lagi. aku mohon kembalilah padaku."Orlando menggenggam erat tangan Melisa.



__ADS_2