Ratu Malam

Ratu Malam
Part 27 - Arti sebuah senyuman


__ADS_3

Melisa dan Dokter Mario sudah tidak lagi bersama dengan Orlando. Dokter Mario masuk ke dalam pasar bersama dengan Melisa.


Melisa baru pertama kali ini menginjakkan kaki di pasar. Pasar yang ramai, bau khas pasar begitu menyeruak ke dalam hidung, Melisa juga kerap kali menutup hidung ketika singgah di salah satu lapak yang pedagangnya memberikan aroma tubuh yang begitu menyengat.


"Pakai ini." Dokter Mario memberikan satu masker baru kepada Melisa.


Dengan cepat Melisa mengambil masker dan mengenakannya. kini dia bisa bernapas dengan lega. Sudah sedikit berkurang aroma pasar yang terhirup olehnya.


"aku yakin kamu pasti baru ini menginjakkan kaki di pasar tradisional?" tanya Dokter Mario.


Melisa dengan cepat menarik turunkan kepalanya. Dia tidak tahan dengan aroma khas yang di berikan pasar untuk para pengunjung. belum lagi aroma tubuh pedagang yang tidak bersahabat.


"Kalau sudah sering kemari pasti akan terbiasa dengan aromanya." Dokter Mario tersenyum kepada Melisa.


"Apa itu alasanmu tidak menggunakan masker saat pergi ke pasar?" tanya Melisa.


"Benar sekali. Awalnya aku bahkan memakai dua masker sekaligus dan sampai sekarang aku juga masih membawa masker setiap kali ke pasar. untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan." Seringainya.

__ADS_1


"Hal-hal yang tidak diinginkan?" Melisa membuat tanda tanya besar di wajahnya.


Dokter Mario tertawa dia tahu betul saat ini wanita yang sudah ada di hatinya sejak lama. sedang mengalami kebingungan akut.


"Ya seperti bau badan pedagang dan pengunjung. Karen aku yakin tidak semua pedangan dan pengunjung sudah mandi sebelum berangkat ke pasar." Dokter Mario menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk bulan sabit.


Melisa menjadi tertawa. Dia tidak menyangka dokter Mario berpikir sejauh itu.


"Kenapa tertawa?" tanya Dokter Mario.


"Ya lucu saja. kamu sampai berpikir tentang mereka sudah mandi atau belum dan dari cara bicaramu, aku yakin itu juga merupakan pengalamanmu sendiri." Melisa terkekeh.


"Kamu pikir aku sejorok itu?" tanya Dokter Mario.


"Ya kali ajah kan."Melisa kembali meledek.


Melisa dan dokter Mario selesai belanja dan berjalan ke arah pulang.

__ADS_1


"Melisa."Panggil dokter Mario yang membuat mereka berdua berhenti melangkah.


"Ada apa?" tanya Melisa.


"Aku ingin bertanya tentang apa yang kamu katakan kepada Orlando tadi. aku hanya ingin klarifikasi saja." Dokter Mario sedikit ragu dalam bertanya.


"Kata-kataku yang mana ya?" tanya Melisa yang memang tidak mengingatnya.


"Tentang kamu adalah calon istriku." jawab dokter Mario.


Melisa malah membalikkan badan dan berjalan mundur sambil memandang wajah pria yang berjalan bersamanya saat ini.


Melisa tidak memberikan jawaban atas pertanyaan yang di ajukan oleh dokter Mario kepadanya. Dia hanya memberikan senyuman terbaiknya untuk pria itu.


Dokter Mario yang melihat senyuman itu sangat terpesona dan senyuman itu senyuman terindah yang dia pernah dia lihat.


Melisa kembali membalikkan badannya dan berjalan kecil kedepan. Dokter Mario langsung mengejarnya dan kini mereka berjalan berdampingan.

__ADS_1


"Semoga senyuman itu adalah jawaban yang aku tunggu. Aku tidak bisa menjanjikan apapun kepadamu, tapi aku akan berusaha yang terbaik untuk kamu, kita dan hubungan kita."


Melisa dan dokter Mario saling bertukar senyuman. Mereka sudah sangat serasi sebagai dua sejoli.


__ADS_2