
Dokter Mario terus mengusap kepala Hellen dan Hellen menggeliat. Dia sangat suka kalau di sentuh kepalanya dan sangat suka jika dimanja.
"Hellen, aku akan berusaha mengobati mu. aku janji kamu akan bisa selincah dulu lagi." Dokter Mario terlihat begitu menyayangi Hellen.
Melisa sangat bingung dengan kondisi ini. Dia berangkat sepagi ini dan mereka membuka puskesmas sepagi ini hanya untuk seekor kucing besar yang kakinya terluka dan perlu penanganan.
Melisa menautkan kedua alisnya. Dia benar-benar tak menyangka kalau kali ini bukan untuk melayani pasien manusia, tapi melayani seekor hewan berbulu.
"Melisa, sebaiknya kamu ajak Hellen ke atas ranjang. Ajak dia bermain sebentar dan setelah itu aku akan bersiap untuk mengobatinya." Perintah dokter Mario.
"Rasakan kamu Melisa. kali ini giliran mu yang menjaga kucing nakal ini." Lisa melirik sekejap kearah Melisa.
Melisa berjalan perlahan ke arah Hellen. Dia mengulurkan tangannya mengelus kepala Hellen. Dengan agresif Hellen langsung menggeliat. Melisa merasa kalau Hellen adalah kucing jinak. Dia segera mengakrabkan diri dengan hewan berbulu hitam dan putih itu.
"Hellen. Kamu singgung menggemaskan." Melisa menyentuh perutnya.
Saat dia menyentuh bagian perut Hellen. Ternyata kucing lucu itu merasa terganggu. Hellen hampir sama menggigit Melisa. dengan tanggap Melisa melepaskan sentuhannya di area perut kucing besar itu.
__ADS_1
"Oooh, ternyata kamu tidak suka di sentuh di area sana. Baiklah sekarang ayo melompat ke arahku." Melisa seakan-akan merasa bisa berbicara dengan hewan.
Melisa menggerakkan tangannya dan Hellen merespon. Hellen berdiri dan siap melompat.
"Lihat saja. kamu akan segera di terkamnya." Lisa menatap intens kearah Hellen dan juga Melisa.
Pluk
Hellen kini berada di dalam pelukan Melisa. Melisa dengan cepat menggendongnya dan menaruhnya di atas ranjang medis.
"Kamu kucing pintar, Hellen aku sangat suka dengan mu." Melisa kembali mengelus kepala Hellen.
"Hellen tahu siapa calon pemiliknya." Celetuk Kakek Arjuna.
"Maksud kakek?" Dokter Mario dan Melisa serempak bertanya.
"Ya, maksud kakek sementara waktu Hellen akan di titipkan di rumah Kakeknya Melisa. Jadi sementara waktu Melisa akan menjadi pemiliknya." Kakek Arjuna langsung berpikir cepat untuk menjawab pertanyaan kedua anak muda di hadapannya.
__ADS_1
Mama Siska langsung tertawa geli melihat papanya gelagapan saat menjawab pertanyaan dokter Mario dan Melisa.
"Hellen akan tinggal denganku di rumah dinas. disana dia akan lebih. bisa terkontrol." Dokter Mario terlihat sangat tidak setuju dengan keputusan kakek Arjuna.
"Sayang, kalau Hellen tinggal di rumah dinas. Nanti saat kamu bekerja, Hellen dengan siapa?" tanya Mama Siska.
Dokter Mario berpikir sejenak. Dia baru terpikirkan tentang itu. Hellen tidak bisa di tinggal sendirian.
"Kalau dia tinggal di rumah kakeknya Melisa. Hellen bisa di jaga oleh beberapa karyawan. Karena Hellen harus di berikan obat setiap beberapa jam sekali dan kotorannya harus di buang agar tidak menginfeksi kakinya."
Dokter Mario yang mendengar penuturan kakek Arjuna, akhirnya dia setuju dan akan merawat Hellen ketika libur bekerja saja.
"Kalian berdua. segera bersiap. Aku dan kakek akan segera mengoperasi kaki Hellen dan memasang pen di kakinya." Seru Dokter Mario.
Hellen tertabrak mobil satu Minggu lalu. Sudah di lakukan pengisian struktur tulang dengan menggunakan penyanggah. Namun, kakinya tidak kunjung membaik. maka dari itu Hellen akan di pasang pen di bagian kakinya.
.
__ADS_1
.