Ratu Malam

Ratu Malam
Part 35 - Gosip yang disebarkan


__ADS_3

Orang-orang desa sedang saling berbisik-bisik tetangga. Mereka sepertinya tengah sibuk membicarakan sesuatu. Sangking asiknya mengobrol tentang gosip yang beredar pagi ini. Mereka sampai lupa menyiapkan sarapan serta keperluan anggota keluarganya.


"Hem ... Buk, ada apa sih? sejak subuh tadi terus saja menggenggam ponsel?" tanya seorang pria terhadap istrinya.


"Ini, bapak coba baca." Sang istri menunjukkan informasi apa yang telah dia terima sejak pagi tadi.


"Masyallah, Bu! ini namanya gosip, jangan dipercaya. Kita tahu betul dia adalah wanita baik-baik. Kita tahu betul bagaimana keluarganya. jangan termakan gosip, jika itu bukanlah hal yang benar. jatuhnya kalian memfitnahnya." Sang suami bicara tegas kepada sang istri.


...****************...


Melisa berjalan kaki hingga sampai di tempat tujuannya. Hanya saja, dia heran kenapa setiap orang yang dia lewati memandangnya dengan tatapan yang berbeda dari biasanya.


Melisa dengan cepat melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan dokter Mario, sesampainya dia di dalam. Dokter Mario menatapnya bingung.


"kamu kenapa?" tanya dokter Mario.


"Enggak kok." Melisa menjawab singkat lalu meletakkan tasnya di rak.


"Melisa, kamu tidak bisa berbohong kepadaku, aku tahu kamu sedang kesulitan." ujar dokter Mario.

__ADS_1


"apaan sih sok tahu deh." Melisa bicara sambil mencebikkan bibirnya.


terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan dokter Mario, setelah di persilahkan masuk. Lisa yang muncul dari balik pintu.


"Dokter semua sudah siap. Kita bisa panggil satu persatu pasien untuk di periksa." Info Lisa.


"Ayo, kita semua bersiap. Jangan sampai pasien menunggu lama." Dokter Mario langsung bersiap diri.


Melisa tetap di dalam ruangan sedangkan Lisa memanggil pasien satu persatu dari luar ruangan.


"Hallo adek cantik." Sapa Melisa kepada anak kecil yang masuk ke dalam ruangan dokter Mario.


"Tidak usah menyapaku. Kata ibu, jangan bicara dengan wanita nakal. Nanti ketularan nakal!" tuturnya dengan sangat kasar sambil menepis tangan Melisa.


Melisa mengerutkan dahinya dia tidak mengerti kenapa anak kecil ibu bicara seperti itu terhadapnya. Dokter Mario juga menatap ke pada anak kecil dan Melisa secara bergantian. Dokter Mario melihat air muka Melisa berubah. Dia ingin menghibur, tapi saat ini sedang dalam tugas sebagai seorang dokter.


"Hai, cantik. Silahkan duduk." Dokter Mario langsung mencairkan suasana.


Anak kecil itu mendekat dan dokter Mario langsung memeriksanya.

__ADS_1


"Ini hanya demam saja karena flu. dokter akan meresepkan obatnya. Nanti di minum ya obatnya." Dokter Mario tersenyum kepada anak kecil itu.


Ibu dan anaknya keluar dari dalam ruangan. dan tidak lama masuk kembali pasien berikutnya.


...****************...


Mbok Surti pergi ke tukang sayur langganannya yang biasa berkeliling dan mangkal dekat gapura tidak jauh dari rumahnya. Dia diminta membeli beberapa bahan masakan oleh yangti Jamilah.


"eh, itu si surti'kan? dia kerja di rumah pak Brahma. pasti tahu dong gosip tentang cucu pak Brahma." Salah satu pelanggan gerobak sayur melihat ke arah Surti yang sedang berjalan kaki.


Surti sampai di gerobak sayur mang Koko dan mulai memilih jenis sayuran yang akan dia beli.


"Eh, Surti. udah denger belom gosip cucu majikan kamu?" tanya ibu-ibu kepo itu.


"Gosip apa?" tanya Surti sambil menaikkan salah satu alisnya.


Ibu kepo itu menceritakan tentang gosip yang dia terima melalui pesan singkat yang dikirimkan seseorang kepada mereka.


Surti terkesiap mendengarnya, dia mengepalkan tangannya dan begitu murka mengetahui Melisa di perbincangkan banyak orang.

__ADS_1


__ADS_2