Ratu Malam

Ratu Malam
Part 20 - Semua sesuai harapan


__ADS_3

kakek Arjuna duduk bersama dengan menantunya dan juga cucunya. Kakek Arjuna ingin berbicara serius kepada mereka semua.


"Hem ... Hem." kakek Arjuna menyesuaikan suaranya.


"Mario, sebenarnya kakek ingin kalian segera naik ke pelaminan. kamu sudah mengenal dia cukup lama. kalian juga sudah bekerja bersama. kamu tunggu apalagi?" tanya kakek Arjuna.


Dokter Mario hanya bisa terdiam. dia bingung harus memberikan jawaban apa kepada kakeknya.


"Rio belum tahu kek, apakah Melisa mau menerima perjodohan ini. aku dan Melisa baru juga akrab. dia juga baru mengenalku. tidak seperti aku yang sudah mengenalnya. Dia sepertinya tidak mengingat diriku sama sekali." Dokter Mario seakan putus asa.


"Mario. Kamu seharusnya mengenalkan diri sejak awal siapa dirimu. biar kalian lebih dekat. kamu juga kata Brahma sempat jutek kepada Melisa. kenapa?" tanya kakek Brahma.


"aku begitu sebab kesal. Melisa sempat mabuk di sebuah warung sekitar desa. hanya itu saja," jawab dokter Mario.


"jadi kamu itu sudah merasa memiliki gitu?" tanya kakek Arjuna.

__ADS_1


Dokter Mario hanya bisa senyum-senyum saja. dia malu karena ternyata mudah di tebak oleh kakeknya.


"Mama harap kamu bisa mengatakan hal ini langsung kepada Melisa. Kalau kamu yang katakan langsung mungkin Melisa akan lebih bisa menerimanya." Ujar Mamanya.


"Nanti akan aku usahakan mah. semoga dia bisa mengerti dan bisa menerima perjodohan ini. jika dia tidak mau, aku tidak bisa memaksanya." Dokter Mario berkata dengan lesu.


"Kalau dia tidak mau menerimanya. lantas kamu akan menyerah begitu saja? tidak mau berusaha lebih lagi?" tanya kakek Arjuna


Mamanya dan kakeknya tahu kalau Mario sangat menyukai Melisa. Mereka berdua berharap kalau Mario tidak mudah menyerah sedikitpun.


"Aku akan tetap berusaha. Namun, bukan memaksa.".Mario melebarkan senyumannya.


Abang dari Mario masuk ke dalam rumah villa milik keluarga mereka. Mario terkejut kakaknya sekeluarga sudah pulang.


"Kalian semua sudah pulang?" tanya Kakek Arjuna.

__ADS_1


"Azzam minta pulang cepat. Kek. Dia katanya masih kangen sama Omnya. soalnya besokkan kita sudah mau pulang." Ujar Wulan.


Dokter Mario tersenyum dia tahu betul kalau keponakannya itu sangat dekat dengannya. Azzam sangat suka bersama dengan dokter Mario ketika sedang berada di rumah kakek Arjuna. dan sudah sekitar lima bulan mereka tidak berjumpa.


"Jadi, jagoan Om kangen nih?" tanya Dokter Mario sambil mendekat.


"pasti dong om. tadi kita pagi ketemunya cuma sebentar doang. oh ya. besok sebelum pulang. anter aku ketemu kakak cantik ya." ajak Azzam.


"kakak cantik? siapa?" tanya Kakek Arjuna.


"itu kek. cucunya Yangkung Brahma. tadi dia kan tolongin Azzam dan Azzam beli hadiah buat Melisa." cerita Wulan.


Yangkung Brahma sangat senang mendengarnya. ternyata seluruh anggota keluarga sepertinya sangat menyukai Melisa. memang Melisa adalah sosok yang baik hati dan menyenangkan. hanya saja dia terlalu kesepian di rumah sehingga senang pergi keluar malam untuk mengisi kekosongan hidupnya.


"Kalau begitu kita semua sebelum kembali ke Jakarta. berpamitan dulu ke rumah Yangkung Brahma. kakek juga ada yang ingin dibicarakan."

__ADS_1


Kakek Arjuna beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya.


dokter Mario dan Azzam langsung bermain bersama. dokter Mario malam ini akan menginap di villa pribadi keluarganya. biasanya dia tidur di rumah dinas. karena ada keluarganya dan mereka akan kembali ke Jakarta besok jadi dia akan menginap.


__ADS_2