Ratu Malam

Ratu Malam
Part 26 - Kata yang tak sengaja terucap


__ADS_3

Melisa terlihat gusar di dalam kamarnya. Dia tidak tahu apakah harus menerima dokter Mario secepatnya atau tetap menundanya.


"super Mario itu memang sangat baik. hanya saja aku masih tidak berani membuka hati untuk pria lain saat ini. aku masih trauma dan takut hati ini kembali merasakan sakit."


Tasya duduk di tepi kasurnya sambil pikirannya menerawang jauh. semalam suntuk dia harus memikirkan jawaban apa yang mungkin akan dia berikan kepada eyangkungnya.


Melisa yang lelah berpikir akhirnya mampu dapat memejamkan matanya.


...****************...


Matahari pagi sudah menunjukkan eksistensinya. Merasakan matahari sudah begitu menyengat masuk ke dalam celah-celah jendela kamarnya. Melisa terbangun dan berusaha menyadarkan dirinya agar bisa kembali beraktivitas.


"Untung saja hari ini libur kerja. Aku jadi bisa mencari udara segar untuk menetralkan pikiranku."


Melisa keluar dari dalam kamarnya dan pergi menuju masuk ke kamar mandi.


"anak perawan kok bangun siang-siang."


dari arah belakang datang eyangtinya sambil berwajah masam.


"Maaf ya eyangtiku sayang. semalam itu Melisa tidak bisa tidur jadi bangunnya siang. hari ini juga'kan aku libur. boleh dong aku bangun siang sesekali." ujar Melisa sambil bersikap manis di depan eyangtinya.

__ADS_1


"kamu ini bisa ajah. ya sudah sana cepat mandi. setelah itu sarapan. habis itu pergi ke pasar buat beli bahan makanan." Perintah eyangtinya.


"kok ke pasar sih eyangti. aku enggak mau ah. pasar itu bau. Melisa maunya ke mall pergi belanjanya." tolak Melisa.


"memangnya kamu pikir di sini itu Jakarta? di sini kalau mau belanja keperluan rumah ya di pasar. kalau mau ke mall itu harus dia sampai tiga jam perjalanan baru sampai. di perjalanan saja sudah tiga jam belum lagi kamu pasti bakalan muter-muter seluruh penjuru mall. bisa-bisa eyangti dan eyangkungmu ini kelaparan."


Melisa hanya bisa nyengir saja saat mendengar perkataan Eyangtinya. memang benar bisa-bisa Melisa di sana bukan mencari bahan makanan, tapi malah shopping hingga petang.


"ya udah nanti Melisa pergi ke pasar." Melisa masuk ke dalam kamar mandi.


...****************...


Melisa pergi ke pasar dengan berjalan kaki. cara pasang dengan rumahnya tidaklah begitu jauh. sehingga dia hanya cukup untuk berjalan kaki saja.


"kayaknya bener deh Ada yang ngikutin. tapi kok nggak ada ya?"Melisa menggaruk kepalanya.


Melisa kembali berjalan dan ia kembali merasakan ada seseorang yang mengikuti dirinya lagi. dengan cepat Melisa membalikkan badannya dan ternyata sosok itu muncul.


"Orlando? mau apa lagi sih? ngapain ngikutin gue?" kesal Melisa.


"ya abis, kamu enggak mau maafin aku sih. jadi aku terpaksa mengikuti mu seperti ini." Orlando bicara dengan lantang.

__ADS_1


"kamu ... kamu. enggak ada lagi aku kamu diantara kita. hubungan kita udah putus." Kesal Melisa.


ketika Melisa hendak memalingkan wajahnya dari Orlando dia melihat sosok seseorang yang bisa menolongnya agar Orlando pergi dari hidupnya.


Melisa langsung berjalan kecil dan menghampiri pria itu.


"Melisa." sapanya.


"Hai!" sapa Melisa.


"Kamu mau ke pasar?" tanya dokter Mario.


"Hem ... Hemm." Orlando mendekati dua sejoli itu.


"Eh dokter. ke pasar juga?" tanya Orlando.


"Iyah lah. Dia itu calon suami yang bersahaja. Dia mau nemenin calon istrinya belanja lah." Melisa langsung menyerobot bicara.


"Wah, pak dokter ternyata sudah punya calon istri. pasti cantik ya calon istrinya? jadi pengen kenalan. dimana calon istrinya?" tanya Orlando.


"Hem ... Hem, gue calon istrinya." Melisa kembali menyerobot untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Orlando.

__ADS_1


dengan mata terbelalak Orlando menatap Melisa dan dokter Mario secara bergantian. Dia tidak menyangka kalau ternyata Melisa dan dokter Mario memiliki hubungan.


__ADS_2