
Eyangti Jamilah menyiapkan berbagai menu makanan untuk menyambut tamu yang akan datang dan ikut makan malam bersama.
"Bapak sudah menghubungi Arjuna dan juga orang tua Melisa. Arga dan Katty akan tiba sore hari di sini." Eyangkung Brahma sangat senang.
Melisa belum tahu kalau eyangnya mengundang keluarga dokter Mario untuk berkunjung ke rumah. Melisa juga tidak tahu kalau kedua orang tuanya diminta oleh eyangkungnya untuk menginap.
...****************...
"Mas apa benar ibu dan bapak kamu menjodohkan Melisa dengan cucu dari sahabat mereka? kenapa aku baru tahu sekarang?" tanya Katty kepada suami yang sedang sibuk melihat berita di televisi pagi ini.
"sebenarnya ibu dan bapak tidak sengaja menjodohkan mereka berdua. Kamu ingat kan si Mario yang dulu adalah teman dari Melisa saat di sekolah?"tanya harga kepada istrinya.
"ingat sih. Cuman Mami nggak ngerti sejak kapan bapak menjodohkan mereka?" tanya Katty.
"kalau tidak salah beberapa bulan lalu sebelum kita mengirim Melisa ke desa Cemara. saat itu teman bapak sedang pulang kampung dan menitipkan cucu laki-lakinya yang sedang magang di desa Cemara sebagai seorang dokter. saat obrolan ternyata mereka membicarakan tentang perjodohan itu. aku setuju dengan bapak Karena aku tahu latar belakang keluarga Mario seperti apa." tutur Arga.
"ya aku sih setuju dengan rencana Bapak dan Ibu. tapi yang aku khawatirkan Melisa tidak menyukai pria itu. aku takut nantinya hubungan Melisa dan Mario seperti kita di awal pernikahan." Katty sangat mengkhawatirkan kondisi putrinya karena Katty pernah berada di posisi Melisa yang dijodohkan oleh orang tua.
"kamu tidak perlu khawatir. karena kali ini kondisi Melisa dan Mario berbeda dengan kondisi kita dulu. ada percikan benih cinta di hati mereka yang mungkin akan berkembang lebih cepat saat mereka sudah menjadi sepasang suami istri." harga memberitahukan kepada istrinya bahwa Melisa dan Mario sedang saling jatuh cinta.
__ADS_1
"oh ya? benarkah itu mas? kalau memang keadaannya seperti itu Aku sangat bersyukur. Aku juga berharap nggak bisa-bisa berubah menjadi sosok wanita yang lebih bijaksana dan lebih bertanggung jawab." Katy berkaca-kaca.
"sudah kamu tidak perlu memikirkan mereka lagi. sekarang lebih baik kita siap-siap dan bertemu dengan calon menantu kita." harga mengusap-usap pundak istrinya yang hampir meloloskan setiap butir air mata.
Katty mengangguk menuruti perintah suaminya. Dia segera membereskan barang-barang yang akan dibawa ke Desa Cemara, serta mempersiapkan beberapa buah tangan untuk calon besannya.
...****************...
di tempat yang berbeda keluarga Mario tengah sibuk mempersiapkan beberapa barang yang akan dibawa dan diserahkan kepada keluarga calon mempelai wanita.
"jadi Malam ini kita sekalian melamar Melisa kek?"tanya Mario kepada kakeknya.
"Papa ini ada-ada aja sih. ya mana bisa kita menikahkan Mario secepat itu. menikah itu butuh pendaftaran ke KUA pa. bukan hanya mendatangkan penghulu."
dera tawa mereka lepas, hingga terdengar memenuhi udara di villa yang mereka tempati.
keluarga Mario begitu bahagia. di usia Mario yang sudah semakin bertambah, dia mendapatkan tambatan hati di waktu yang tepat.
"ayo cepat semuanya siap-siap. sebentar lagi kita akan berangkat ke rumah bidadari tanpa sayap." seru Vero Abang dari Mario.
__ADS_1
"ternyata tidak sia-sia, menunda kepulangan kita ke Jakarta. ternyata ada maksud yang tersirat yang sudah Tuhan gariskan untuk adik kita ini."bulan menepuk bahu tegap adik iparnya.
...****************...
Melisa masuk ke dapur rumah eyangtinya. dia mencium aroma yang menyeruak sampai ke dalam kamarnya.
"Bu Surti sedang masak rendang?"tanya Melisa yang semakin mendekat ke arah kompor.
"iya Non Eyangti minta dibuatkan rendang, ayam kecap, sayur capcay, dan telur dadar padang." Bu Surti menunjuk beberapa makanan yang sudah matang.
"wah ... wah, pantas saja hidungku ini gatal sejak tadi. ternyata di sini sedang ada pesta makanan. Bu Surti aku boleh ya cobain. lidah aku udah ngiler banget nih."pinta Melisa kepada asisten rumah tangga keluarga eyangnya.
"nanggung non nanti saja saat makan malam. lagi pula rendangnya belum empuk," kata Bu Surti sambil terus mengaduk rendang yang ada di atas kuali.
"lama banget Bu kalau harus tunggu nanti malam. keburu cacing-cacing di dalam perut aku ini memberontak. kalau mereka sudah memberontak aku tidak bisa menahannya."Melisa memasang wajah melas agar bu surti tiba kepadanya.
"sudah biarkan dia makan Surti. takutnya nanti malam dia akan jaim untuk makan dengan porsi yang banyak." Eyangti tiba-tiba muncul.
"kenapa aku harus malu-malu? kalau ada rendang sudah pasti siapapun tidak akan terlihat olehku. jadi tidak perlu malu makan dengan porsi yang banyak."Melisa bicara sambil mencebikkan bibir bagian bawahnya.
__ADS_1
"sudah sana makan. Eyangti tidak percaya kamu bisa makan dengan porsi banyak Nanti malam." ledek Eyangti Jamilah.