Ratu Malam

Ratu Malam
Part 7 - Panggilan telepon


__ADS_3

Melisa kembali ke rumah Yangkung dan Yangtinya. sesampainya di sana dia melihat tas dan ponselnya sudah terletak di atas kasur di dalam kamar.


"hah ponselku? seriusan ini ada di sini? sejak kapan?"Melisa membolak-balik ponsel miliknya untuk menegaskan bahwa benar-benar itu adalah miliknya.


"udah ponselnya nggak usah dibolak-balik kayak begitu. itu punya kamu, tadi anak buah Daddy kamu kemari mengantarnya." Yanti menyandar di kosan pintu sambil melihat wajah senang Melisa.


"wah Aku senang banget Yangti. dari tadi pagi itu aku cari-cari ini dan juga tasku."Melisa bicara sambil mengangkat ponselnya dengan wajah sumringah.


"meskipun ponsel sudah ada di tanganmu. jangan lupa kerja yang rajin dan fokus. kalau sampai kamu kelihatan lebih banyak bermain ponselmu daripada bekerja. jangkung pastikan kamu tidak akan melihat ponsel itu lagi."ancam Yangkungnya kepada Melisa.


"iya ... iya. aku janji akan bekerja lebih giat lagi setelah ini."janji Melisa.


Melisa kembali sibuk mau tak ngetik ponselnya. dia melihat beberapa pesan masuk yang sudah menumpuk hingga dua ribu pesan yang belum terbaca.


"banyak juga pesan masuk. aku bikin status dulu baru itu aku baca satu persatu."


hai guys karena dua hari ini ponsel gue agak error jadi pesan kalian akan dibaca dari bawah. mohon menunggu balasannya ya.

__ADS_1


Melisa membuat status dan dia mulai membaca satu persatu pesan masuk untuknya.


melihat kelakuan cucunya yang di Jamilah hanya bisa geleng-geleng kepala. anak zaman sekarang memang dunianya adalah dunia ponsel. tanpa ponsel mereka seakan-akan tidak hidup. tanpa ponsel mereka seakan-akan redup. bangun tidur sudah pasti akan dilihat adalah ponsel miliknya. sebelum tidur tidak lupa untuk mengecek kembali beberapa aplikasi yang ada di ponselnya.


"Jangan karena ponselmu sampai-sampai kamu lupa makan malam Melisa."pesan yangti Jamila.


"siap Yangti." Melisa mengacungkan jempolnya.


Melisa dengan cepat mencari nomor ponsel kekasihnya di Jakarta. dia menghubungi kekasihnya itu untuk menanyakan kabar dan meminta maaf karena telah hilang tanpa kabar.


dia kembali mencoba menghubungi ponsel kekasihnya itu. Dan telepon mulai tersambung.


"halo Orlando, maaf ...," ucapan Melisa terhenti saat mendengar suara perempuan yang mengangkat panggilan teleponnya.


"halo ini siapa ya?"tanya wanita itu.


"halo ini aku Melisa bisa bicara dengan Orlando?"tanya Melisa.

__ADS_1


"Sayang ada telepon nih yang masuk ke ponsel kamu."teriak wanita itu memanggil Orlando dengan kata sayang.


Melisa kembali terkejut mendengar teriakan kata sayang itu. Hatinya yang awalnya sangat bersemangat untuk menghubungi kekasihnya menjadi hancur berkeping-keping.


"siapa sih sayang? ganggu malam kita aja deh."


Melisa mendengar ucapan Orlando. ingin rasanya ia berteriak dan memaki kekasihnya itu. namun ia harus memastikan nilai sebelum memutuskan sesuatu.


"halo Melisa baby. Maaf ... Maaf sayang, tadi ada ada kesalahan sedikit."


terdengar dari seberang telepon Orlando bicara dengan sangat gugup. mendengar kegugupan dari kekasihnya itu. sudah sangat menjelaskan bahwa ternyata Orlando telah menghianatinya.


"sebaiknya kita putus saja. Aku tidak mau memiliki hubungan dengan pria yang mudah menaruh cinta kepada wanita lain."


"Melisa ... Melisa ... Melisa dengarkan aku dulu."


Melisa segera menutup panggilan teleponnya. dia tidak mau mendengarkan alasan apapun yang keluar dari bibir Orlando.

__ADS_1


__ADS_2