
Pikiran cemas seorang Jeon Nathan kini mulai semakin menjadi jadi, dirinya terus menatap kearah pintu . Banyak orang berlalu lalang dan mengambil tempat duduk,namun Calon pengantin belum juga hadir. "Kemana kamu Lis.. ",Gumamannya itu masih terdengar oleh gadis disampingnya.
Lisa, Adik perempuan Jena meminta kakaknya untuk standby menungguinya disamping calon adik iparnya. Tentu saja Jena menyanggupinya karena itu permintaan dari adik perempuannya. Satu satunya adik yg Jena sayangi selama bertahun tahun,
"Sabar ya Jeon,mungkin Lisa masih dijalan.."ya.. begitulah ucapan wanita itu menenangkanny. Kegelisahan itu terlihat begitu jelas. Keringat kegugupan serta kaki yg selalu ia hentak hentakkan secepat mungkin pada lantai. I know. Rasa gugup bercampur cemas memang susah dikendalikan.
"Jena..
Ia menoleh mendapati Sean dan Irene kedua sahabatnya mendekat, mereka saling bertegur sapa dalam balutan senyuman yang hangat.
__ADS_1
Irene dan Jena adalah sahabat lama , mereka mempunyai kedai kopi yang mereka kelola bersama, lalu Sean?pria itu bekerja disalah satu perusahaan terbesar dikotanya. Ketiganya adalah teman semasa SMA hingga sekarang ketiganya masih menjalin komunikasi dengan baik
Ponsel Jena berdering beberapa kali, tertera nama Ibunya disana, Jena menjauh. Mengangkat TLP dari sang ibu yg terdengar begitu jelas, beliau menangis sekencang-kencangnya dalam keadaan terpuruk.
Jena terdiam, sebelumnya gadis itu telah mendengar pernyataan bahwa sang adik telah meninggalkan Rumah dengan alasan pergi kuliyah.menyelesaikan skripsi akhir. Mungkin pikir Lisa jika ia pergi untuk sebentar pernikahannya dengan Jungkook bisa ditunda, namun Lisa salah. pernikahan tetap terjadi, kepalang malu dari kedua pihak keluarga.tamu berhamburan berbisik penuh kegaduhan.Kedua telinga ini mendengar cukup banyak omongan yg kurang baik, Jena,.. Jenalah pengganti Lisa dalam balutan gaun putih pengantin . Menggantikan posisi adiknya untuk menikahi Jeon Nathan. Kekasih Lisa.
Terdengar konyol dan terkesan sedikit memaksa, namun begitulah kenyataan.Ibunya shock hingga pingsan. Ayah Nathan terkena serangan jantung hingga harus dirawat.
"Secantik cantiknya penampilanmu. Dihatiku tetap LISA!jadi pikirkan sebelum kau melanjutkan langkahmu!"
__ADS_1
Jena menatap pelan ke Nathan,ia menahan rasa kesal bercampur sedih, apakah Nathan pikir ini semua kemauannya? Seharusnya Jena akan menjadi kakak iparnya bukan istrinya seperti sekarang, tapi...
Ah sudahlah, ia tak mau membuat keadaan semakin memburuk dengan kemunduran dirinya. Lebih baik Jena berfokus pada Ibunya yg tengah pingsan.
"Jangan khawatir, Anggap saja aku bukan siapa siapa."Jena membuka mulutnya setelah cukup lama terdiam. Wanita itu kembali memantapkan diri menyelesaikan acara pernikahan mereka.
Nathan melengoskan wajahnya, ia juga terpaksa bersama Jena, Ayahnya nomor satu sekarang!tapi hatinya Tetap menginginkan Lisa .
Bersambung...
__ADS_1
Awas area SAD..
Jangan lupa Vote, Comment , ThanksyOu