RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #21


__ADS_3

Nathan berlari ditengah hujan mengejar kepergian Lisa bersama Sehun,pria kaya yg mendapatkan hati Lisa untuk saat ini.


"Berhenti mengejarku sialan!


"Lisa kau lupa! Aku yg memberikanmu semuanya..apapun yg kau mau!kenapa kau meninggalkanku hanya demi pria brengsek itu!"


"Plakkkk!


Tamparan manis dari tangan Lisa layangkan pada mantan kekasihnya,


"Siapa yg kau sebut brengsek dasar sialan! Jangan pernah mengangguku lagi !"


"Tunggu!


Nathan kembali menarik tangan Lisa sebelum gadis itu memasuki mobil mewah milik Sehun,


"Lepaskan aku!


"Lisa.. aku masih mencintaimu!kembalilah padaku!ku mohon!tinggalkan dia..aku masih bisa memberikan apapun yg kau mau!"Nathan benar benar bersungguh sungguh dibawah hujan yg begitu deras disertai petir menggelar


"Tapi sayangnya aku tidak lagi mencintaimu !"


Lisa memutar malas bola matanya berulang kali mendengar penjelasan Nathan yg terdengar membasikan,


"Ayoo cepat Lisa.. kita bisa terlambat!Pesawat akan segera lepas landas dalam 25 menit" Sehun muak menyaksikan drama kedua sejoli yg memuakkan itu.


Gadis itu menghempaskan tangan Nathan dg kasar sebelum memasuki mobil mewah milik Sehun,


"Lisssaaaaaa ! "Teriak Nathan ,ia terisak akan kepergian gadis yg sangat ia cintai..


Mobil Sehun sudah melaju meninggalkan Nathan sendirian disana dg posisi berlutut pada jalanan aspal yg begitu keras.

__ADS_1


Lisa hanya bisa melihat pria menjijikan itu dari kaca spions mobilnya sembari tersenyum miring.


"Goodbye Mantan "batinnya


_________


"Brukkk!


Nathan berlutut lemas dengan keadaan basah kuyup, ia menangis sejadi jadinya. Hatinya terasa hancur berkeping keping setelah kepergian Lisa,


Ibunya melihat dg jelas sembari melipat kedua tangannya di depan dada


"Pria bodoh macam apa kamu ini nakk!


Nathan mendongak,ia menyadari kehadiran ibunya didepannya. Ia kembali menunduk dan mengusap iar matanya yg terus menerus tumpah


Mulutnya seperti terkunci ,ia tak ingin meladeni ucapan ibunya untuk sekarang.


Benar benar mengecewakan, ibunya sampai tak habis pikir. Selama ini ibunya pikir kehidupan rumah tangga mereka baik baik saja ,rupanya ini hanya semacam image didepan mereka.


"Bu... Kumohon berhentilah.. aku sedang tidak ingin berdebat dg ibu . "Lirihnya


"Bangun!! Kemari !!


Nathan terbangun dg keadaan yg begitu lemas.. tubuhnya bahkan berjalan dg lunglai kearah ibunya


"Plakkkk!


Nathan pasrah, jika ibunya sudah marah ia tak dapat melawannya. Pria itu memilih diam walau harus ditampar berkali kali oleh ibunya


"Sadarlah nak!! Kau mengejar gadis yg sudah mempermalukan keluarga mu!kau mengejar gadis yg tidak mencintaimu!!! Kau bahkan melupakan istrimu!!! Kau menyiksanya !!!kau bukan hanya menyiksa istrimu tapi kau menyiksa anakmu!!! Calon anakmu !!!!!! Calon cucu ibu...hikssshikshiksss"

__ADS_1


Keduanya menangis bersama disana,ibunya benar benar kecewa..


Dokter rose telah menjelaskan semuanya pada wanita paruh baya itu.


Entah setan mana yg merasuki anaknya,sampai melakukan hal yg begitu menyakitkan pada istri dan calon anaknya sendiri.


Ibunya kembali menghapus air matanya dan berusaha tenang,wanita paruh baya itu menarik nafas panjang sebelum berucap...


"Sekarang!pergilah!cari dimana menantu dan cucu ibu!.." susah payah ibunya mengatakan hal itu dg menahan rasa sakit dihatinya.. menahan rasa sesak di dadanya.


"Aku malu Bu, aku tidak pantas menemuinya.. aku bahkan tidak punya muka lagi untuk menatapnya.." air matanya masih terus mengalir.. mungkin pria itu menyesal setelah mendapatkan ucapan dari ibunya yg menyentuh hati kecilnya


Ibunya ikut menangis kembali, jujur saja , ibunya juga ikut malu atas sikap anaknya ini


"Nathan!!!


Keduanya menoleh


Pukulan keras ia dapatkan dari seorang pria yg juga basah kuyup disana


"Bughhh..


Ibunya hanya diam menutup mulut dalam tangisannya,ia tak mau membela anaknya yg salah


"Bajingan!!!!..kau bajingan!!!!


Nathan terlentang dipukul habis oleh Sean yg menindihnya.. pukulan itu terus dilayangkan oleh Sean dengan cengkraman yg kuat.


"Cukupppp... "Lirih ibunya . Menghentikan pukulan pria itu.. anaknya sudah cukup babak belur.. darah segar mengalir dari sudut bibir Nathan begitupun kepalan tangan Sean..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2